<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MukaBantal &#187; Coretan</title>
	<atom:link href="http://www.mukabantal.com/category/coretan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mukabantal.com</link>
	<description>tempat dimana otak kita beristirahat.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:53:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Percaya Deh Kalau Aku Itu Bisa Dipercaya&#8230;</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/percaya-deh-kalau-aku-itu-bisa-dipercaya/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/percaya-deh-kalau-aku-itu-bisa-dipercaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 03:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1392</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 2 jam + 4 jam 45 menit. Aku teringat kejadian dimana aku dalam masa perekrutan menjadi pegawai tetap (Full-time Worker) di tempat aku bekerja sekarang. Jadi, sebelumnya aku hanyalah seekor pekerja sementara (Temporary Worker) yang telah bekerja di situ selama 4 bulan. Nah, dalam proses perekrutan itu ada sebuah insiden terjadi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 2 jam + 4 jam 45 menit.</em></p>
<p>Aku teringat kejadian dimana aku dalam masa perekrutan menjadi pegawai tetap (<em>Full-time Worker</em>) di tempat aku bekerja sekarang. Jadi, sebelumnya aku hanyalah seekor pekerja sementara (<em>Temporary Worker</em>) yang telah bekerja di situ selama 4 bulan.</p>
<p>Nah, dalam proses perekrutan itu ada sebuah insiden terjadi di tempat kerja. Tiang penyangga sebuah rak tempat menyusun material produk didapati patah. Sepertinya ada seseorang yang menubruknya dengan<a href="http://www.forklifttruckhiredirectory.co.uk/uploads/elec%2520forklift%2520new.jpg"> </a><em><a href="http://www.forklifttruckhiredirectory.co.uk/uploads/elec%2520forklift%2520new.jpg">fork-lift</a>. </em>Aku juga nggak tau siapa yang mematahkannya, dan tak ada seorangpun yang mengaku.</p>
<p>Akhirnya mereka memutuskan untuk melacaknya melalu kamera pengawas yang kebetulan dipasang di atap gedung ruangan tersebut&#8230;</p>
<p><span id="more-1392"></span></p>
<p><strong>Ternyata aku adalah pelakunya</strong> <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  &#8212; pagi hari ketika aku sedang sibuk memindahkan barang-barang tersebut dari lantai dan menyusunnya ke atas rak tersebut, tak sengaja aku menyenggol tiang tersebut yang memang selama ini sudah rapuh karena telah dihantam berkali-kali dalam aktifitas sehari-hari.</p>
<p>Akhirnya aku diinterogasi oleh pihak <em>Human Resources</em> berkenaan dengan insiden tersebut.</p>
<p>Aku dianggap telah berbohong dan tidak dapat dipercaya.</p>
<p>Sejujurnya, aku sendiri memang betul-betul nggak sadar kalau sentuhan lembutku itu mematahkan tiang tersebut, bukan lantas aku memang berniat berbohong dan menutupi kesalahanku.</p>
<p>Berikut percakapan yang terjadi di dalam ruangan interogasi:</p>
<p><em>&#8220;Kami mencari pekerja yang dapat dipercaya&#8230; kenapa kamu harus berbohong?</em>&#8221;<br />
&#8220;<em>Aku tidak bermaksud berbohong, aku memang nggak tahu&#8230;&#8221;</em> bela ku&#8230;<br />
&#8220;<em>Tapi bukannya kamu barusan mengaku kalau kamu yang melakukannya?</em>&#8221; desak si wanita galak itu&#8230;<br />
&#8220;<em>Ya karena sekarang aku juga baru tahu kalau aku yang melakukannya&#8230; waktu itu terjadi aku memang betul-betul nggak tahu kok. Lihat saja di video rekamannya, apakah aku tampak seperti orang yang sadar kalau aku telah mematakahkan tiang tersebut, dan kemudian pura-pura untuk tidak melihatnya? <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> &#8220;</em></p>
<p><em>Aku pun tetap meminta maaf karena memang faktanya aku adalah pelakunya.</em></p>
<p><em> </em>Setelah dipertimbangkan dan didiskusikan dengan beberapa Supervisors bersangkutan, akhirnya proses perekrutanku menjadi pekerja tetap pun ditunda selama satu bulan, <strong>alasannya</strong>?</p>
<p><em>&#8220;Dalam satu bulan ini kami ingin melihat apakah kamu memang bisa dipercaya atau tidak</em>.&#8221;</p>
<p><em>Aku pun melongo&#8230;</em></p>
<p><em>&#8220;Lho&#8230; bagaimana bisa aku membuat seseorang percaya denganku kalau mereka memang dasarnya memang sudah tidak mempercayaiku?&#8221;</em></p>
<p>Aku kemudian menjelaskan&#8230; apakah sebuah kepercayaan itu bisa didapat ketika aku meminta mereka untuk mempercayaiku? Atau mereka hanya sekedar memberi hukuman atas kesalahanku dan mengharuskanku untuk <strong>tidak berbuat kesalahan sama sekali</strong> dalam sebulan itu? <em>Wah&#8230; berat&#8230;</em></p>
<p>Apakah kalau aku tidak melakukan kesalahan selama satu bulan, lantas aku bisa menjadi seseorang yang bisa dipercaya? Tentu saja tidak&#8230;</p>
<p>Lalu? Apakah juga mereka ingin aku <strong>melakukan suatu kesalahan </strong>yang kemudian <strong>mengakuinya </strong>sehingga aku <em>tampak</em> seperti orang yang bisa dipercaya? Kuragukan&#8230; dipecat malah iya kalau kebanyakan berbuat kesalahan.</p>
<p><em>Mereka terdiam</em>&#8230;</p>
<p>Tetapi karena itu memang telah menjadi keputusan bersama, mau tak mau aku harus menelan hukuman tunda selama satu bulan itu. Aku juga tidak keberatan sih, karena aku anggap itu adalah sangsi atas keteledoranku sendiri, hanya saja aku masih tetap merasa kesal bersangkutan dengan hal kepercayaan tersebut.</p>
<p>Bukankah sebuah kepercayaan adalah sesuatu yang dilahirkan, bukan sesuatu yang bisa diberikan, dipinta, dipamerkan maupun dikatakan?</p>
<p>Karena tidak peduli seberapa keras aku berusaha menunjukkan kepada mereka kalau aku adalah pegawai yang hebat, ganteng, keren, pintar dan tidak pernah berbuat salah, kalau mereka tidak bisa mempercayaiku dari dalam lubuk hatinya, semua itu hanyalah usaha yang sia-sia&#8230;</p>
