Tukang Becak Yang Fasih Berbahasa Prancis
- May 28th, 2010 | 5,583 views
- Posted in Sketsa
- Write comment
Seorang pekerja yang sedang jenuh...
Banyak orang yang suka mikir terlalu ruwet. Masalah sepele-pun dipikirkan dengan terlalu canggih yang seringkali malah tambah membuat bingung.
Biasanya orang-orang begini adalah tipe kritis, dan kebanyakan jadi boss, supervisor, manager, yang 90% dari mereka hanya menjual cara bicara yang berkesan intelek dan pintar, walau kadang isinya juga begitu-begitu saja
*no offense*
Sebaliknya, ada orang yang berpikiran lugas, praktis dan simple, dan kadang hanya bisa cengar-cengir mendengar penjelasan ruwet seorang boss yang ruwet seperti di atas tadi, apalagi kalau menjelaskan sesuatu yang salah kaprah… Mau mengkoreksi juga sungkan karena tidak tega mencoreng muka mereka.
Ada orang yang kosong dalamnya, tetapi menjadi sukses karena pandai berbicara. Ada juga yang sangat cerdas dan berbakat, tetapi gugur di tengah perjalanan kehidupan ini.
Kadang sebuah talenta saja nggak cukup. Harus dilengkapi dengan bungkus yang apik supaya memiliki sebuah nilai jual.
Nah, untuk menaikan nilai jual itulah yang susah direalisasikan. Cara bertutur kata adalah kunci utama terhadap penilaian masyarakat kepada kita, walau kadang tercampur aduk dengan basa basi yang berlebihan. Latihan berbicara… kira-kira dimana ya aku bisa menemukan tempat kursus “Mahir Berbicara Ala CEO… ”
Tukang becak pun akan mendapat respek penuh ketika masuk ke Hotel berbintang lima, bila dia bisa dengan tegap dan percaya diri menyapa cewek receptionist dengan fasihnya berlogat Prancis, “Bonjour, madame…”
Ah, aku masih perlu belajar

mau mahir berbicara belajar sama juru kampanye atau nyambi jadi pegawai asuransi heheheheh
bener, bener banget yang kamu tulis, Cara bertutur kata adalah kunci utama terhadap penilaian masyarakat kepada kita, walau kadang tercampur aduk dengan basa basi yang berlebihan.
meskipun sebenernya aku gak pernah suka basa-basi. aku selalu menganggap itu adalah suatu bentuk kebohongan.
Aku lupa-lupa ingat sih artikelmu yang nulis masalah Basa basi = kebohongan itu hehe. Tapi ya, paling tidak, gak sampai separah “menjilat” lah. Itu baru murahan… dan penuh kebohongan ;(
Kadang kekuatan mulut itu memang lebih kuat karena orang slalu senang dengan kesan pertama
Lidah yang manis tetapi tajam… bikin cewek-cewek mabuk kepayang ya Don? Kamu contoh hidupnya, wahaha.
Haha, aku kok berasa membaca curhatan ku sendiri yak. Agak bermasalah dgn cara bertutur, kurang bisa berbasa basi (dan kurang suka juga). Tapi yah..tuntutan dunia, kalo ga ikutan belajar, ntar malah makin tenggelam.
Aku juga sudah mulai belajar buat berbasa basi, at least, tutur bicaranya dipoles supaya terlihat cool dan professional lah… walau aslinya petakilan… huhu…
aku paling ndak bisa kalau disuruh basa basi, senengnya to the point.. hehe.
Nah, kalau dunia menuntut kita untuk belajar berbasa basi karena itu mutlak diperlukan gimana dong?
Uwaaahhh…. Kalah aku sama tukang becak! Biasanya aku cuma ngegodain cewek pake ‘Hai, Cewek~!’ Besok-besok pake bahasa Prancis juga ah! LoL
Hem… daripada dibilang simple, aku mungkin memilih ‘membuat yang ruwet itu menjadi lebih sederhana’, karena otakku gak mampu…
Banyak yang bilang aku orangnya dingin atau gak asik; habis aku mikirnya belum ada kepentingan untuk berbasa-basi kayak gitu, dan alhasil jadilah diriku yang gak pandai berbasa-basi! Mau dibilang apa juga, aku akan pilih diam, tapi keep on working
Lho bentar, kamu itu cewek apa cowok? Hahaha…
Mang di Amerika ada tukang becak ya mas? Hahaha iya selama ini banyak orang omong kosong pikiran juga kosong. Karena itu kita ngeblog untuk meningkatkan pencitraan diri kita, tapi kita harus meningkatkan kemampuan kita.
