“Pasang Dan Lupakanlah”
- February 26th, 2010 | 190 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal dan menggigil 5 jam 15 menit.
Judul di atas itu, aku lupa tepatnya bagaimana sebuah slogan iklan lampu di Indonesia yang dulu pernah kutonton hanya beberapa kali saja.
Ceritanya itu si lampu kecewa, sedih dan kesepian karena dia begitu awetnya dan terus berpijar, sehingga sang pemilik sudah tidak ingat lagi semenjak memasangnya di atap rumah. Sepertinya sih iklan lampu Philips ya? Entahlah, aku bertanya ke beberapa temanku di MSN, Yahoo dan FB, nggak ada satupun yang ingat kalau iklan ini pernah ada. Aku yang terlalu tua atau teman-temanku tidak pernah menonton TV ya?
Kok tiba tiba ingat iklan ini?
Gara gara semalaman hujan dan hembusan angin yang sangat kencang… Mati listrik. Karena aku pikir cuma sebentar… aku kemudian menonton film-film yang kusimpan di hard-disk laptopku ini bertenagakan battery.
Setelah 3 jam berlalu, tanda-tanda kebangkitan listrik dari kematiannya kok masih belum terasa juga ya? Battery laptop pun sudah semakin surut, seluruh kompleks dan jalanan gelap gulita. “Ah mbuh wis…” — kutinggal membantal saja.
Aku agak panik sepagian tadi. Khawatir kalau sampai terjadi seperti tahun lalu, dimana listrik memadam total hingga 4 hari di beberapa Provinsi yang menggigil kedinginan di tengah badai salju yang sangat lebat. Takut kalau harus melewati beberapa hari tanpa listrik… tanpa penerangan, internet, musik, film, air hangat, mandi, dan nasi beserta lauk pauknya.
Listrik. Sebuah sumber daya alam yang sudah terlalu sering digunakan dan dianggap remeh. Mungkin di Indonesia tidak terlalu terasa soalnya kompor masih memakai gas elpiji, dan iklimnya juga bersahabat. Lain halnya ditempat yang kutinggali sekarang ini. Cuaca yang sangat dingin, dan gedung ini sepenuhnya dibawah naungan listrik, termasuk kompor dan telepon, terutama penghangat ruangan.
Untunglah kekhawatiranku akhirnya tertepis pukul 12 siang tadi, ketika kudengar printer kembali menjerit, diiringi dengan raungan sang kulkas dan kedipan si lampu 20 watt-ku, yang keberadaannya sudah sedikit terlupakan olehku.
Pernah gak merasa tak berdaya tanpa listrik? Pengalamanku selama 4 hari di tahun yang lalu itu sudah sangat membekas bagiku. Aku merasa, manusia itu memang makhluk yang lemah
hanya martabatnya saja yang tinggi.
Kalau saat ini kamu sedang membaca tulisanku ini, chatting lewat BB mu, buka email, atau bahkan ngintip situs porno, jangan lupa untuk berterima-kasih kepada PLN, karena walaupun masih sering dodol dan mati lampu, mereka sudah menyediakan jasa kepada kita untuk menikmati itu semua.

Terima kasih PLN, berkat anda, di Bali tidak ada pemadaman listrik bergilir. Yang ada… penyalaan listrik bergilir. Terima kasih…
HAHAHA, pokoknya kebagian listrik lah. Memang semakin dudut ya PLN? xD
nimbrung pertamaXXXX
Bisa nimbrung gitu? wahahaha… ada2 aja.
*angkat tangan*
aku ingat iklannya..
Akhirnya ada teman juga….
Aku suka kata-katamu, manusia itu makhluk lemah, hanya martabatnya yang tinggi!
Splendid! Superb!
Weleh…. hehehe… makasih pak.
bersyukur saya masih bisa online hari ini..
hehehe..
Coba sehari tanpa internet, apalagi seminggu. Rasanya kelimpungan sendiri ya?
Ceritanya segitu kali, sampai-sampai menbantal-bantal bacanya..