<p><em>Percaya deh sama aku <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </em></p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/percaya-deh-kalau-aku-itu-bisa-dipercaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bola Kaki Itu Bola Yang Disepak&#8230; Pake Kaki!</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/bola-kaki-itu-bola-yang-disepak-pake-kaki/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/bola-kaki-itu-bola-yang-disepak-pake-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 04:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1384</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 4 jam 40 menit + 3 jam. Semerbak dan pesona pertandingan piala dunia masih serasa belum pudar juga, walaupun 1 minggu telah berlalu. Perjalanan yang penuh perjuangan, darah, keringat, diiringi dengan berbagai intrik dan penuh drama, memang layak menjadi sebuah event yang layak untuk dinantikan-nantikan selama 4 tahun oleh seluruh umat manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 4 jam 40 menit + 3 jam.</em></p>
<p>Semerbak dan pesona pertandingan piala dunia masih serasa belum pudar juga, walaupun 1 minggu telah berlalu.</p>
<p>Perjalanan yang penuh perjuangan, darah, keringat, diiringi dengan berbagai intrik dan penuh drama, memang layak menjadi sebuah <em>event</em> yang layak untuk dinantikan-nantikan selama 4 tahun oleh seluruh umat manusia dari berbagai belahan dunia.</p>
<p>Kabar anginnya sih, ketika pertandingan Piala Dunia dimulai, ada sekitar <strong>3 milliar</strong> makhluk luar angkasa berdatangan mendekati Bumi dengan UFO mereka, untuk menyaksikan semua pertandingan yang ada &#8212; dan kemudian jumlah itu mencapai <strong>5,6 milliar</strong> saat memasuki pertandingan finalnya.</p>
<p><em>Entah berita cacad dari mana itu, tapi masuk akal sih.</em></p>
<p><em><span id="more-1384"></span></em></p>
<p>Sepak bola adalah permainan rakyat. Seluruh dunia pasti akan bersorak karenanya. Tetapi lain dengan <strong>Amerika</strong>, atau lebih tepatnya <strong>United States</strong>.</p>
<p>Entah kenapa disini permainan sepak-bola yang disebutnya sebagai <strong>Soccer</strong> itu sangat-sangat tidak populer. Aku juga nggak jelas kenapa diberi nama Soccer sementara seluruh dunia menyebutnya sebagai <strong>Football </strong>alias <strong>Bola Kaki</strong>.</p>
<p>Nggak cuman itu, di USA, yang disebut Football itu adalah permainan yang mirip Rugby dengan semua alat-alat proteksinya. Cara bermainnya pun tidak menggunakan kaki melainkan dipeluk dan dibawa lari.<em>..</em></p>
<p><em>Udah gitu bolanya lonjong pula&#8230; bukannya yang namanya bola itu bulat?</em></p>
<p>Mereka menyebutnya <strong>American Football</strong>, dan mayoritas orang Bule itu memandang remeh Sepak Bola kita dengan banyak alasan (<em>ngga perlu aku jelasin deh, bikin jengkel </em> <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Gemerlap Piala Dunia kemarinpun tidak begitu meriah, apalagi di kota-kota kecil seperti yang aku tinggali. Nonton bareng juga sebatas teman-teman main dirumah mereka. Acara taruhan juga nggak begitu gila-gilaan (<em>justru bagus kali ya?&#8230;</em>), dan atmosfernya pun tidak terasa di dalam masyarakat.</p>
<p>Garing lah pokoknya&#8230; Dipasangin layar tancep buat nonton bersama, penontonnya juga kurang entusias&#8230; ngobrol-ngobrol sendiri, jalan-jalan, uh&#8230; <em>bule koplok. </em></p>
<p><em>Ngomong-ngomong masalah World Cup, </em>nanti tahun 2014 akan diselenggarakan di <strong>Brazil </strong>kan?;</p>
<p>Nah, gara-gara perkataan temanku, aku semalam jadi bermimpi naik sepeda motor menuju ke Brazil. Jarak tempuhnya sekitar 8000 kilometer, kira-kira berapa lama coba kalau pakai motor bebek?</p>
<p>Sepertinya kalau beneran mau di<em>lakoni</em>, besok pagi harus mulai berangkat nih&#8230; hitung-hitung menabung perjalanan yang mungkin akan memakan waktu 4 tahun, belum karena kepotong jam tidur, mandi, dikejar-kejar binatang buas, polisi, ban gembes, bajing lompat dan para blogger yang ngajak kopdar ditengah jalan <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Walau jagoanku, German, kalah di perempat final, tetapi aku puas terhadap semua performa mereka; Dan juga selamat buat Spanyol atas juara dunianya, disusul oleh si Londo. Fifa!</p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/bola-kaki-itu-bola-yang-disepak-pake-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Urusanmu Kalau Aku Suka Mbantal?</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/apa-urusanmu-kalau-aku-suka-mbantal/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/apa-urusanmu-kalau-aku-suka-mbantal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 04:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1353</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 jam + 2 jam. &#8220;Keinginan untuk menjadi orang lain, adalah penyia-nyiaan terhadap seorang Kamu.&#8221; Itu sebetulnya sebuah kalimat dalam bahasa Inggris, aku coba terjemahkan ke bahasa Indo kok agak aneh ya jadinya? Yang penting kamu ngerti kan maksudnya? Menjadi diri sendiri. Mungkin itu merupakan suatu patokan yang (terlalu banyak) dianut oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 jam + 2 jam. </em></p>
<p><em>&#8220;Keinginan untuk menjadi orang lain, adalah penyia-nyiaan terhadap seorang Kamu.&#8221;</em></p>
<p>Itu sebetulnya sebuah kalimat dalam bahasa Inggris, aku coba terjemahkan ke bahasa Indo kok agak aneh ya jadinya? Yang penting kamu ngerti kan maksudnya?</p>
<p>Menjadi diri sendiri. Mungkin itu merupakan suatu patokan yang (<em>terlalu banyak</em>) dianut oleh manusia modern, terutama di kalangan anak-anak muda. Dan parahnya, kadang pedoman &#8220;<em>be yourself&#8221;</em> itu kecampur aduk dengan yang namanya <strong>Keras Kepala</strong>.</p>
<p><span id="more-1353"></span>Misalnya, cewek yang luar biasa gemuknya, mengenakan T-Shirt ukuran Balita tanpa peduli apa kata orang, dan selalu berdalih &#8220;I j<em>ust be myself, I like this!</em>&#8221; &#8212; gimana aku gak ingin berkata &#8220;<em>That&#8217;s not yourself! Itu malah seperti babi yang dibalut daun bambu siap potong dijadikan Bakcang!&#8221;</em></p>
<p><em>Maaf kalau perkataanku terlalu vulgar, tapi ya mau gimana lagi</em>&#8230;</p>
<p>Dalam dunia persahabatan, karir dan rumah tangga, sering kita menemukan sosok seperti itu. Orang yang nggak mau diatur dan tidak mau diajak kompromi, terutama kalau melibatkan sebuah peraturan yang harus ditaati.</p>