Ada ada becak disini lah… mau lewat jalan apa? Bisa di tangkep polisi, hahaha…
Anyway, ngeblog memang sangat bermanfaat kok.
wah kenalin dong blue pada ia..heheh
salam hangat dari blue
Salamm.. Ia…
sama… gua juga masih perlu banget belajar…
Belajar yang giat, sukses, dan penuhilah kantongku dengan uang.
para bos dan manager memang dituntut untuk punya communication skill yang okey karena mereka biasanya harus mengkoordinasikan bawahan yang berasal dari bermacam2 latar belakang dan karakter, di mana kesemuanya harus dapat bekerja sama untuk mencapai satu tujuan,
kupikir percuma juga kalo seseorang yang cerdas dan punya segudang ide briliant nggak punya kemampuan dalam menyampaikan idenya dan mengkoordinasikan kepada bagian2 lain, karena dalam bekerja kan kita nggak bekerja sendiri…
Setuju sama mbak Taz… *Tossss*
kira-kira begitu deh.
*penasaran*
Benarkah ada tukang becak yang bisa bahasa perancis?
*cekikikan*
Bener mas….
Tukang becak di Kotak Prancis juga pasti bisa lah berbahasa Prancis, hahaha…
ntah knapa saya selalu menganguk abis baca posting anda..hahahaha
bener bnget nih posting –”
Asak jangan tripping… :O |DJ HEAD
wahhh hebat dong tukang becaknya
Tapi kayaknya ketahuan kok mana esmud2 yg bergaya sok intelektual padahal biasa2 aja krn ditunjang penampilan…
ehhh aq mau dong ikutan kursusnya .. tapi jgn di NY … disini aja BTM… wkekeke
kejauhann…. gimana kalo kita ketemuan aja di tengah-tengah ikut kelasnya…? Samudra Pasific, hahahaha.
Wah.. simple tapi inspiring.. akupun menyadari hal ini. Semua cuma gara gara ahli speaking. It’s all about acting…
correct. Seorang manusia selalu dituntut untuk bisa tampil lebih dihadapan mereka yang kita pedulikan.
kemampuna bahasa ditunjang luwes dalam bicara sering mengesankan seseorang itu smart, meski belum tentu sih. padahal banyak orang sulit mengungkapkan kalimat itu orang yang jenius atau pintar, dan kehilangan banyak kesempatan tampil di muka umum sebagai figur berbakat
Life is cruel yah? … Survive… survive…
c’est la vie
jadi kapan kita ke retoran perancis nih?
EM
Uh, nanti sore gimana? Meet you there at 5:30PM.
Waduh, saya ini tergolong orang paling gawat dalam hal berbicara. ‘Coz otak ma mulut lebih sering cepetan mulut. Biasalaaah, wong marketing
Ntar kalo udah bingung sendiri ngeliat efeknya.
Jadi kamu mengakui nih kalau orang-orang marketing itu ngomongnya gak ada yang bener semua? Hahahaha!
judul artikel jenengan ini sangat jauh dari isinya. tdk ada sedikitpun ceritera ttg seorang tukang becak yg fasih berbicara bhs prancis. sy pikir judul itu harus merefleksikan isi dari sebuah artikel.
mungkin judulnya bisa “nilai jualmu itu, ya basa-basimu itu” atau apalah yg lain. maafkan saya yg mungkin jauh di bawahmu (masih bodoh). ini hanya kritikan saja.
Hehe mungkin juga ya? Aku kalau bikin judul memang sengaja ku bikin aneh sih… tapi selalu ku usahakan ada setipis benang yang menghubungkan judul dengan isinya kok. Itu tukang becaknya nongol kan di akhir cerita sebagai penutup? hehehe. Salam kenal.