Sebuah Hukum Yang Melindungi Niat Baikmu

Semalam aku mbantal 10 jam 30 menit. Masih pilek aja.

Kemarin aku mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas pelatihan CPR and First Aid di tempat kerjaku. Selama 8 jam, banyak hal-hal baru yang kupelajari disana, mulai dari apa yang harus kita lakukan pertama kali kala sebuah kecelakaan terjadi. Bagaimana memberikan pertolongan kepada mereka yang cedera, yang histeris, yang pingsan, yang gak bernafas, yang tersedak (choke) dan lain-lainnya.

Ada satu hal yang paling penting, dan harus diingat setiap kali kita hendak menolong seseorang yang tidak kita kenal: permintaan ijin.

Kalau korban tersebut masih sadar dan bisa diajak bicara, kita diharuskan mendapat persetujuan dari korban untuk menolong dia. Soalnya kalau tiba-tiba kamu asal nyelonong dan langsung meraba-raba, apalagi kalau korbannya adalah seorang gadis, bisa-bisa bukan ucapan terima-kasih yang didapat melainkan polesan sepatu dan hukuman penjara atas tuduhan pelecehan seksual (serius, bisa terjadi), atau malah dihajar masa… Lain halnya kalau si korban itu pingsan, kita bisa langsung memberikan pertolongan pertama.

Tetapi di realita, berapa banyak diantara kita yang memutuskan untuk cukup menjadi seorang penonton ketika seseorang tiba-tiba pingsan di tengah jalan? Ketika seseorang di hajar preman? Atau ketika seseorang habis ditabrak mobil dan berlumuran darah? Kira-kira apa yah yang menahan tangan kita untuk mengulurkan pertolongan kepada mereka? Perasaan rancu, praduga, was-was, takut, dan juga sebuah tanggung jawab yang membebani ketika terjadi sesuatu yang lebih serius.

Dari sekian banyak alasan itu, satu yang ingin kutulis adalah tentang sebuah tanggung jawab. Apa yang terjadi kalau orang yang kita tolong itu bertambah parah ataupun meninggal di tempat setelah kita berusaha menolongnya? Walau kita sendiri tahu kalau itu bukan kesalahan kita, mungkin si korban sudah terlalu banyak kehilangan darah, tetapi apa ya orang lain terutama pihak keluarga bisa menerima hal ini begitu saja? Pasti selalu mencari biang kesalahan… Bisa saja kita disalahkan dengan berbagai macam alasan :)

Aku gak begitu tahu ada atau tidaknya di Indonesia, tetapi di USA ada yang disebut Good Samaritan Law. Sebuah hukum yang dibuat untuk melindungi mereka yang memiliki inisiatif baik untuk menolong mereka yang sakit atau cedera dari segala tuntutan. Sebuah hukum yang mendukung kita menolong sesama tanpa rasa bimbang, dan hukum ini keren sekali menurutku.

Sebuah hukum yang mendukung kesadaran moral dan tanggung jawab, menyentil sebuah nurani di dalam sosialisasi manusia yang semakin hari semakin dingin dan pekat ini.

Dengan sedikit pengetahuan dasar yang kupelajari kemarin itu, termasuk mengerti gejala-gejala awal serangan jantung, stroke, alergi dan sebagainya, mungkin suatu saat bisa berguna, atau bahkan bisa menyelamatkan sebuah nyawa… siapa sih yang pernah tahu apa yang bakal terjadi? :)

Tentu saja hukum ini hanya berlaku bagi mereka yang mengerti apa yang mereka lakukan… Paling tidak mereka yang menerima pelajaran dasar, seperti aku, walau hanya selama 8 jam (dapet kartu license-nya lho), itu sudah berada dibawah perlindungan Good Samaritan Law ini. Nggak lucu kan kalau ada yang berusaha memberi napas buatan, bukannya ditiup tapi malah disedot (wakakakaka!).

