Positive Thinking Atau Goblok?
- March 15th, 2010 | 1,100 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal 4 jam 45 menit.
Positive Thinking. Paling sering digembar-gemborkan orang kan? Memang baik kalau kita selalu bisa berpikir dan bertindak positif di setiap waktu. Tetapi sangat disayangkan, banyak orang yang ternyata salah memahami kalimat tersebut. Mungkin nggak seluruhnya salah sih ya, melainkan pemahaman yang hanya sebagian saja.
Tulisan ini terinspirasi dari hastag twitter minggu lalu, #stoppembodohan.
Seringkali pengertian Positive Thinking ini tercampur aduk sama pengertian Nekad!
Nekad! Kita jadi nggak bisa melihat, menimbang dan merencanakan solusi untuk menghadapi semua resiko dan tantangan. Menghadapi tantangan dalam dunia bisnis dengan saingan yang semakin ketat, lahan bisnis penjual warung di pinggir jalanpun semakin penuh sesak.
Akhirnya si Parjo memutuskan untuk meminjam $10,000 untuk memulai bisnisnya, jualan Nasi Campur di pinggir kuburan. Sepi dari saingan, untuk mencari market sendiri dan sekalian branding katanya.
Nekad! Kita terlalu berharap kepada keberuntungan dan keajaiban. Berharap ada seorang tukang jaga kuburan yang mencicipi betapa lezat Nasi Campur si Parjo, dan diharapkan pada akhirnya berita lezat dari mulut ke mulutpun mulai beredar di komplex sekitar kuburan.
Nekad! Pengertian bekerja dan berjalan dengan Iman jadi porak-poranda. Hadapi semua dengan Iman katanya. Biar warung si Parjo akhirnya jadi tempat dugeman para kuntilanak, pocong, drakula, batman sama spiderman, perlindungan dari yang Maha Kuasa pasti ada! Jangan takut, maju terus!
Nekad! Nggak pernah sadar kapan harus menyerah. Sampe warungnya bau pesing kencing gendruo, duit kas habis digondol tuyul, gosip sinting dari penduduk setempat, katanya bukan pake daging ayam tapi daging mayat…
Nekad dan Bodoh! Hingga akhirnya harus digebuki tukang penagih hutang, gulung tikar sampai dipaksa jual kemben buat menutup duit pinjaman; tetapi masih tidak merasa gagal. Merasa bahwa usahanya kemarin itu hanyalah keberhasilan yang tertunda…
Dengan semangat baru, senyum terbesut di wajahnya menyambut mentari pagi, Parjo mengumpulkan lagi keberaniannya meminjam duit, untuk buka usaha ternak jangkrik di Glodok Plaza.
Ancur….
Sering karena dibutakan iming-iming dari kesuksesan, yang akhirnya maju tanpa rencana dan hanya dengan yang katanya Iman itu.
Iman itu yah, terlalu luas untuk dibahas, dan aku juga bukan ahlinya untuk membahas hal ini.
Hanya saja kalau disederhanakan, menurut pendapatku lho ya, dalam lingkup agama Kristen, Iman itu bukan sesuatu yang diberikan atau dianjurkan oleh orang lain bahkan Pendeta sekalipun. Bukan berati kalau di gereja Pendeta kita bilang “JANGAN TAKUT! Dengan Iman, percayalah bahwa kamu akan diberkati!” — terus berati itu seperti suara Tuhan yang ditujukan langsung kepadamu, meyakinkan kalau rencanamu buka bisnis Striptease disamping gedung SMP pasti sukses. Dibakar iya… ngajak perang itu namanya.
Jangan hanya dibutakan oleh kenekatan semata dan berharap suatu keajaiban pasti terjadi — Tetapi ujung-ujungnya mengecewakan karena kebodohan kita sendiri yang hanya berdoa untuk kesuksesan, kekayaan dan kelancaran ambisi pribadi kita.
Entah sudah terlupakan atau tidak, masih ada nggak ya para pengusaha dan pekerja yang masih ingat untuk meminta satu hal terpenting selain keberhasilan dari Tuhan, namanya hikmat dan kebijaksanaan di dalam setiap doa mereka? Jangan asal lompat kalau ketemu jurang…
Atau malah nggak pernah doa sama sekali nih? *ajleb ajleb ajleb*
Belajarlah dari kesalahan si Parjo
Oh iya, jangan lupa juga satu hal yang gak kalah pentingnya. Ketekunan!
Bukan bermaksud sok beragamaaaaaaaa…. hanya pemikiran pribadi.
(Sori JO kalau kamu membaca tulisan ini, hanya kebetulan pake namamu. Sumpah!)

very good thinking… gua setuju ama lu.
unsur yang menunjang keberhasilan itu emang bukan cuma 1. positive thinking itu perlu, berdoa itu perlu, tapi otak dan usaha juga perlu…
Astaga cepat bener komennya tiba2 nongol, hahaha…
Iya, setuju juga. Kadang ada orang yang business plan nya bener2 gak masuk akal, jelas banget kalau repot, gak mungkin lancar, susah diterapkan, tapi ngotot terus dengan alasan “I’m a risk taker!”