<p>&#8220;<em><strong>I don&#8217;t give a shit, man&#8230;</strong>&#8220;</em></p>
<p>Contoh di dunia kerja yang paling sering aku temui disini adalah <em>harassment </em>atau <em>disrespect behavior. </em>Walaupun sudah tertulis dalam daftar peraturan di setiap tempat-tempat kerja, banyak orang yang kerap kali masih dengan bebasnya melontarkan guyonan-guyonan saru, rasis serta penggunaan kata f<em>uck, fuckin, fucker</em> yang terlalu berlebihan dalam percakapan sehari-hari.</p>
<p>Kalau ada yang tersinggung pasti berdalih &#8220;<em>Ah, sudah biasa lah yang begini, jangan dianggap serius</em>.&#8221;</p>
<p>Biarpun begitu, apa nggak bete coba kalau setiap saat selalu ngeliat orang-orang mengacungkan jari tengah mereka persis didepan hidungmu? <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>&#8220;<strong>This is who I am, you don&#8217;t like me, I don&#8217;t care</strong></em>.&#8221;</p>
<p>Pedoman orang-orang cuek biasanya begini. Aku juga dulu tipe begini sampai akhirnya beberapa keadaan memaksaku untuk berbelok sedikit dari gaya hidup seperti ini. Apa benar kita bisa berkata &#8220;<em>I don&#8217;t care about you</em>&#8221; kepada seseorang yang harus kita temui setiap hari di tempat kerja misalnya?</p>
<p>Ada suatu titik di dalam hidup kita dimana kita harus mulai belajar untuk saling berkompromi baik untuk kepentingan pribadi maupun bersama. Tujuannya apa? Ya berusaha untuk saling memuaskan kedua belah pihak. Kalau di dunia bisnis kesannya jadi kayak penjilat yah? Hahaha&#8230; kalau masalah penjilat sih tinggal masalah hati, kita sendiri yang tahu <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tetapi karena keterbatasan manusia, tentu saja memuaskan semua pihak itu hampir sesuatu yang nyaris mustahil. Di sinilah kemudian kita mulai masuk ke langkah selanjutnya setelah berkompromi, yaitu <strong>berkorban</strong>.</p>
<p><strong>Musyawarah untuk mufakat</strong>. Jaman sekarang, namanya mufakat kayaknya semakin langka untuk ditemui yah? Sedikit-sedikit demo, dan sistematis paling beradab sekalipun adalah melalui jalur pengambilan suara alias voting.</p>
<p>Manusia mulai berani untuk memperjuangkan idealisasinya dengan sedemikian bebasnya &#8212; selain persaingan yang semakin keras, pemahaman bahwa kemenangan mutlak adalah syarat utama untuk menunjukkan betapa hebatnya sebuah individu itu.</p>
<p>Aku heran kok banyak sekali orang yang terkagum-kagum melihat seseorang yang jago berdebat bersenjatakan ratusan alasan-alasan disertai pembuktian-pembuktian ilmiah, kalau sedang beradu mulut, mulai dari Youtube, Online Game sampai ke Layar Kaca. Padahal bagiku mereka itu malah seperti orang yang sulit untuk bergaul&#8230; dan menyebalkan.</p>
<p><strong>Bukan berdebat tapi berdiskusi.</strong></p>
<p>Perbedaannya kalau menurutku sih, sebuah <strong>debat</strong> adalah ketika seseorang ingin mempengaruhi lawannya untuk mengaku &#8220;<em>salah&#8221; </em>dan menganggapnya benar; sedangkan <strong>diskusi </strong>adalah ketika seseorang berniat dan siap untuk merubah sebuah pendirian, prinsip dan pendapatnya pribadi ketika mendengarkan lawan bicara mulai bersuara. Bukan berarti seorang yang plin-plan lho&#8230; tentu saja harus dipertimbangkan antara perlu atau tidaknya.</p>
<p>Daripada melontarkan argumen dan penyangkalan secara tegas, dalam diskusi biasanya kita memaparkan sebuah solusi dan alternatif untuk dibicarakan dan tawar menawar pasti terjadi, dengan kepala dingin tentunya. Pernahkah kamu ngelihat seorang pembeli berantem di pasar gara-gara seorang Nenek menolak untuk menjual 1 kg buah Jeruk seharga Rp. 100,- kepadanya?</p>
<p><em>Mungkin sih ada&#8230; tapi gila aja itu orang kalau sampai ada&#8230; <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Jadi, membabi-buta dengan sikap &#8220;<em>be yourself</em>&#8221; mungkin kurang baik juga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan jati diri dan karakter seseorang itu terjadi terus menerus seumur hidup, terutama ketika kita terus menerus bertemu dengan orang-orang baru ke dalam hidup kita.</p>
<p>Karena hal yang perlu kita jaga dalam hidup ini adalah <strong>integritas diri</strong>&#8230; bukan <strong>gaya </strong>&amp;<strong> </strong><strong>gengsi</strong>.</p>
<p>&#8220;<em>Pokoknya gua harus mbantal 10 jam! Bodo amat lu besok mau naik apa, jalan kaki sana!&#8221;<br />
</em><em>*Brak!!!</em>* (<em>menggebrak meja dan meninggalkan ruangan<span style="font-style: normal;">). </span> </em></p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/apa-urusanmu-kalau-aku-suka-mbantal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Yang (Tidak) Tahu Segalanya</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/google-yang-tidak-tahu-segalanya/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/google-yang-tidak-tahu-segalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 04:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1321</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 jam 20 menit + 1 jam 15 menit. Asik tambah njlimet&#8230; Setujukah kamu kalau kita anggap Google adalah sosok terkuat di dunia ini? Setujukah kamu kalau kita anggap Google adalah sosok Tuhan di dunia ini? Yang mengetahui dan menjawab segalanya? &#8220;Ha? Googling aja sana&#8230; pasti ada jawabannya.&#8221; &#8211; sahut si Jono [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 jam 20 menit + 1 jam 15 menit. Asik tambah njlimet&#8230;</em></p>
<p><em><img class="alignnone size-full wp-image-1324" title="google_classic" src="http://www.mukabantal.com/wp-content/uploads/2010/06/google_classic.jpg" alt="" width="512" height="363" /></em></p>
<blockquote><p>Setujukah kamu kalau kita anggap Google adalah sosok terkuat di dunia ini?<br />
Setujukah kamu kalau kita anggap Google adalah sosok Tuhan di dunia ini?<br />
Yang mengetahui dan menjawab segalanya?</p></blockquote>
<p><em>&#8220;Ha? Googling aja sana&#8230; pasti ada jawabannya.&#8221; &#8211; </em>sahut si Jono enteng.</p>
<p><span id="more-1321"></span></p>
