Setetes Keringat Untuk Melawan Kanker
- June 6th, 2010 | 568 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal 6 jam 10 menit.
Segerombolan pengendara sepeda melunjur menerobos lampu lalu-lintas tadi siang. Aku menerawang mereka dibalik kemudi dan bertanya “Kok rame banget ya… acara apa toh?”
“Yah, paling biking for cancer atau apalah…” sahut adikku.
Ah… aku berkali kali mendengar berita dan melihat poster-poster bertemakan gerakan sosial untuk menolong korban bencana alam dan penyakit di mana-mana, tetapi aku belum begitu mengerti bagaimana kegiatan ini berfungsi dalam melawan kanker.
Adikku kemudian menjelaskan begini. Jadi ada suatu organisasi yang mengatur kegiatan tersebut, dan mengajukan proposal kepada beberapa perusahaan yang berminat untuk menjadi sponsor. Katakanlah gerakan “Bersepeda Untuk Kanker” — mereka akan menawarkan diri mereka mengayuh sepeda untuk sejumlah sumbangan yang akan mereka berikan untuk setiap kilometer yang mereka tempuh.
Agak berbeda dengan kegiatan sosial bertemakan sumbangan seperti ini kalau di Indonesia sih. Sewaktu di Indonesia aku tidak pernah mendengar program-program seperti ini selain di liputan blog-blog belakangan ini. Dan kata temanku, kalau di Indonesia, kegiatan bersama seperti ini biasanya bukan merupakan penggalangan dana, tetapi lebih ke arah memasyarakatkan pengertian untuk mencegah, mengatasi dan meningkatkan pengetahuan mereka berhubungan dengan penyakit tersebut, dan kadang juga disertai pembagian beberapa souvenir seperti sticker, topi, emblem, bantal maupun kaos.
Mungkin ada sih kegiatan sosial bersama-sama yang dilandasi penggalangan dana, mungkin aku yang nggak terlalu update
Kembali ke para pengendara sepeda yang mengayuh demi sebuah sumbangan, mungkin ada yang menganggap kegiatan ini kok kesannya bertele tele. Kenapa nggak langsung saja meminta sumbangan? Kan pasti banyak yang ikhlas mau memberikan suntikan dana kepada pihak-pihak yang membutuhkan tanpa perlu bikin event-event yang nggak penting begitu?
Awalnya sih aku berpikir sinis seperti itu, tetapi kemudian aku berpikir lagi… Apa salahnya? Manusia adalah makhluk sosial, dan kegiatan sosial seperti ini malah cocok sekali untuk digalakkan, selain menyehatkan, ini juga memberikan benefit terbaik ke dua belah pihak bukan?
Di pihak perusahaan, mereka mendapatkan sebuah tempat untuk berpromosi dan menaikkan pamornya sebagai sebuah perusahaan yang peduli terhadap sosial.
Di pihak penggalang dana, menjadi lebih sehat, merangkul solidaritas yang lebih erat, dan terlepas dari perasaan tidak sedap, seperti di cap sebagai “Pengemis.” =)
Aku berpikir,
Kami memang bukan orang berada, kami tidak mampu menyisihkan uang dari gaji kami, ataupun memiliki waktu luang yang bisa kami berikan untuk menjadi pekerja sosial kepada mereka para korban penyakit dan bencana alam. Tetapi kami memiliki semangat, kerinduan dan doa kepada mereka semua. Kami memiliki kesehatan dan kami bersyukur atas apa yang kami miliki ini. Biarlah kubakar tubuhku ini, dan bila setiap tetes keringatku ini bisa menjadi sesuatu yang berharga untuk dipersembahkan kepada mereka… kenapa tidak?
Nah, kalau suatu saat nanti kalian menemukan kegiatan-kegiatan sosial semacam ini, apakah kalian akan ikut berpartisipasi? Atau mungkin kalian mendapat inspirasi mengadakan acara sendiri seperti ini sesuai dengan bidang, hobby maupun keahlian masing-masing dari kalian? Sekali lagi… kenapa tidak
Kalau aku pribadi mungkin akan mencari sponsor dan mengusulkan ideku yang seperti demikian:
“Aku, dewa bantal, ingin membantu para korban lumpur Lapindo. Berapa banyak yang ingin Bapak sumbangkan untuk setiap jam aku berhasil bantalkan dalam sehari?
