Percaya Deh Kalau Aku Itu Bisa Dipercaya…
- July 27th, 2010 | 9,413 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal 2 jam + 4 jam 45 menit.
Aku teringat kejadian dimana aku dalam masa perekrutan menjadi pegawai tetap (Full-time Worker) di tempat aku bekerja sekarang. Jadi, sebelumnya aku hanyalah seekor pekerja sementara (Temporary Worker) yang telah bekerja di situ selama 4 bulan.
Nah, dalam proses perekrutan itu ada sebuah insiden terjadi di tempat kerja. Tiang penyangga sebuah rak tempat menyusun material produk didapati patah. Sepertinya ada seseorang yang menubruknya dengan fork-lift. Aku juga nggak tau siapa yang mematahkannya, dan tak ada seorangpun yang mengaku.
Akhirnya mereka memutuskan untuk melacaknya melalu kamera pengawas yang kebetulan dipasang di atap gedung ruangan tersebut…
Ternyata aku adalah pelakunya
— pagi hari ketika aku sedang sibuk memindahkan barang-barang tersebut dari lantai dan menyusunnya ke atas rak tersebut, tak sengaja aku menyenggol tiang tersebut yang memang selama ini sudah rapuh karena telah dihantam berkali-kali dalam aktifitas sehari-hari.
Akhirnya aku diinterogasi oleh pihak Human Resources berkenaan dengan insiden tersebut.
Aku dianggap telah berbohong dan tidak dapat dipercaya.
Sejujurnya, aku sendiri memang betul-betul nggak sadar kalau sentuhan lembutku itu mematahkan tiang tersebut, bukan lantas aku memang berniat berbohong dan menutupi kesalahanku.
Berikut percakapan yang terjadi di dalam ruangan interogasi:
“Kami mencari pekerja yang dapat dipercaya… kenapa kamu harus berbohong?”
“Aku tidak bermaksud berbohong, aku memang nggak tahu…” bela ku…
“Tapi bukannya kamu barusan mengaku kalau kamu yang melakukannya?” desak si wanita galak itu…
“Ya karena sekarang aku juga baru tahu kalau aku yang melakukannya… waktu itu terjadi aku memang betul-betul nggak tahu kok. Lihat saja di video rekamannya, apakah aku tampak seperti orang yang sadar kalau aku telah mematakahkan tiang tersebut, dan kemudian pura-pura untuk tidak melihatnya?
“
Aku pun tetap meminta maaf karena memang faktanya aku adalah pelakunya.
Setelah dipertimbangkan dan didiskusikan dengan beberapa Supervisors bersangkutan, akhirnya proses perekrutanku menjadi pekerja tetap pun ditunda selama satu bulan, alasannya?
“Dalam satu bulan ini kami ingin melihat apakah kamu memang bisa dipercaya atau tidak.”
Aku pun melongo…
“Lho… bagaimana bisa aku membuat seseorang percaya denganku kalau mereka memang dasarnya memang sudah tidak mempercayaiku?”
Aku kemudian menjelaskan… apakah sebuah kepercayaan itu bisa didapat ketika aku meminta mereka untuk mempercayaiku? Atau mereka hanya sekedar memberi hukuman atas kesalahanku dan mengharuskanku untuk tidak berbuat kesalahan sama sekali dalam sebulan itu? Wah… berat…
Apakah kalau aku tidak melakukan kesalahan selama satu bulan, lantas aku bisa menjadi seseorang yang bisa dipercaya? Tentu saja tidak…
Lalu? Apakah juga mereka ingin aku melakukan suatu kesalahan yang kemudian mengakuinya sehingga aku tampak seperti orang yang bisa dipercaya? Kuragukan… dipecat malah iya kalau kebanyakan berbuat kesalahan.
Mereka terdiam…
Tetapi karena itu memang telah menjadi keputusan bersama, mau tak mau aku harus menelan hukuman tunda selama satu bulan itu. Aku juga tidak keberatan sih, karena aku anggap itu adalah sangsi atas keteledoranku sendiri, hanya saja aku masih tetap merasa kesal bersangkutan dengan hal kepercayaan tersebut.
Bukankah sebuah kepercayaan adalah sesuatu yang dilahirkan, bukan sesuatu yang bisa diberikan, dipinta, dipamerkan maupun dikatakan?
Karena tidak peduli seberapa keras aku berusaha menunjukkan kepada mereka kalau aku adalah pegawai yang hebat, ganteng, keren, pintar dan tidak pernah berbuat salah, kalau mereka tidak bisa mempercayaiku dari dalam lubuk hatinya, semua itu hanyalah usaha yang sia-sia…
Percaya deh sama aku

hah??
masa sih??
Apanya???
Kalo dari awalnya udah gak percaya ya mau gimanapun ntar tetep curiga sama yang kita lakuin dong. huh
Trus trus jadi selama sebulan itu gimana?
Wah, klo pelakunya gak sadar sih susah juga ya mo percaya ato gak. Karena bukti sudah terekam di kamera. Masalah kelihatan sengaja ato tidak buat mereka gak isa dijadikan alasan. Lha kalo pura2 gak sadar kan bisa juga
Tapi masalahnya mereka itu gak percaya kalo kamu gak sadar
Yang penting kan sekarang kamu dah jadi karyawan tetap
(*Psst, bagi coklatnya dooong*)
blue percaya dech sama kamu,kawan
salam hangat dari blue
wah lain kali lebih hati2 ya…
You know what?
I really do.
I like your writing about this!
U’re getting deeper mannn LOL
Cheers~
aku percaya kok sama oka~! you’re my best friend..
penasaran juga sama bagaimana rekaman videonya, kok bisa mereka sampai tidak percaya.
