Persahabatan Kecil: Untuk Selamanya
- April 5th, 2010 | 1,016 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal gak beraturan, guling sana, guling sini, tidur jam 6 sore bangun jam 8 malem, mbantal lagi jam 11, ga bisa merem sampe jam 1, kebangun lagi jam 2, melek sampe 2.45, mbantal lagi sampe 3.20, bangun deh… mandi terus berangkat kerja >.<
Mbantal berapa jam tuh jadinya? Hitung sendiri.
Setuju nggak masa muda paling berkesan dan berkilauan adalah semasa SMU / SMA? Ada yang bilang pertemanan yang kita jalin semasa SMA itu abadi. Walau hilang kontak selama puluhan tahun, pasti akan tetap ada sejuta kesan dan perasaan akrab ketika bertemu kembali dengan sohib kita. Gak ada rasa canggung…
Kalimat yang terakhir tadi tentunya hanya berlaku, kecuali kalo temanmu itu operasi plastik total, sudah beranak cucu apalagi ganti kelamin, ya tho??
Ada yang pernah berkata: “Masa SMA, carilah sahabat sebanyak banyaknya. Masa SMA terlalu singkat untuk hanya kamu habiskan berdua dengan pacarmu.” — Masuk akal juga ya? Walau aku juga tahu banyak pasangan jebolan SMA yang akhirnya sukses menikah dan berbahagia hari ini, ya… contohnya kamu, kamu, kamu dan kamu, dan lainnyaaaa.
Melewati waktu 3 x 1 tahun bersama, layaknya sebuah keluarga, tentu saja menjadi penyebab utama dari semua pertalian persahabatan ini. Hebatnya lagi, setelah tidak bertemu sekian lama, tidak peduli berapapun umurmu saat itu… kita pasti merasa muda lagi!
— Merasa kembali menjadi anak SMA, yang bercakap dan bercanda dengan lepas dan bebas, seperti di masa lalu itu.
Persahabatan sejati, tidak kalah dengan Cinta yang juga dengan awetnya mengiringi pendakian anak tangga kehidupan, menyangga kita berdiri di panggung utama: kesuksesan walau hanya untuk sesaat yang kemudian menuntun kita menuruni altar, dan beristirahat sejenak bersama kematian sebelum menanti jemputan Tuhan di akhirnya nanti.
Teman-temanku semasa SMA tidak terlalu banyak, dan aku pun bukan orang populer. Kadang iri dengan mereka yang sahabatnya ribuan apalagi pada seksi dan semok, ditambah koneksi-koneksi bisnis yang jumlahnya ratusan itu. Tetapi biarlah, sudah beruntung aku memiliki beberapa teman-teman dekat yang paling tidak mengerti sedikit banyak tentang diriku yang kurus ini.

Untuk kesekian kalinya aku gak bisa menghadiri pernikahan dari teman SMA ku di Indonesia. Sedih? Jelas…
Sedih karena ketinggalan kereta, patah hati kepada mempelai wanitanya, ga bisa nongkrong di Indonesia, atau karena gak bisa dateng ke resepsinya? “Wah, rahasia!!” — Dilarang bergosip miring.
Pernikahan yang sangat meriah, antara si Ayam dan si Komo (Yovita dan Moko) bulan Maret kemarin, — Semoga berbahagia, tetap gila, koclok, gaul, norak, modis, kritis, bijak dan sehat selamanya. Selamanya!
Terima kasih juga buat QQ yang sudah merepotkan diri bikin Signage Stovila nya, dan semua partisipan: Emak, Atit, terus … Bojone Atit, Siska Ndut, Yuni, Roy Dodol, Robert dan Pranawa.
Ya, ya, aku tahu aku yang memaksa kalian untuk mengabadikan foto seperti ini, tetapi hasil karya ini benar-benar more than I expected. Aku terharu lho, seolah-olah aku memang masih ada tergambar di buku kehidupan kalian, walau secuil, walau hanya berupa coretan nggak jelas diatas kertas.
“Oh teman-teman! Aku tidak akan pernah melupakan diri kalian!” *hiks hiks*
(BAH, kayak mau pindah ke Bulan aja!!)
Sekian sentimentilnya. Maap kalau ada yang muntah-muntah kuadrat.

yah.. begitulah diriku juga.. masa sma terlepas sia-sia… cuma sedikit temen dekat..
malahan sekarang keknya sudah habis semua.. udah pada nikah.. hahahaha..
Udah pada nikah bukan berati terus kandas kan persahabatannya? Walaupun mungkin agak “sungkan” dengan keberadaan pihak “PENGGANGGU” ituh…
Bebrapa waktu yang lalu, saya dengan sangat terpaksa memutuskan tali persahabatan.
Karena saya sudah tidak sanggup lagi dengan tingkah dan kelakuannya. Bahkan sampai teganya mengadu domba antara saya dan keluarga.