“

hmmmm gua mau aja sih ikut… tapi kalo gak bisa naik sepeda gimana dong? hahaha
kalo kegiatannya mbantal, nah itu gua ikutan dah…
Lu gak bisa naik sepeda? Serius lu? :O
“Aku, dewa bantal, ingin membantu para korban lumpur Lapindo. Berapa bapak yang ingin Bapak sumbangkan untuk setiap jam aku berhasil bantalkan dalam sehari?
“
Bapak2:
“Aku mau nyumbang, asal kau mbantalnya di Sidoarjo”
Gpp deh, asal gak ditambahin “di rumah saya” buwahahaha.
jadi inget waktu itu, saya dan kakak saya pagi2 maen ke Ancol.
banyak yang olahraga bersepeda.
kemudian kami sarapan di Pizza Hut.
lah itu rombongan sepeda pada banyak yang sarapan di PH juga.
pesennya ga kira2 lagi, porsi kuli.
kalau udah gitu, buat apa olahraga? kalau toh yang dibakar tidak lebih banyak daripada yang masuk.
cuma dapet keringet dan gengsi doang.
Yaa… topikmu ini tentang acara amalnya atau olah raganya? hahahaha…. Keringetan segar lho walaupun dimasukin lemak baru
Hmmm..
kegiatan semacam itu marak juga diadakan di Australia.
Mereka banyak mengumpulkan uang untuk kemudian disumbangkan di tempat-tempat perawatan penderita kanker dan berbagai macam penyakit berat lainnya.
Kupikir itu memang salah satu “output” dari ke-sosial-an kita sebagai makhluk…
Lapindo? Ah, blame it on Lapindo
Jadi inget ada yang lempar seekor kambing hidup ke lobang lapindo, atas anjuran dukun mereka… hahaha… kambing bok.
baiklah Dewa… aku tersentuh dengan kata-katamu… aku jadi lebih menghargai bahwa menunjukkan empati juga berharga… paling tidak berharga bagiku bahwa tulisan ini telah menyentil keegoisanku… halah… halah… salam dari dewa ngelindur… hahaha
Wahai temanku yang lama telah terhilang…. memang egois dirimu, dahulu kamu terjaga dari linduranmu di pagi itu, asal minggat tanpa pamit… sekarang bagaimana sekiranya kabarmu di mana saja itu…?
wahhhh kamu nyeleneh, tapi oke juga nih …
sapa tau aja, nanti bisa bikin acara kek ginian…
btw niatmu terpuji juga, jangan hanya mbantu di sidoarjo doang, coba nanti ke gaza palestina, mbantal disana, biar sekalian di bom, heheheh bcanda bro….
Bantal makin di bom makin nikmat lho rasanya
aku ikut aja deh..*
*
kalau sempat dan lagi semangat hehehehe
Ikut opo hayo? :O
“Aku, dewa bantal, ingin membantu para korban lumpur Lapindo. Berapa bapak yang ingin Bapak sumbangkan untuk setiap jam aku berhasil bantalkan dalam sehari?
“<————-cobak ditranskrip dalem bentuk proposal resmi, terus dikirim ke PT LAPINDO BRANTAS, kan siyapa tau mereka mau jadi sponsor buat kegiatan sampeyan itu.
Hahaha… dicari perwakilan bantal corporation Indonesia, bagian Timur Jawa
‘..berapa BAPAK yang ingin..’ ini memang pengen ngetik ‘bapak’ ato ‘banyak’??
Hehe, kayaknya bisa tuh ngajuin proposalnya ke perusahaan bantal ato kasur. Terus judul postingnya berubah jd ‘setetes iler untuk penderita kanker’ :p
ADUH JADI MALU, HUHUHUHU. Sudah dibenahi, terimakasih atas koreksiannya
Setetes Iler…. wakakakaka. Masalahnya iler ku lebih mahal daripada walet, jadinya… aku telan lagi
solidaritas kamu tinggi juga ya
iya bener lama kelamaan lumpur lapindo bisa makin luas
Semoga saja pulau Jawa nggak tenggelam melainkan bertambah luas… hahaha (ruwet)
Kalau saya punya dompet yang tersambung dengan ruangan 4 dimensi sperti punya Bakeru-kun yang bisa memngeluarkan uang tak terbatas, saya rasa saya akan menyumbangkannya untuk kegiatan sosial.