<p>Jawaban seperti di atas itu, entah sudah berapa ratus kali telah aku telan dengan telingaku ini. Jengkel nggak sih kalau setiap kali kita bertanya sesuatu kepada seseorang yang dengan mentahnya menjawab &#8220;<em>Cari aja di Google!</em>&#8221;</p>
<p>Meskipun kita benar-benar sudah memancarkan sebuah pandangan iba seraya memelas &#8212; &#8220;<em>Gua tanya elo, karena gua ga ketemu jawabannya di Google!</em>&#8221; &#8212; atau memang hanya sekedar <em>&#8220;Males ah!</em>&#8221;</p>
<p>Kadang kegagalan menemukan sebuah jawaban itu seringkali disebabkan karena kita kurang canggih saja dalam bermain <em>keywords</em>; dan itulah yang seringkali menjadi kendala bagiku untuk menemukan <strong><em>harta karun</em> </strong>yang tersimpan di dalam situs nomor satu di dunia itu.</p>
<p>Karena itulah aku sering jengkel sendiri kalau mendengar mereka yang menjawab &#8220;<em>Googling dong</em>&#8221; ketika mereka seharusnya bisa menuliskan jawaban itu kepadaku dalam waktu yang kurang dari <em>5 detik saja, </em>karena aku bahkan tidak tahu harus bertanya bagaimana kepada Google&#8230;. Lain hal-nya kalau memang sedang sibuk, atau dikarenakan oleh kesetaraan kebodohan kita saja&#8230; <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padahal sebenarnya Google itu tidak memberikan sebuah jawaban. Dia hanyalah sebuah mesin pencari, yang mencarikan kamu jawaban dari seluruh penjuru dunia Internet. <strong>Yahoo!</strong> lah (<em>Yahoo! Answer</em>) yang justru kebanyakan menduduki peringkat teratas dari hasil pencarian Google dari hampir semua jenis pertanyaan terlontar.</p>
<p>Tapi ya, semenjak banyak yang nggak peduli dengan sistematisnya, ya sudah lah&#8230; ngapain diributin <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Banyak orang yang memuji kebesaran Google sebagai sebuah mesin pencari segala jawaban yang kamu ingin ketahui; yang kemudian membuatku bertanya-tanya&#8230;</p>
<p>&#8220;<strong>Ada nggak sih sebuah pertanyaan yang Google tidak mampu menemukan jawabannya?</strong>&#8221;</p>
<p><em>Nah, gimana menurutmu?</em></p>
<p><strong>Memang mungki</strong>n Google bisa memberikan jawaban terhadap pertanyaan seperti:</p>
<ul>
<li><em>&#8220;Ada berapa banyak Bantal di dunia ini?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Bantal apakah yang paling empuk di dunia ini? Dan di mana ia berada?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Siapakah nama penemu Bantal?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Berapa banyak Bantal bermotif kambing homo di dunia ini?&#8221;</em></li>
</ul>
<p><strong>Tetapi mungkinkah</strong> Google bisa memberikan sebuah penjelasan ilmiah? Kalau aku bertanya:</p>
<ul>
<li>&#8220;<em>Siapakah nama ayah dari anak ipar, suami/istrinya sang penemu Bantal dalam sejarah?</em>&#8220;</li>
<li><em>&#8220;Apakah perkataan dan pesan terakhir dari sang penemu Bantal sebelum dia meninggal?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Ada berapa banyak kerusakan Bantal yang disebabkan oleh Kecoak tahun 1927?&#8221;</em></li>
</ul>
<p>Hmm&#8230; Inti postingan ini sebetulnya bukan bermaksud ngejek Google, tapi nyindir kamu-kamu yang selalu spontan menyebut kata &#8220;<strong>Google</strong>&#8221; dengan sembarangan setiap kali dihadapkan dengan sebuah pertanyaan. Kalau tau mbok di jawab sebentar <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8212; kecuali kamu memang berniat menjalin komunikasi yang dingin dan tak acuh dengan para teman-temanmu yang nggak hobi <em>Googlingan</em> <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/google-yang-tidak-tahu-segalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jumlah Kesetiaan Di Balik Setiap Postingan</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/jumlah-kesetiaan-di-balik-setiap-postingan/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/jumlah-kesetiaan-di-balik-setiap-postingan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 22:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1302</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 + 1,5 jam. Akhir-akhir ini aku sedang membiasakan mbantal siang lagi (1-2 jam setiap pulang kerja), biar malamnya nggak terlalu ngantuk ketika harus mengerjakan urusan yang gak-penting itu (dari postingan sebelumnya) *slentik* Nah, kurang tidur memang penyebab utama kantuk, dan kurang komentar juga bisa menjadi penyebab utama lesunya sebuah blog beraktifitas. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 + 1,5 jam.</em></p>
<p>Akhir-akhir ini aku sedang membiasakan <em>mbantal </em>siang lagi (<em>1-2 jam setiap pulang kerja</em>), biar malamnya nggak terlalu ngantuk ketika harus mengerjakan <em>urusan yang gak-penting</em> itu (<em>dari postingan sebelumnya</em>) *<em>slentik</em>*</p>
<p>Nah, kurang tidur memang penyebab utama kantuk, dan kurang komentar juga bisa menjadi penyebab utama lesunya sebuah blog beraktifitas.</p>
<p>Belakangan ini beberapa blog yang ku kunjungi sepertinya sedang asik membicarakan masalah<strong> jumlah komentar</strong> yang mereka tuai dari setiap postingan. Ada yang berbangga, menggerutu, tapi ada juga yang netral dan berusaha menganggapnya bukan sesuatu yang patut untuk diperjuangkan.</p>
<p>Kemudian aku memutuskan untuk nimbrung deh, <em>yuuuk&#8230;</em></p>
<p><em><span id="more-1302"></span></em></p>
<p><strong>Sebuah komentar</strong> bagiku adalah sebuah hadiah dan hiasan.</p>
<p>Aku menulis blog pada awalnya karena ingin menyuarakan isi kepalaku menjadi untaian kata di layar monitor ini. Untuk kalian yang sinis, ya anggap saja kalau aku pengen eksis gitu &#8212; gak papa, aku terima kok dengan hati <em>terbantal ^^</em></p>
<p>Nah, semakin lama tentu saja iming-iming dan ambisi menjadi populer itu ada. Mulai pengen dikenal oleh para blogger lain, ingin dikunjungin balik, dipuji dan diberi tepuk tangan&#8230; semuanya itu adalah menjadi satu paket yang diberi nama NARSIS. <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  <em>sadis banget.</em></p>
<p>Kemudian jalinan pertemanan mulai berkembang. Aku kenal Si A, B, C dan D, dan menemukan banyak sekali tulisan yang menyenangkan untuk dinikmati, walau aku bukan penggemar Novel ataupun Surat Kabar (<em>sama sekali</em>). Kegiatan silaturahmi dan tukar menukar komentarpun menjadi lazim.</p>