Sedemikian membosankanya kah? Hehehe.
waah trimakasih bapak PLN
“Bapak PLN” haha…
Iya, sepertinya hidup kita saat ini masih benar2x tergantung kepada tenaga listrik. Contohnya kita kerja di kantor, pasti pake listrik, apalagi jika pekerjaan kita didepan komputer
Kayak sekarang ini
Iya, kalau didunia bisnis jelas dan mutlak memerlukan listrik. Tapi yang sering dilupakan orang itu ya kehidupan sehari-hari itu
masih badai salju tah? ditempat q sdh mendingan. mati listrik…..jangan sampai donk!!! bisa mati kedinginan aq.
soal iklan aq msh ingat bgt itu iklan lampu philips.
Hari ini sudah lumayan cerah sih. Iya memang dinging banget kalau mati lampu haha.. harus berpakaian berlapis lapis dan kaos kaki ketika tidur @_@
Aku juga merasa sangat beruntung mempunyai atap rumah dan kasur yang enak walaupun kedinginan…
yihuuuiii pertamaxxxx….
wah saya dulu sering kok mati lampu pas masih di jogja, kan kena pemadaman bergilir gitu. Hehe..mati gaya deh. Tapi ga masalah, coz saya bisa boyong ke kos temanku yang ada di tempat lain yang ga kena pemadaman bergilir…
Kalo di sini kayaknya lom pernah ya, listrik sampe turah-turah, jembatan, pohon-pohon ma gedung2 aja kalo malem dihias pake listrik. jarang kayaknya, or saya aj yg belum pernah ngalamin ya..hmm..moga2 aja ga sampe kejadian deh.
Btw eniwei busway, masih musim dingin toh disono? belum mulai hangat ya,
Bukan pertamax ini mah keSEPULUXXXX xD
Belum hangat nih, masih diantara -5 sampai 5 celsius setiap harinya
— asal nggak ada angin sih gak terlalu terasa dinginnya.
Btw kalau di Indo, kalau mati lampu waktu aku sekolah dan kuliah sih malah seru. Pada keluar semua, nongkrong diteras, tetangga2 kumpul dan ngobrol sampe nyala
… disini? Mana bisa, tetangga aja gak pernah nampak…
Saya akan terima kasih juga kalau PLN bisa menyediakan listrik kiloan, sukur-sukur bisa dimasukkan plastik gitu.
Wah jangan, kalo gitu bakal makin banyak Calo Listrik berkeliaran dong…. Kasihan nanti orang-orang yang kurang mampu gak sanggup belinya
BTW THOMAS MBEK berkunjung juga akhirnya haiahhaha. *sepak
memang listrik tuh berarti banget. aku juga sangat bersyukur jika listrik tidak bermasalah. bbrp waktu lalu rumah yg kusewa ini listriknya bermasalah. sampai bbrp minggu. ada 2 ruangan yg aliran listriknya kacau. dan itu mengganggu banget, karena di situ ruangan komputer tempatku bekerja. sekarang kayaknya sudah beres sih. moga2 gak rewel lagi listrik rumah ini.
Selain mengganggu mood, ngerusak barang elektronik juga ya? hahaha… Kalo gini mending mana coba? Mending mati sekalian atau kedip kedip terus? xD — serba susah.
terimakasih, kamu apanya Pak Dahlan Iskan se? sampe provokasi untuk berterimakasih sama PLN? haha..
kian lama kian mantapbs tulisannya..
Jangan buka kedok lah… malu ;-( hahaha. Postingan yang disponsori PLN Indonesia nih, duit rakyat. *kabur*
saya cukup sering bilang terima kasih pada PLN saat kena pemadaman bergilir
Ah masak nih? ….
Sehari tanpa listrik? bak di suatu dunia yang kelam, gelap gulita … Saya sangat takut jika tak ada lampu… apalagi kalo lagi sendirian … mati lampu malam hari? bisa2 gak tidur semalaman.. apalagi kalo pas lagi sendirian di rumah … wah bisa ngacir dah …
Sebegitu paranoidnya yah.. D:
Rupanya kemarin itu aku cukup beruntung lampu hanya padam selama 12 jam. Beberapa tempat lain ternyata sampai 3-4 hari. Banyak pohon rubuh ternyata… @_@
Saya sangat menyukai artikel anda. Dan sangat menyenangkan untuk kembali ke blog ini dari waktu ke waktu. Saya tunggu artikel-artikel anda berikutnya