Dengan kata lain… “Adalah Mustahil kalau kamu mengira aku akan menyumbangkan uang untuk kegiatan sosial…” ? HAHAHAHA!
Hehehe… bukan gitu juga lah Mas… Ahahahahah~
Asal jelas penggunaannya untuk siapa, untuk apa, dan ada laporan pertanggungjawabannya, ga ragu lah saya untuk membantu meskipun cuman sedikit.
Aku tau kok kamu orang baik
apapun yang dilakukan yang penting memberi dengan iklas…..
tapi klao dipikir-pikir ide sampean iku sing paling enak yo?
Aku kan pinter, makane mikir seng paling huenak nggo awak’e dewe, dan paling huwenak nggo liyane
hmmmm
kalo di Indonesia gini, minta duit sama sponsor, dapet 50% buat disumbangin, 50% buat pesta pembubaran panitia. hihihi
yang aku liat sih, emang dari sononya orang kita orang indonesia mau dapat duit tanpa perlu susah payah berbuat sesuatu. Tapi mau bersusah payah jika ada reward paling sedikit nama baik dan ketenaran.
EM
Yaa… jiwa sosialnya ya yang kurang? Ketika sebuah non-profit organization is nothing but profit. >_<
Bukan duit sih yang jadi masalah, tetapi visi mereka aja, masih tetep berjalan atau tergoda korupsi sana sini.
kalau ide dewa bisa diterima. pasti bakalan ikut nih gua.. hahaha..
Terima kasih atas dukungannya
wah kirain niat beneran mau adain acara amal2 kyak gitu…taunya mbantal..hihi..Boleh juga ya idenya, bisa dipraktekin tuh nanti kalo diriku dah pulang ke jogja..sipp…
Btw pernah liat berita ada anak perempuan dia terkena penyakit tidur akut. Sekali tidur bisa berhari-hari ga bangun..wihh,,ngeri banget ga sih. Mas Bantal gt ga ya? rekor mbantal paling lama berapa jam tuh, hehe
Sekitar 30 jam. Tewas habis begadang 3 hari 2 malam di puncak gunung, hahaha… capek abis e_e
wedewww…gile bener..satu setengah hari lebih bok! daftarin ke rekor MURI bisa tuh kayaknya..
cuma numpang lewat..mampir ke rumah baruku yaawww..hehe
acaranya kreatif, menguntungkan kedua belah pihak. Kalau di sini kan biasanya hanya bersifat seremonial.
BTW, aku tiap hari ngegowes 4 km PP, ada yang tertarik mengkonversikan ke sumbangan??? Dewa Bantal mungkin berminat?? silakan transfer ke paypal saya
Langkahi dulu bantal saya…
wah ide yang terakhir saya kurang setuju tuh
Lah kenapa, kan enak?
wah, sulit tuh dapat promosi kalo kegiatannya mbantal… haha
Promosi apaan nih?
Mbantal Bareng galang dana buat beli bantal, nyumpel kawah Lapindo. Mantep tuh~
Hahaha… ya ndak bisa to ya… bantal kan merembes airnya
Riri piye toh…
wah dah lama gak berkunjung boss, aku feed ke-email ya, biar gak ketinggalan hihihi…
aku mau ikut kalo seru2an gitu
tapi lumpur lapindo gmn cara nolongnya ya?
doain aja dah hahaha
Lha.. masuk ke spam, hiahahaha.
Makasih ya udah ngefeed… Blog mu juga di google reader sekarang jadi Full view. Gitu dong… dari dulu kek :d
Masalah Lapindo… itu di komen sebelumnya ada yang ngasih ide, beliin bantal banyak2 buat nyumpel lubangnya
HAHAHA!