<p>Setelah itu aku juga mulai mengetahui bahwa ada Si E, F, G dan H yang <strong>nggak pernah</strong> meninggalkan jejak komentar, sebagai <strong>pembaca pasif </strong>yang hanya menyapaku melalui E<em>mail, Twitter </em>maupun M<em>essenger</em> mengenai postingan terbaruku, entah itu hanya tertawa, menyindir, mengkritik maupun berdiskusi.</p>
<p>Dan biasanya pembaca pasif itu justru adalah mereka yang membaca setiap tulisanku secara detil, gak pake joged-joged, lompat tinggi, apalagi lompat jauh (<em>langsung sampe akhir</em>).</p>
<p>Entah apa yang menyebabkan hal itu, aku juga nggak tahu&#8230; <em>sudah dari sononya kali ya?</em></p>
<p><strong>Tetapi <span style="font-weight: normal;">bu</span></strong>kan berarti aku menganggap yang suka berkomentar gak pernah baca postingan orang sampai tuntas lho ya&#8230; <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Inti dari postingan kali ini adalah tentang sikapku terhadap jumlah komentar yang aku dapatkan, sejalan dengan semangatku untuk ngeblog.</p>
<blockquote><p>Aku nggak terlalu pusing dengan jumlah komentar yang kudapat, karena aku menulis untuk para pembaca&#8230; bukan untuk para penulis, apalagi untuk mesin.</p></blockquote>
<p>Semenjak aku menerima beberapa tanggapan dari Si E, F, G dan H tadi, aku sadar kalau mereka selalu hadir walaupun di sebuah postingan yang tanpa komentar sekalipun. Kehadiran mereka itu terasa spesial bagiku.</p>
<p>Hasilnya, semenjak saat itu, setiap kali aku akan menuliskan sesuatu&#8230; aku selalu berpikir demikian:</p>
<p>&#8220;<em>Saat tulisan ini ku terbitkan&#8230; aku tahu dan yakin, kalau sedikitnya paling tidak ada 5 orang yang akan benar-benar membaca dan menikmati tulisan ini.</em>&#8221;</p>
<p>Nah, aku menulis untuk mereka. Para pembaca <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8211; dan tentu saja kemudian untuk kalian para komentator, yang memang dateng kesini niatnya membaca, bukan untuk nge-<em>bully </em>aku yang lugu ini. Cuih~ Apalagi jualan video bokepnya <em>Ariporn</em>,<em>Cut Taporn</em> dan <em>Luporn Maya</em> ituh&#8230;</p>
<p>Jadi tips dari <strong>Dewa Bantal</strong> buat kalian yang moodnya berantakan karena sepi komentar dan jadi males ngeblog:</p>
<blockquote><p>Carilah tahu, siapa di antara teman-temanmu yang benar-benar bisa membaca dan menikmati setiap tulisanmu. Hitung ada berapa, dan menulislah untuk mereka.</p></blockquote>
<p><strong>Peringatan</strong>: Tips ini nggak manjur buat orang serakah&#8230;</p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/jumlah-kesetiaan-di-balik-setiap-postingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Eh, Tau Nggak Sih Kalau Dia Itu&#8230;.&#8221;</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/eh-tau-nggak-sih-kalau-dia-itu/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/eh-tau-nggak-sih-kalau-dia-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 05:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1297</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 6 jam 20 menit. Menjadi orang simple itu memang paling enak, dan juga nggak terlalu rumit dalam berteman. Selalu berpikir simple dan berusaha menjauhi semua prasangka-prasangka buruk yang acapkali timbul karena jeleknya komunikasi di antara mereka. Contohnya, janjian pergi makan malam, tapi ternyata batal karena nggak ada pihak yang mau menelpon duluan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 6 jam 20 menit</em>.</p>
<p>Menjadi orang simple itu memang paling enak, dan juga nggak terlalu rumit dalam berteman.</p>
<p>Selalu berpikir simple dan berusaha menjauhi semua prasangka-prasangka buruk yang acapkali timbul karena jeleknya komunikasi di antara mereka.</p>
<p>Contohnya, janjian pergi makan malam, tapi ternyata batal karena nggak ada pihak yang mau menelpon duluan untuk memastikan jam keberangkatannya&#8230; <em>Gengsi?</em></p>
<p>Kalo ditanya: &#8220;<em>Kok gak jadi keluar, kenapa?</em>&#8221; &#8212; jawabannya &#8220;<em>Lha si Bagong nggak ada kabar&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Sama juga jawaban si Bagong pun demikian ketika ditanya si Gareng, kenapa nggak jadi berangkat. &#8220;<em>Lha Petruk nggak telepon-telepon sih&#8230;</em>&#8221;</p>
<p><span id="more-1297"></span></p>
<p>&#8220;<em>Ah, sekarang dia males kumpul sama kita-kita&#8230; beda grup deh sekarang.</em>&#8221;<br />
&#8220;<em>Ah, paling mojok sama pacarnya,&#8230; biasa lah, jadi lupa sama temen&#8230;&#8221;<br />
</em>&#8220;<em>Ah, cari duit terus tuh, jadi males berteman lagi&#8230; sok tajir</em>&#8221; dan sebagainya&#8230;</p>
<p>Kenapa ya, aku risih banget kalau denger orang-orang yang katanya teman, tetapi sering ngejek-ngejek dari belakang, walaupun mungkin maksudnya hanya untuk dijadikan bahan tertawaan, tetapi perlukah untuk dibicarakan?</p>
<p>Kalau sekedar ngegosip sih bukan masalah, misalnya tentang kebiasaan jeleknya, kedudutannya, hubungan sama pacarnya, gaya tidur dan bantal favoritnya&#8230;  Yang jadi masalah itu ketika mereka mulai berburuk prasangka&#8230; Apakah menurutmu perlu kalau hal-hal seperti itu dibicarakan? Pantaskah?  Teman susah dicari tetapi kok sepertinya memang mudah untuk dihancurkan.</p>
<p>Intinya, hubungan itu<em> mbok ya</em> dipelihara, entah pernikahan, pacaran maupun persahabatan.</p>
<p>Kalau ada yang mengganjal, sampaikanlah; kalau ada yang kurang berkenan, tegurlah; dan kalau ada yang kurang paham, bertanyalah. Tentu saja bukan berati menjadi orang sinis yang suka mengkritik tanpa peduli perasaan orang, walau kadang <em>straight to the point</em> itu juga memang dibutuhkan <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku sendiri selalu gelisah kalau ada yang mengganjal di dalam hati&#8230; apa sih enaknya kemana-mana membawa beban dan selalu jadi bahan pikiran?</p>
<p><em>Dan point paling penting..</em>. Aku ingin semua teman-temanku berbahagia, karena di saat mereka berbahagia, aku sendiri juga akan bisa merasakan kebahagiaan itu ketika aku bersama mereka.</p>