Sedih, marah, kesal semuanya bercampur jadi satu, tetapi apa boleh buat, saya lebih mengutamakan keluarga saya dibandingkan dia.
Wew.. itu sih lebih mirip sebagai musuh daripada sahabat @_@; — turut bersedih. People are changing indeed. And some of them are just… drastically.
setidaknya teman2 lama sudah bisa di hubungi via facebook, twitter dan semacamnya, kalau orang tua kita dulu? wah… mungkin sudah jadi kenangan lama di album foto2 tua.
Yang mulai menguning dan… melepuh
berdebu… .
persahabatan bagai kepompong heheh
smoga sudah menjadi kupu kupu yaw
*clinnggg*,,,,teman SD mu muncul bro!
^^
SILAU MAN!
Siapa suruh pindah ke US!? Hahahahahah!
hahhaa…nebeng komengnya mas DV ah…mesakke tenan..
walau ga bisa hadir tapi tetep mas bantal kan ada dihati mereka..jadi gpp deh.
Gantian besok kalo mas bantal merid di amrik sono, siapa yang mau datang kondangan?? hhahah
Itu tuh yang di Ausie diwajibkan datang ke amrik sini kalau aku merit.
huhu.. paksa gih.
teman-teman esemaku malah hilang semua…jarang yang masih keep contact..yang bertahan malah teman kuliah dan temen-temen kerja di kantor yang lama…
yawez…pindah ke Salatiga aja..neiber-an sama akyu..jadi kalo temennya nikah kan bisa dateng
xixixixixixi…
Haha, mungkin juga. Tapi gregetnya pasti beda yah? Kalau reunian. Pindah salatiga? Wah… image ku tentang salatiga kok kayak kota kecil layaknya Jepara ya? Lol. Atau Kudus?
Wes sesuk bali wae!
Etapi kalo musuh di masa kecil jadi musuh selamanya gak?
BTW, signage-nya keren.
Yo, sesuk jemput yo!
Musuh masa kecil, boro2 inget. Lupa total sudah, ingatan pahit tak perlu dikenang hahaha…
Signagenya bikinan si QQ itu, Collage dari surat undangan pernikahannya.
eh,ngomongin masa SMA ya? aku kok merasa lebih dekat dengan temen2 SMP dan SD dibandingkan temen2 SMA-ku ya? jadi rasanya kalau ada temen SMA yang merit, punya anak, dan entah apa lagi, aku tidak merasa gimana2 tuh.
Karena kamu pacaran terlalu serius waktu SMA?
kacian deh loe, semua dah pada nikah. kpn giliran mu sob?
*brb nangis*
Di awal, tak pikir kmu lagi jatuh cintrong ama temen SMA-mu. Belakangan… ternyata iya. Eh, gosip miring. Haha… bcanda.
Makanya, nang cepet lulus trus balik ke Indo!
Kelulusan gak ada hubungannya dengan kembalinya aku ke ibu pertiwi… Wong kesini gak buat Kuliah, Ded. Hahaha…
Puas puasin deh…. tertawa itu sehat.
Kalau saya, masa SMP tentunya. Karena SMP kan selama 3 tahun bersama terus. Kalau SMA ya, begitu naik ke kelas 2, udah banyak tuker-tukeran teman karena beda-2 jurusan. SMA juga kebanyakan belajar, ekskulnya kurang. Jadi SMP tetap the best.
Haha malah SMP ya… SMP kalo aku sih dulu masih terlalu lugu >) — dan jiwa sosialisasinya masih kurang. Jadi kalo sudah ada temen segitu ya udah, segitu gitu terus sampe lulus hahaha… maybe just me.
hihihi aku sama dengan zee, lebih akrab dengan temen SMP. Karena SMA perempuan semua hihihi. Jadi males juga mau ketemuan lagi. Kalau ketemuan dgn temen2 SMP bisa ketemu mantan pacar juga hahahah
)
(anak SMP udah pacaran
EM
Aku anak SMP yang ingat betul orangnya paling cuman 3-5 orang doang ^^; Dan yang masih kontak denganku pun, hanya 2 orang hahaha.
yapp setuju 100% deh. Hanya saja yang saya sayangkan, indah nya masa SMA baru terasa pada saat saya sudah mendekati lulus. Wah, kalau tahu sebegitu berharganya masa SMA, saya pasti akan lebih rajin belajar dan bersosialisasi deh.
Ini ada kutipan dari blog teman saya (masih berhubungan dengan masa2 SMA lah):
Haha, total sentimentil. SMA ku nggak seromantis itu sih, atau mungkin akunya bukan orang yang seromantis itu untuk menyadari hal-hal romantis seperti itu (muter-muter aja hahaha).
Masalah rajin belajar aku ngga gitu peduli. Kalo aku bisa balik ke SMA, socialisasi akan jauh lebih kulakukan
Karena kamu pacaran terlalu serius waktu SMA?
Engga… pacaran waktu kuliah malah huhuhu.