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to Reddit Post to StumbleUpon

  1. waks, kalau aku langsung bantu. masa tu orang sekarat minta izin dulu, meskipun sadar. tp gpp, minta izin dulu deh, disetujui apa gak, tetap dibantu. secara niatku tulus hahahha

      • Dewa Bantal
      • March 5th, 2010 11:25pm

      Eh nggak boleh lho. Kalau orangnya menolak bantuan, kalo disini, kamu nggak boleh membantu (tetapi tetap bisa telepon abulance / polisi), kecuali kalo orangnya pingsan, atau sekarat dan gak mampu berkomunikasi dengan kita.

      Misal kamu memaksa membantu, kamu bisa dituntut dalam pelanggaran “legal assaulting” :-( memang agak susah disini, makanya banyak perkara tuntut-menuntut kan di pengadilan.

      • keburu mati dong tu orang. kasian juga ya, kebanyakan hukum hehe

          • Dewa Bantal
          • March 6th, 2010 12:44am

          Haha ya begitu deh, soalnya kita juga nggak punya otoritas untuk itu, bukan tim medis, nurse maupun dokter :)

    • tea
    • March 6th, 2010 1:23am

    jaman jalur transjakarta lagi dibangun,,byk bgt kecelakaan lalulintas,,terutama yg menimpa pengendara motor,,gimana gak,,klo jlnan gak rata, disana sini galian trus tau2 ada tumpukan material..
    pas otw ke grj pagi2,,di lampu merah harmoni-tanahabang,,tyata ada kecelakaan mtor,,korbannya seorang anak muda,,masih sadar,bisa duduk tapi kepala,mulut udah penuh darah dan mengucur,,dia dibantu oleh seorang bapak yg lagi nongkrong di pinggir jalan. Sempet heran,,kok ya banyak pengendara kendaraan yg lewat tapi gak ada satupun yang mau berhenti buat nolongin,,yah,,mungkin bener,,pada takut ambil resiko kalo ada apa2 nantinya..
    Menyingkirkan semua keraguan,akhirnya aku tawarkan bantuan nganter ke rs,,dia cm bisa angguk2 gemetaran krn darah masih terus ngucur dari kening+mulutnya..
    beruntung si bapak yg tadi itu baek,,motor tu anak diurus ama dia..didorongin ampe ke rs..(untung juga rs-nya deket banget)
    deg2an juga sih,,krn waktu itu aku bawa mobil sendirian pas ga ada temen jg^^
    sampe di RS,,dia langsung masuk ugd,,ga lama ortunya dateng,, sempet mengira kalau aku yang nabrak ;p
    untunglah si dokter menjelaskan..

    finally dia terselamatkan,,tapi helm-nya yang penuh darah ketinggalan di mobilku,,(baru sadar ada helm ketinggalan setelah bbrp jam meninggalkan rs) krn aku ga tau kemana harus balikin itu helm,,akhirnya ku buang aja deh hahaha,,

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 1:47am

      Haha… tetap mulia hatimu mau mengantarkan dia kerumah sakit. Bangga aku menjadi temanmu :)

  2. beh, keren banget tuh Good Samaritan Law. di Indonesia mana ada kayak gt, yang ada mah sudah jatuh ketimpa tangga pula, banyak yang kena musibah, tapi justru diperparah, seolah-olah membantu padahal kian memperpayah, meski banyak juga sih yang tulus ngebantu, aku salah satu yang tulus itu. hahaha..

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 1:48am

      Iya, perlu hati-hati juga buat mereka yang maunya membantu…. “membawakan” dompet dan tas si korban :)

    • DV
    • March 6th, 2010 3:00am

    Hehehehe, aku juga pernah mengikuti pelatihan semacam ini di Indo dulu. Waktu itu aku baru tau bahwa ternyata banyak korban kecelakaan yang meninggal justru pada saat (karena) ditolong karena mereka yang mengalami kerusakan tulang leher dan sekali angkat (untuk digotong) malah mengakibatkan tulang leher patah sama sekali alias mati…

    Di sini, Australia, menolong orang juga kadang menyeramkan. Aku lebih senang bertanya dulu “Are you alright?” sebelum asal nyelonong untuk nolong…

    Istilah kata, nulung kepentung…:)

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:40pm

      Gimana kalo jawab mereka “I’m allright…” tapi darahnya ngocor terus dari kepalanya? Hahaha… :CALL 911 ! *nomer UGD di aussie entah berapa.