<p><em>Lagi lagi terdengar sedikit egois&#8230; yah, wajar kan? <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><em>PS: Oh iya, maaf aku kelupaan ngeposting gara-gara lumayan direpotkan dengan hal-hal nggak penting, contohnya&#8230;. (bersambung).</em></p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/eh-tau-nggak-sih-kalau-dia-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setetes Keringat Untuk Melawan Kanker</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/setetes-keringat-untuk-melawan-kanker/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/setetes-keringat-untuk-melawan-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 03:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1280</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 6 jam 10  menit. Segerombolan pengendara sepeda melunjur menerobos lampu lalu-lintas tadi siang. Aku menerawang mereka dibalik kemudi dan bertanya &#8220;Kok rame banget ya&#8230; acara apa toh?&#8221; &#8220;Yah, paling biking for cancer atau apalah&#8230;&#8221; sahut adikku. Ah&#8230; aku berkali kali mendengar berita dan melihat poster-poster bertemakan gerakan sosial untuk menolong korban bencana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 6 jam 10  menit</em>.</p>
<p>Segerombolan pengendara sepeda melunjur menerobos lampu lalu-lintas tadi siang. Aku menerawang mereka dibalik kemudi dan bertanya &#8220;<em>Kok rame banget ya&#8230; acara apa toh?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Yah, paling biking for cancer atau apalah</em>&#8230;&#8221; sahut adikku.</p>
<p>Ah&#8230; aku berkali kali mendengar berita dan melihat poster-poster bertemakan gerakan sosial untuk menolong korban bencana alam dan penyakit di mana-mana, tetapi aku belum begitu mengerti bagaimana kegiatan ini berfungsi dalam melawan kanker.</p>
<p><span id="more-1280"></span></p>
<p>Adikku kemudian menjelaskan begini. Jadi ada suatu organisasi yang mengatur kegiatan tersebut, dan mengajukan proposal kepada beberapa perusahaan yang berminat untuk menjadi sponsor. Katakanlah gerakan &#8220;<strong>Bersepeda Untuk Kanker</strong>&#8221; &#8212; mereka akan menawarkan diri mereka mengayuh sepeda untuk sejumlah sumbangan yang akan mereka berikan untuk setiap kilometer yang mereka tempuh.</p>
<p>Agak berbeda dengan kegiatan sosial bertemakan sumbangan seperti ini kalau di Indonesia sih. Sewaktu di Indonesia aku tidak pernah mendengar program-program seperti ini selain di liputan blog-blog belakangan ini. Dan kata temanku, kalau di Indonesia, kegiatan bersama seperti ini biasanya bukan merupakan penggalangan dana, tetapi lebih ke arah memasyarakatkan pengertian untuk mencegah, mengatasi dan meningkatkan pengetahuan mereka berhubungan dengan penyakit tersebut, dan kadang juga disertai pembagian beberapa souvenir seperti sticker, topi, emblem, bantal maupun kaos.</p>
<p><em>Mungkin ada sih kegiatan sosial bersama-sama yang dilandasi penggalangan dana, mungkin aku yang nggak terlalu update <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Kembali ke para pengendara sepeda yang mengayuh demi sebuah sumbangan, mungkin ada yang menganggap kegiatan ini kok kesannya bertele tele. Kenapa nggak langsung saja meminta sumbangan? Kan pasti banyak yang ikhlas mau memberikan suntikan dana kepada pihak-pihak yang membutuhkan tanpa perlu bikin event-event yang nggak penting begitu?</p>
<p>Awalnya sih aku berpikir sinis seperti itu, tetapi kemudian aku berpikir lagi&#8230; Apa salahnya? Manusia adalah makhluk sosial, dan kegiatan sosial seperti ini malah cocok sekali untuk digalakkan, selain menyehatkan, ini juga memberikan benefit terbaik ke dua belah pihak bukan?</p>
<p>Di pihak perusahaan, mereka mendapatkan sebuah tempat untuk berpromosi dan menaikkan pamornya sebagai sebuah perusahaan yang peduli terhadap sosial.</p>
<p>Di pihak penggalang dana, menjadi lebih sehat, merangkul solidaritas yang lebih erat, dan terlepas dari perasaan tidak sedap, seperti di cap sebagai &#8220;<em>Pengemis.</em>&#8221; =)</p>
<p>Aku berpikir,</p>
<blockquote><p>Kami memang bukan orang berada, kami tidak mampu menyisihkan uang dari gaji kami, ataupun memiliki waktu luang yang bisa kami berikan untuk menjadi pekerja sosial kepada mereka para korban penyakit dan bencana alam. Tetapi kami memiliki semangat, kerinduan dan doa kepada mereka semua. Kami memiliki kesehatan dan kami bersyukur atas apa yang kami miliki ini. Biarlah kubakar tubuhku ini, dan bila setiap tetes keringatku ini bisa menjadi sesuatu yang berharga untuk dipersembahkan kepada mereka&#8230; kenapa tidak?</p></blockquote>
<p>Nah, kalau suatu saat nanti kalian menemukan kegiatan-kegiatan sosial semacam ini, apakah kalian akan ikut berpartisipasi? Atau mungkin kalian mendapat inspirasi mengadakan acara sendiri seperti ini sesuai dengan bidang, hobby maupun keahlian masing-masing dari kalian? Sekali lagi&#8230; kenapa tidak <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau aku pribadi mungkin akan mencari sponsor dan mengusulkan ideku yang seperti demikian:</p>
<p>&#8220;<em>Aku, dewa bantal, ingin membantu para korban lumpur Lapindo. Berapa banyak yang ingin Bapak sumbangkan untuk setiap jam aku berhasil bantalkan dalam sehari? <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em>&#8220;</p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/setetes-keringat-untuk-melawan-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Begini Kok Begitu? Kenapa?</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/kenapa-begini-kok-begitu-kenapa/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/kenapa-begini-kok-begitu-kenapa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 00:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1263</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 jam 5 menit. Pernah suatu ketika aku sehabis makan, lupa menyalakan keran untuk membasahi piring kotorku di wastafel. Pacarku yang tau akan hal itu sekonyong-konyong datang dan berkata: &#8220;Hey&#8230; kamu barusan habis makan tadi, naruh piring kotor tapi kok nggak kamu rendam air?&#8221; omelnya&#8230; &#8220;Oh iya&#8230; &#8220; dalihku&#8230; &#8220;Mampus&#8230; Gimana nih?? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 jam 5 menit</em>.</p>
