Archive for the ‘ Sketsa ’ Category

“Udah… Iya… Ho’oh… Nggak… Thx, Bye…”

Semalam aku mbantal 3 jam + 2 jam 30 menit.

Aku tiba-tiba teringat percakapan dengan salah seorang temanku sewaktu kami berangkat bersama-sama untuk makan malam.

Dia seorang cewek, dan sepertinya ada seorang cowok yang selama ini berusaha untuk mendekatinya. Pe-de-ka-te lah istilahnya. Sayangnya, temanku ini tidak begitu tertarik untuk mendekatkan dirinya kepada si cowok, dan berakhir dengan percakapan seperti ini di dalam mobil…

Read more

Tukang Becak Yang Fasih Berbahasa Prancis

Seorang pekerja yang sedang jenuh...

Banyak orang yang suka mikir terlalu ruwet. Masalah sepele-pun dipikirkan dengan terlalu canggih yang seringkali malah tambah membuat bingung.

Biasanya orang-orang begini adalah tipe kritis, dan kebanyakan jadi boss, supervisor, manager, yang 90% dari mereka hanya menjual cara bicara yang berkesan intelek dan pintar, walau kadang isinya juga begitu-begitu saja :lol: *no offense* Read more

Yang Bodoh Di Antara Kaya Dan Miskin

Setelah hampir 10 tahun nggak main basket, semalam kaki pantat kram sampai sekarang dan besok pagi…

Sketsa,

Siapa sih yang gak kenal Bill Gates? Atau Steve Jobs dan para billionaire terkemuka lainnya di dunia?

Ambil contoh Bill Gates yang kekayaannya anggap saja $100 Triliun, maka dia adalah seseorang yang bisa menyumpalkan uang kertas senilai total $95 Triliun ke lobang lumpur Lapindo, dan masih memiliki $5 Triliun sisanya, yang mungkin cukup untuk acara pensiun bersama seluruh rakyat Indonesia? :D

Aku nggak berniat membahas si Bill Gates, melainkan sebuah sudut pandang antara kaya dan miskin.

Read more

Yang Penting Popularitas Diatas Kualitas

Semalam aku mbantal 5 jam 20 menit.

Aku gak suka… uhm, maksudku benci, segala jenis kompetisi dan perlombaan dimana pemenangnya ditentukan berdasarkan pengambilan suara (voting).

Read more

Nasib Seorang MukaBantal #1

Hi Sketsa; Temanku menyuruhku meminum obat dan kembali tidur, setelah mengetahui kepalaku pening justru sehabis bangun tidur…

Aku bilang:
Muka sudah kayak bantal begini kok masih aja disuruh mbantal to ya….

Ya biar semakin mirip bantal…. hehehe” — balasnya.

Berpikir kemudian, apa jadinya kalau aku harus menghibur pacar atau istriku kelak, ketika dia sedang sedih atau menangis?

Wahai cinta… jangan lah menangis… Sini, bersandarlah ke muka-ku

Woo semprul, ini mah namanya pelecehan! Lalu apakah arti keberadaan Paha, Dada dan Bahuku ini?

@semut hitam… *pites*