Why should we learn in hard way? No actually, they never learn >.<
Persoalan utama sebenarnya bukan antara “Positive Thinking” vs “nekat” tapi lebih ke “Nekat” dan “Sikap Pasrah kepada Tuhan”.
Kita kadang salah menilai “Janji Tuhan” tentang berkat dan anugerah. Banyak orang menilai asal kita nekat maka semua itu kita dapat. Kita lupa bahwa akal dan budi kita ini juga berasal dari Tuhan, well-installed di dalam tubuh kita supaya kita bisa mencapai berkat dan anugerah yang disediakan kepada kita…
My two cents..!
Your two cents itu juga bener banget hehe.
Mungkin aku yang sedikit kebawa dengan tulisanku, tapi persoalan utama ku sih tentang Positive Thinking nya itu yang kadang gak disertai dengan akal sehat… :O dan anugerah.
yang saya tau paijo biasa berutang pake rupiah, bukan dollar
berpikir positif itu perlu, memasang target yang terukur juga perlu, tapi ada satu hal yang ndak boleh dilupakan juga, mengukur potensi diri, biar tau kalo target yang terukur tadi memang masih dalam jangkauan. saya menyebutnya realistis.
Haha, Parjo pun telah go Internasional?
Iya bener maksudmu. Harus sadar sama ukuran diri sendiri. Kalau aku contohnya, cuman bisa Photoshop tapi berani ngelamar jadi animator 3D effect di Hollywood.
yup betul!!!!! pikiran toh tetap pikiran, seberapa positif pun, kalau g ada ilmu jangan harap bisa sukses
He eh, walau ada ilmu dasar juga, …. kadang sesuai atau tidaknya dengan bakat kita sendiri itu harus dipertanyakan juga.
Parja perlu sedikit mencuri ilmu dari orang padang juga: cari tikungan tempat orang berlalu lalang, baru buka warung makan di situ. Jangan malah di sebelah kuburan, hehehe…
Haha, aku doyan banget nasi Padang. Makan cukup 1x sehari, kenyang sepanjang hari xD
Bener juga, nekat ma positive thinking atau optimis tu bedanya emang setipis kertas. Hmm..yang tau ya kita yg menjalani mungkin ya, kalo suruh men-judge juga ga bakal ngaruh
Karena sifat dasar manusia yang “semut di seberang laut nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak” — makanya keberadaan seorang partner atau sahabat itu penting, buat saling berbagi pendapat dan nasehat
asal jangan sama2 keras kepala hehehe.
parjo kok nekad banget, kalo bisnis perlu juga perhitungan jangan hanya nekad dan positif thinking aja
Haha tokoh parjo ini dibikin film singkat 20 menit rasanya asik juga nih xD Petualangan bisnis si parjo wahaha.
nekad banget sih parjo ini?
“ketekunan”, di ending artikel ini aq menemukan klimaksnya. setuju banget!!!
Iya asal jangan lupa tapi juga harus tau kemana tujuan kita menekuninya. Coba kalo parjo terus tekun di kuburan… kira2 gimana ya endingnya? xD — bisa sih mungkin ada keajaiban… semua setan bisa menyantap masakan si parjo, akhirnya jadi langganan hahaha.
siapa si “JO” itu…
Adalah si Parjo, tokoh fiktif buatanku, tidak berhubungan sama sekali dengan kejadian nyata, tak lebih dan tak kurang hahaha.
cobain nglamar di hollywood jadi cleaning serpis, opis boy,ato kohii maker, mungkin peluang ketrima lebih tinggi
yang penting masuk dulu ke studionya, trus kan sambil nyapu2 bisa ngintip2 dikit behind the scenenya
Itu baru kreatif… hahaha *sip?*
positive thingking emang perlu…tapi tetap harus curiga dan waspada….ohya satu lagi perencanaan juga perlu kan…. ??
kalo paijo mah dodol abis tuh…sayangkan dollarnya dibuat bisnis nasi campur…heheh……nekad..nekad
salam kenal
Salam juga
— mungkin juga ada saatnya kita itu perlu berpikir negatif. Menerima kalo ada sesuatu yang kita itu nggak sanggup lakukan, and that’s totally fine!
Jadi inget film 500 Days of Summer during the ending…
“You want this cat to jump off the building? You said he can do it? It’s stupid! It’s suicidal!”
bener

hikmat dan kebijaksanaan itu lbh penting dari pd minta sesuatu untuk memuasakn ambisi kita
dua jempol buat muka bantal
empat dong, masa 2 aja nih?
hehe
Positif thinking itu kaitannya tentu banyak dengan apa yg ada di tubuh dan kepala (otak) kita. Menurut saya, tidak ada orang yg salah mengartikan postive thinking. Buat kita mungkin dia itu “nekad”, amburadul dan serampangan, tapi buat dirinya itulah yg namanya positive thinking, karena dia melewati beberapa tahap utk meningkatkan kepercayaan dirinya sehingga bisa keluar positif thinking.