    • Ica
    • March 6th, 2010 3:34am

    Iya sih… banyak yang hanya jadi penonton. Entah karena bingung, takut dituding, tidak punya ilmu pertolongan pertama atau bahkan nggak punya hati nurani hehehe
    Sip deh artikelnya…
    sepertinya Good samaritaw Law bagus tuh :)

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:41pm

      Iya, walau mungkin bakal panik ketika harus berhadapan langsung di TKP, at least ada bekal lah. Kalau nggak lupa…

  3. aku belum pernah ikut pelatihan semacam itu. dulu zaman masih sekolah juga nggak pernah ikut aktif di pelayanan UKS atau PMR, atau semacamnya. sebenarnya hal2 seperti itu penting ya buat diketahui masyarakat. tapi rasa2nya, di sini kok jarang banget ya ada pelatihan spt itu? atau mungkin aku aja yang nggak tahu. tapi kalau lihat ada kecelakaan di jalan, rasanya aku nggak berani nolong deh. aku takut lihat darah. rasanya bisa kliyeng2 gitu deh. lha kalau pas nolong, justru aku yang pingsan gimana dong?

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:42pm

      LOL, maunya nolong, malah nambahin jumlah korban jiwa, hiahaha. Ya kalau begitu memang lebih baik jangan. Bantuin nelpon ambulance / polisi juga penting.

  4. Wah aku baru tahu kalo mo nolong orang pun mesti ijin juga ya.. kalo orangnya uda pingsan gitu, gimana minta ijinnya ya :p

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:43pm

      Seperti yang sudah kubahas diatas kok, harus minta ijin kecuali korbannya pingsan atau terlalu panik untuk diajak bicara.

  5. bgus tuh om….
    setujuuuuuuuuuu………

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:43pm

      Stuju jugaakkkk *cheers

    • Tazz
    • March 6th, 2010 10:34am

    saya biasa bantu dalam doa..dan juga bantu memaki dan mengumpat dan mengomel kepada apa dan siapa yang kira2 salah :)

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:44pm

      Oh iya sampe lupa. Ngumpat si penabrak lari, penting juga tuh. “Keadilan” harus diterapkan! lol, apa seh?

  6. Apakah kalawo pingsan juga harus minta ijin mas? :lol:

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:44pm

      haduh nanya lagi. Kalo pingsan, bisa langsung tolong.

  7. Di Indonesia harus ada ketentuan hukum pasti seperti di Amrik, biar orang tidak merasa ragu saat harus menolong seseorang :P

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:47pm

      Bukan hanya hukum juga sih, pelatihan pertolongan pertama juga kalau bisa disetiap kelurahan diadakan aja sekalian :)

  8. wah serem jg ya…bener sih kalo mau nolong orang kita harus punya ilmunya, klo ga bisa kejadian orangnya bisa makin parah or malah meninggal. duhhh..tapi di jogja biasanya kalo ada kecelakaan di jalan orang2 segerombolan langsung dateng dan nolong. .

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 10:48pm

      Iya sih, niatnya baik, tapi mendengar kalimat “segerombolan menolong” itu kok langsung terkesan mengerikan yah… haha. Merasa seperti “dihajar” masa xD

  9. kl urusan dgn seorang gadis, biarlah saya yg beri napas buatan.. *eh* :lol:

      • Dewa Bantal
      • March 6th, 2010 11:10pm

      LOL pasti nggak ditiup2 tuh ntar, malah dirasa rasain… dasar.

  10. kalo dah sekarat di jalan tapi ngak ditolongi juga kok kesannya tega amat. anggap aja kita ganti posisi dgn org itu, pasti gimana… rasanya

      • Dewa Bantal
      • March 8th, 2010 8:22pm

      Hehe, makanya mari kita belajar ilmunya, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama… (gaya pak Lurah bener aku ya…) xD

  11. waah berat ilmunya

      • Dewa Bantal
      • March 8th, 2010 8:23pm

      eh? brapa kilo emang? D:

  12. hmm…kesadaran ini yang harus mulai kita tumbuhkan bersama.