Sepertinya doi memang ada sentimen pribadi sama kamu deh.
Kalau dari hasil rekaman kan bisa terlihat itu disengaja atau tidak….
asal mereka jangan cari kesalahan kamu aja. Kalo dasarnya gak suka, pasti kesalahan kecil pun di besarbesarkan…
)
semoga lancar ya kerjaannya dan diangkat jadi seekor pegawai tetap
aku percaya, kamu bisa di percaya dan tidak akan pernah Mengecewakan heheheheheh
Tulisan ini menarik karena kamu bisa mempertanyakan apakah dengan extend sebulan akan mengubah seseorang menjadi bisa dipercaya jika sebelumnya tidak?
Tapi dalam sistem kerja seperti itu, aku sepertinya mengerti kenapa bosmu atau HR itu bilang bahwa kamu ditunda. Karena dalam penilaian berdasarkan work volume, disitu yang dinilai adalah sekuat apa kamu untuk jujur dan selama apa itu…
Ada orang yang awalnya tampak jujur tapi begitu ada kesempatan langsung berbohong… nah dalam konteks ini kuyakin kamu menilai dirimu lalai, dan bosmu mencoba menghargai dengan meng extend sebulan, menilai apakah dalam masa sebulan itu kamu ‘betah’ jujur nggak
Cerita kuli hihihih
diambil hikmah nya aja…jadi pengalaman yang berharga kan?
kalo tidak kan gak mungkin bs sharing di blog ini
emang kadang kalo kita melakukan kesalahan tuh suka nggak sadar. aku jadi mikir, gimana kalau Tuhan pasang kamera CCTV ya? jangan2, kita juga nggak dipercaya juga? :p
Namanya juga bekerja pasti ada resiko, nah tu resiko mas waktu kerja. Seharusnya para supervisor tahu klo itu bukan kesengajaan, tapi sebuah resiko pekerjaan. Dari pada gak kerja, mungkin tidak ada tragedi patah tiang
bener,, kepercayaan adalah modal utama..
kadang susah mempercayai orang yang sudah melakuken kesalahan, kesalahan yang udah dilakukan itu kadang menjadi sebuah penghakiman kejam dikemudian hari…jangan2 nantik kalok ada tiang patah lagi, sampeyan yang dituduh lagi, hanya karena dulu pernah mematahkan tiang itu
etapi itu kalok di adat jawa ding..ndak tau juga kalok bule
Dasar kamu bantal yang tak bisa dipercaya…
*salah fokus*
Tapi kamu bener juga ley, gimana caranya bisa membuktikan, kalau dari awal mereka sudah nggak percaya. Dan aku yakin kok, kamu orang yang bisa dipercaya, kecuali soal kegantengan
)
perusahaan emang biasanya berusaha mencari-cari kesalahan karyawannya, walaupun itu tak disengaja. Masih untung kalo cuma kena penundaan seperti kamu, temenku dipecat cuma gara-gara merusakkan mesin diesel di bengkel las tempat ia bekerja.
Tidak perlu repot memaksa seseorang untuk mempercayai kita, kalau sudah susah payah meyakinkannya tapi masih tetap tak ada rasa percaya, yang penting tunjukkan saja bahwa kita memang layak untuk dipercaya
Bersyukur deh gak langung dipecat, hehe..
sebulan yg berat. sudah mah diextend dan ga 100% dipercaya atasan ini juga harus menanggung ‘judge’ orang2 yg cuma dengar-dengar bantal bersalah tanpa ngeliat sendiri rekaman CCTV yg nunjukin bantal nda bersalah. nah loo, semoga lancar deh
Kokoh bantal Yth,
. Tapi kokoh, smua notifikasi yg saya trima tak ada satupun yg berinisial D.B… Isinya komen sejuta umat, but not mr D.B.
Wkt saya ngasi komen disini ada bagian yg saya “check” which is: Notifikasi lewat Email kalau ada balasan dari Dewa Bantal
Settingane ga iso diganti yo? Bb ku ting tong again. Hahahaha or i shouldn’t check that tick box?
yang sabar aja…
mmg aneh sih.kan kamu ga sadar kalau menubruk itu tiang
jadi ga bisa kamu yg disalahkan,itu kan ketidaksengajaan
gue percaya sama dikau la brur,
susahnya kadang kejujuran itu pahit dan terkadang ga ada gunanya.
sabar yaaaak..
eh intinya kita kudu tetep jujur, walau pahit. Tetep jujur! ;D
Mana sih rekaman videonya? Mana? MANA?! HAH!
Padahal muka kamu innocent cenderung bikin kasian gitu masa mereka nggak percaya ya huhuhu…
Heh! kalo waktu itu ada insident forklift, kenapa saya gak terima Incident Investigation report? Biar ada corrective action-nya
Lw kerja dimana sih? sok penasara!
*nunggu jawaban di twitterland*
wahhh lama gak di update nih kayaknya.
where are u… i miss u…
pls up date ur blog….(muka melas.com)
Hmmm… ini semakin membuktkan bahwa kepercayaan makin mahal harganya…
iya saya percaya kok kamu tidak sengaja melakukannya
udah lama ngga update
kangen nih sama tulisanmu
Wah… Turut berduka cita
Dan gimana nih sekarang? Udah beres kan???
Insiden ditempat kerja memang tak bisa diduga kapan terjadinya. Namun kita mesti jujur dan bertanggungjawab dalam dunia kerja. Baru kita akan menjadi karyawan yang teladan.
aku percaya kok sama kamu…..
Percaya deh kalao dewa bantal masih akan kembali lagi dengan mbantalnya ke dunia blogosphare
kemana saja dirimu sobat
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
salam kenal, tuker link yuck
kata2 ‘sentuhan lembut’ nya itu mencurigakan..