<p>Pernah suatu ketika aku sehabis makan, lupa menyalakan keran untuk membasahi piring kotorku di wastafel. Pacarku yang tau akan hal itu sekonyong-konyong datang dan berkata:</p>
<p>&#8220;<em>Hey&#8230; kamu barusan habis makan tadi, naruh piring kotor tapi kok nggak kamu rendam air?&#8221; </em>omelnya&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Oh iya&#8230; &#8220;</em> dalihku&#8230; &#8220;<em>Mampus&#8230; </em><em>Gimana nih?? <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#8221; </em>berusaha polos jayus&#8230;</p>
<p>Eh dia menggerutu dan berkata&#8230; &#8220;<strong><em>Kenapa</em></strong><em> nggak kamu rendam?</em>&#8220;<span id="more-1263"></span></p>
<p>Aku hanya bisa bengong&#8230; dalam ketakjuban. Kok sepertinya, aku harus mempunyai <strong>sebuah alasan</strong> untuk tidak menyalakan keran dan merendam piring kotor itu.</p>
<p>Gak bisakah aku sekedar bodoh&#8230; atau dungu&#8230; untuk berjalan ke wastafel, meletakkan piring kotor kemudiah &#8220;<em>B..bb&#8230;bledoohhh!</em>&#8221; dan beranjak pergi tanpa menyalakan air keran itu? <a href="http://www.mukabantal.com/2010/kalau-sudah-lupa-ya-lupa/">Namanya lupa ya lupa</a>&#8230; Aku malah gak masalah kalau dibilang idiot karena melupakan sesuatu yang sepele seperti contoh diatas tadi.</p>
<p>Karena tahukah betapa brengseknya diriku menjadi, kalau dihadapkan dengan pertanyaan &#8220;<em>Kenapa</em>&#8221; seperti itu? Seolah-olah setelah meletakkan piring kotor di tempat cuci-piring itu aku kemudian sempat-sempatnya berpikir:</p>
<p><em>&#8220;Ah, mbuh wis! Karep&#8217;e de&#8217;en, rak buakal tak rendem banyu! PREK!&#8221;<br />
(Ah ga tau lah! Terserah maunya dia, gak bakal kurendam air! CUEK!)</em></p>
<p>Hahaha&#8230; atau mungkin juga begini:</p>
<p>&#8220;<em>Boleh lah dia kasih aku 1 Milliyar, aku tetap nggak bakal merendam piring ini&#8230; Nu-uh&#8230; nggak akan terjadi kalau di rumah ku sendiri.&#8221;</em></p>
<p>Apa mungkin sih aku sedemikian gila dan bosannya untuk berpikir seperti itu? Tentu tidak&#8230; Apalagi cerita di atas juga <em><strong><font style="font-size:1.2em;">cuman fiksi</font></strong></em><strong> </strong>kok <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Anyway</em>,</p>
<p>Tahu kan daftar kata tanya? Adalah: <em>Kapan, Apa, Dimana, Siapa, Bagaimana, dan Kenapa. </em></p>
<p>Dari sejumlah kata tanya di atas, aku percaya, banyak dari kalian yang sering dibikin jengkel dengan pertanyaan terakhir, &#8220;<strong>Kenapa?</strong>&#8221; &#8211; Kalau iya berarti kita senasib <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8211;</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-haripun, pertanyaan &#8220;<em>Kenapa</em>&#8221; selalu terlontar dari teman, bos, bawahan, istri, suami, pacar, klien, bahkan anak kecil; Juga pertanyaan inilah yang paling menguras tenaga dan memeras otak kita. Tetapi kalau malas menjawab, malah dianggap bodoh dan tidak tahu apa-apa&#8230;. <em>Terus gimana dong?</em></p>
<p>Ya&#8230; tinggal ditimbang saja&#8230; Lebih rela dianggap bodoh dan idiot, atau menjadi frustrasi dan kehilangan akal sehat, karena harus memikirkan seribu satu alasan dan jawaban ketika seorang anak balita menghampirimu dan bertanya:</p>
<p>&#8220;<em>Eh Papa, kenapa kok bantal dinamakan bantal?</em>&#8221;</p>
<p><em>Dunia memang kejam, <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  &#8211;</em></p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/kenapa-begini-kok-begitu-kenapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Pisang, Susu, Dan Rok Mini Nempel Di Tembok</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/ada-pisang-susu-dan-rok-mini-nempel-di-tembok/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/ada-pisang-susu-dan-rok-mini-nempel-di-tembok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 02:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1254</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 jam 30 menit. &#8220;Iya gampang, ntar gua tag temen-temen gua&#8230;&#8221; &#8211;Kata seorang cewek ABG yang trendi menenteng tas kulit kacang kebanggaannya itu. &#8220;Sip deh, ntar kalau kamu bikin sale, aku kasih komisi 10% &#8221; Begitulah singkatnya sebuah cerita sebelum akhirnya berbagai macam barang-barang konsumerisme membanjiri dinding Facebook kita semua. Ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 jam 30 menit</em>.</p>
<p><em>&#8220;Iya gampang, ntar gua tag temen-temen gua</em>&#8230;&#8221; &#8211;Kata seorang cewek ABG yang trendi menenteng tas kulit kacang kebanggaannya itu.</p>
<p>&#8220;<em>Sip deh, ntar kalau kamu bikin sale, aku kasih komisi 10% <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em>&#8221;</p>
<p>Begitulah singkatnya sebuah cerita sebelum akhirnya berbagai macam barang-barang konsumerisme membanjiri dinding Facebook kita semua.</p>
<p>Ada yang <em>cool</em> aja dengan fenomena ini atau malah total <em>cuek</em>, ada yang merasa bahagia karena merasakan keramaian aktifitas ini; Ada yang dengan sabar dan telaten nge-remove tagnya sendiri setiap kali&#8230; tapi ada juga yang kebakaran pantat dan main pecat teman sendiri (<em>remove</em>).</p>
<p><span id="more-1254"></span></p>
<p>Yah, sifat orang memang bermacam-macam, baik yang menjual ataupun yang dijuali. Yang menjadi bahan pikiranku kini hanya tinggal soal etika saja.</p>
<p>Lain halnya kalau kita mendapat ijin, dan mengerti bahwa mereka tidak akan keberatan sebelum kita mulai menjejalkan nama-nama mereka di dalam bulatan persegi tertancap di setiap gambar-gambar produk, yang namanya <em>TAG</em> itu.</p>
<p><strong>SPAM</strong>. Aku kategorikan <em>Random Tagging</em> kepada orang-orang yang nggak meminta dirinya untuk di tag sebagai tindakan <strong>SPAM</strong>. Apa coba bedanya dengan promosi Viagra yang tidak ada habisnya membanjiri kotak emailku setiap hari?</p>
<p>Bedanya ya kalau Viagra masuknya ke email, sedangkan Tas, Baju dan Celana nempel di Dinding&#8230;</p>