      • Dewa Bantal
      • March 8th, 2010 8:23pm

      Bener pak :)

  13. kapan indonesia juga punya Good Samaritan Law,
    kali aja ntar gue nemuin kejadian di jalanan, seorang cowok cakep pingsan trus butuh bantuan gue, heheheheheh………….pada dasarnya kalau punya niat baik mau nolong, Tuhan juga tau kok apa yg kita perbuat, yah semoga aja nggak terjadi yg namanya udah jatuh ketimpa tangga, ketumpahan cat, dimarahain majikan kena pecat dll kayak yg dibilangin tumik heheh

      • Dewa Bantal
      • March 8th, 2010 8:25pm

      Iya, nyebelin juga ternyata banyak orang yang nggak tau berterimakasih lho… udah ditolongin, tau2 nuntut… ini itu ini itu.

      Apalagi tau2 dateng, lapor “Dompet gua hilang abis ditolongin si XX” ;-( pdhl pegang pantatnya aja kagak.

  14. wakakakak! ya langsung bantu lah korbanya, masak dibiarin sekarat gitu! kalo misalnya darah korban terus ngalir dari kepala????? kan burur – buru mati tuh korban sebelum diselamatin!

      • Dewa Bantal
      • March 8th, 2010 8:26pm

      Satu lagi pertanyaan ini, hahaha x_X

  15. Gut Lak, utk abang muka bantal.
    :D

    dan salam kenal.

      • Dewa Bantal
      • March 8th, 2010 8:26pm

      Makasih Den… :) Salam kenal juga. Nanti aku main2.

  16. Sepertinya di luar sono uda rutin ya diajarin primary survey untuk masyarakat umum (di lingkungan kerja). Kapan nih di Indonesia kayak gitu…

    Belum sembuh juga pileknya? Ga manjur nih…

      • Dewa Bantal
      • March 8th, 2010 8:27pm

      Udah sembuh kok Ded, haha, ini tulisan udah 4 hari lalu yah. Manjur kok itu.. PSEUDO ato PHENYL nya hehehe. Merci!

  17. wah, kayaknya yang begini mesti ada di Indonesia, karena kenyataannya kita memang sering ragu untuk menolong seseorang yang mengalami kecelakaan di khususnya di jalan raya.

      • Dewa Bantal
      • March 12th, 2010 11:53am

      Iya, walau banyak keraguan. Tapi sebetulnya kita secara hukum nggak diwajibkan menolong kok. Kalau ragu memang sebaiknya jangan :)

  18. kadang yang bikin ragu karena sekali bergerak kita harus menuntaskannya, padahal untuk sampe tuntas kan kadang ruwet dan mbulet. tapi memang paling sebel kalo ada kejadian trus orang berkerumun… untuk jadi penonton!

      • Dewa Bantal
      • March 12th, 2010 11:54am

      Yep, itu salah satunya. Dan itu memang benar. Kalau kamu memutuskan menolong, kamu harus memang berniat sampai akhir, atau sampai pihak yang berwenang mengambil alih, contohnya tim paramedis :)

      Buat yang berkerumun, orang yang sadar diri, nonton nya dari jauh…. >.<

  19. hmmm

    memang aku juga selalu diberitahu suamiku, bhw di Jepang lebih baik “jangan sentuh” jika tidak punya license. Tapi di Jepang kalau kita telepon 119 langsung datang sih, dan cepet. Berbekal wiki ttg good samaritan law, aku baca bhs di Jepang ada juga ternyata law nya, cuma pada pelaksanaannya kurang diperhatikan. Perlu dibaca lebih lanjut nih :D

    EM

      • Dewa Bantal
      • March 19th, 2010 11:53pm

      Iya bener, kalau gak punya license memang lebih baik jangan, mending membantu mengurangi kepanikan, dan bantu telpon 119 secepatnya.

  1. No trackbacks yet.