Iya sih, kalau dipandang dari segi idealisme masing2 kepribadiannya, memang nggak ada yang benar dan yang salah ^^;
itu sih pola pikir nya orang tersebut.
positive thinking selalu dianggap bahwa selama dia berpikir positif maka hasilnya akan baik dengan mengabaikan berbagai faktor..
btw, di jakarta deket rumah kakak gua, ada tuh jualan nasi goreng persis didepan komplek kuburan (depan pagernya persis).
dan rame looh.. bahkan kuburannya jadi terang benderang dipasang lampu sorot.
entah nama penjual nasi gorengnya itu Parjo atau bukan.
Hahaha! Ya itu berati bukan parjo nya yang salah, tapi kuburannya xD –
Kuburan pake pager, berati kelihatan kuburan yang terawat, di dekat kota dan gak angker yah? hehehehe.
wtf…..wkwkwkkw
masih aja tetep dudut…..
test pake ubuntu sayah
Yah kamu, mampir2 kok cuman begicuih doang…. *tendiang*
Kapan mau ber OB ria lagi? Bungkusin 1.
positive thingking tanpa rencana emang sepertinya cari mati..
jadi, pilih yang mana?
umm, tapi udah pernah ntn “Yes Man”? nah,, itu kebalikannya. dan berhasil..
*mbingungin pagi2*
Aku udah nonton YES man juga, lucu banget
Tapi nggak bisa dibilang berhasil juga lho, endingnya, tetap mengakui, si Professornya bilang waktu di rumah sakit (jadi korban lol) kalau semuanya tetap harus dipertimbangkan dengan hati, otak dan pengetahuan
berarti, mesti pake akal sehat juga kan?
Yes sir, that’s absolute.
Haha.
Asli, tulisan ini dalam tapi kamu berhasil membawa pembaca jadi tertawa dalam banyolan yang renyah. Thanks for bringing this topic. Kadang orang bilang musti mengimani padahal sejatinya mereka sekadar nekat dan tidak memiliki perhitungan yang matang.
Iya, ada beberapa faktor yang kedudukannya itu harus saling mengiringi, bukannya saling menggantikan atau mendominasi >.<
Contohnya suami istri.
positive thinking sering menjadi alasan jika gagal… dengan anggapan bisa belajar dari kegagalan, kenapa kok bisa gagal. Lalu mungkin dengan gagal ada jalan yang lebih bagus.
Tapi semuanya itu hanya bisa dianggap sebagai positif thinking jika BENAR-BENAR thinking!!! Pake OTAK! Kalau cuma mengandalkan togel dan mbah dukun mah, namanya bukan THINKING…namanya GOBLOK bin DONGO hahaha
EM
Haha… Coba main poker berbekal positif thinking doang, pasti isinya ngebluff2 gak karuan, terus bankrut lol…
Positive thinking kalau tidak diimbangi dengan hikmat yang baik, hasilnya akan kacau.
Ini sudah pernah juga saya singgung di sini:
http://ravimalekinth.wordpress.com/2010/02/05/optimis-berpikiran-positif/
Sip deh, hehehe. Thanks referencenya.
entah karena kamu juga makin keranjingan komen atau rakus bercerita, yang komen ke blogmu kian bejibun. Iman ato Aminkah yang menuntunmu Ntal? hehe
Haha, mungkin kedua2 nya benar sih. Aku memang sering dan hobi baca2 blog orang kok. Yang menuntunku? Semangat dan cinta berbagi dan belajar hehe (Jawaban Miss Universe bener).
ssegala sesuatu memang harus dipikirkan dahulu…jika memang harus berbisnis, maka survei kecil2an kayaknya memang harus,..biar tidak dikata nekad tadi..hehe
Begitulah hehehe.
1.Judulnya keren
2.Tulisannya keren (padahal isinya sama cuma A-Z hurufnya…
)
3.Bener banged, sama kek sabar kek nya… sabar ma bego’ beda dikit
yang pasti kalo menurut QK semua itu ada batasnya.. sabar pun ada batasnya… berpikir positif pun harus ada waktunya…
) kalo sudah waktunya gulung tikar ya tikarnya jangan di gelar terus… kekekke… mending langsung di gulung terus pindah tempat dah… alih” profesi gitu.. hehe
belajar dari si Paijo… (sory Jo, ikutan ngebahas
4. doch ngemeng apa aja toh si QK iki… aneh…
5. Cukup sekian dan terima kasih dah… maap kalo kagak nyambung… nulisnya sambil emosi sich..
HIDUP!!! ^_^
HIDUPP! Salammu kusampaikan sudah kepada si Jojo.
Bagus bgttt.. Ini emg artikel yg gw cari” saat ini. Thx. Sgt mjadi berkat!