<p>Aku menggambarkan hal ini sama seperti bila kita menempelkan selebaran dan brosur produk-produk tertentu di dinding rumah teman kita, atau bakan sampai mencoret-coretnya dengan cat semprot&#8230; tanpa ijin.</p>
<p>Aku pribadi sih tidak terlalu sering terkena <em>random tag</em> gak jelas ini. Hanya kadang aku merasa <em>terenyuh</em> kalau melihat Dinding Facebook teman-temanku yang sering ku kunjungi dibanjiri dengan promo-promo <em>Kaos Kutang </em>gak jelas berhadiah<em> Guntingan Kuku</em><em>.</em></p>
<p>Kesannya kok <em>Kumuh</em> begitu&#8230; walau aku nggak tau apakah dia menikmati itu semua atau sekedar tak acuh. <em>Jadi ya.</em>.. Jualan di Facebook itu bukan hal yang jelek, justru pandai, efektif dan efisien. Hanya saja ada aturan main yang perlu dijaga, namanya (<em>Sopan</em>) Santun.</p>
<p><em>Jangan ngambek&#8230;</em></p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/ada-pisang-susu-dan-rok-mini-nempel-di-tembok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti Kopi, Indomie, Rokok dan Internet</title>
		<link>http://www.mukabantal.com/2010/seperti-kopi-indomie-rokok-dan-internet/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/seperti-kopi-indomie-rokok-dan-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 01:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 4 jam 25 menit. Akhir minggu ini akan menjadi &#8220;Long Weekend&#8221; karena ada libur di hari Senin-nya. Memorial Day, atau kalau di Indo ya dianggap saja kayak Hari Pahlawan. Berhubung masih berjiwa muda, kamu dan aku, pasti gatel kan pantat ini bila tidak pergi ke suatu tempat kan? Libur panjang sedikit, sepertinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 4 jam 25 menit</em>.</p>
<p>Akhir minggu ini akan menjadi &#8220;<em>Long Weekend</em>&#8221; karena ada libur di hari Senin-nya. <strong>Memorial Day</strong>, atau kalau di Indo ya dianggap saja kayak <strong>Hari Pahlawan</strong>.</p>
<p>Berhubung masih berjiwa muda,<em> kamu dan aku</em>, pasti gatel kan pantat ini bila tidak pergi ke suatu tempat kan?</p>
<p>Libur panjang sedikit, sepertinya langsung menjadi suatu kewajiban untuk buang duit dan pergi sejauh-jauhnya dari rumah.</p>
<p><span id="more-1213"></span></p>
<p>Nah, ada teman yang mengajakku pergi ke sebuah puncak (<em>gunung</em>), untuk menghabiskan akhir pekan nanti beramai ramai, dan aku pikir kami akan pergi pagi pulang malem. Ternyata rencananya adalah menginap sampai dua malam di atas sana.</p>
<p>Mendadak aku menjadi ragu&#8230;</p>
<p><em>&#8220;2 malem 3 hari di gunung? Gilak, mau ngapain? Nanam pohon?&#8221;</em></p>
<p>Perasaan malas, khawatir, ragu dan ogah-ogahan muncul, walau aku dengar pemandangan di atas sana bagus sekali. Tapi kok&#8230; sepertinya ada ancaman yang terselubung menantiku di sana.</p>
<p>Akhirnya aku sadar, bukan masalah tempat tidur, jenis bantal, persediaan makanan, uang, maupun transportasi, melainkan&#8230; <strong>Koneksi Internet</strong>.</p>
<p>Untuk seseorang sepertiku yang mulai dari bangun di pagi hari dengan mata bolot, bau jigong, nguap-nguap, merem-merem sambil <em>ngiler (huek&#8230;)</em> selalu langsung menyalakan PC&#8230; hingga larut malam hari&#8230; kalau disuruh bengong di puncak gunung tanpa Internet? <em>Ha ha ha&#8230; ha&#8230; haa?</em></p>
<p>&#8220;<em>Oh ada WiFi kok di tempat penginapannya&#8230; &#8221; </em>sahut temanku di ujung telepon.</p>
<p>&#8220;<em>Oh&#8230; oke lah&#8230;</em>&#8221; timpalku tenang.</p>
<p>2 hari kemudian handphone kembali berdering, mengetahui kalau tempat penginapan di Puncak ternyata sudah penuh semuanya. Akhirnya tempat tujuan kita berubah dari Puncak menuju ke sebuah Danau, <strong>Newfound Lake Region</strong>.</p>
<p>Pertanyaan yang sama kembali kuajukan &#8220;<em>Ada WiFi nya kagak?&#8221;</em></p>
<p>Sambil terkekeh temanku itu bilang <em>&#8220;Octa.. octa&#8230; lu satu hari nggak ngehack komputer orang aja gak bisa ya? Harus ngehack tiap hari ya?&#8230;</em>&#8221; &#8212; (<em>sampai sekarang nggak habis pikir semenjak kapan profesiku berubah menjadi seorang hacker</em>).</p>
<p>&#8220;<em>Iya jelas lah&#8230; penting itu!&#8230;</em>&#8221; sewotku&#8230;</p>
<p>Terdengar bisikan dari belakang telepon &#8220;<em>Udah&#8230; ntar pake HP gua aja, kan juga ada Internet toh&#8230;&#8221; &#8230; &#8220;Ada deh tapi keknya&#8230; ga tau ya, bilang aja ada&#8230;&#8221;</em></p>
<p>&#8220;<em>Iya, iya, ada WiFi juga disana.&#8221; </em>Jawabnya mantab. Padahal jelas mereka semua hanya menebak-nebak, hahaha.</p>
<p>&#8220;<em>Bener lo ya, males gua kalo ga ada Internet</em>.&#8221; Aku berusaha memastikan.</p>
<p>Memang sih, jaman sekarang Internet sepertinya benar-benar sudah merasuk kedalam setiap gaya hidup manusia dengan kadar canduan yang berbeda untuk setiap orang. Ada yang sedemikian pentingnya sehingga tak sanggup lepas walau hanya sehari seperti Kopi, Rokok dan Bantal; atau selama dua hari seperti Indomie Rebus, Indomie Goreng dan Indomie Kriting&#8230; tergantung manusianya <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tetapi, walau aku sekilas seperti seorang pecandu Internet yang parah, aku belum separah mereka yang selalu menggenggam SmartPhonenya kemana-mana, yang bahkan sama sekali tidak merasa aneh untuk bermain Twitter dan 4SQ (FourSquare) ketika buang air besar&#8230;</p>
<p>Berapa lama kira-kira dirimu bisa bertahan tanpa berhubungan dengan Internet? Tanpa kompensasi apa-apa tentunya&#8230; apalagi kalau ngarep dibayar <a href="http://armantjandrawidjaja.wordpress.com/">US$ 1,000,000</a> untuk tidak memakai Internet&#8230;<em> mimpi aja kale</em> <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Anyway, barusan tadi terima telepon lagi, dan sepertinya tempat penginapan di Danau juga sudah penuh! Huahahahaha! Liburan besar Nasional, booking tempat kok mepet-mepet, jelas nggak kebagian dong. Jadi, kami akan berangkat pagi pulang malem seperti yang saya harapkan semenjak awal. 1 hari tanpa internet? Ah gampang&#8230; bisa di atur kalo itu <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </em></p>
       ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/seperti-kopi-indomie-rokok-dan-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
