Ketulusan Tanpa Batas?… Ah Gombal :D
- April 16th, 2010 | 319 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Akhir pekan yang akhirnya diguyur hujan lagi… Semalam mbantal 4 jam 45 menit.
Biasanya percakapan ini nongolnya di pemakaman atau rumah sakit. Pasti ada deh pihak yang mendatangi keluarga yang ditinggalkan, berkata:
“Kalau ada yang bisa aku bantu… apapun… jangan sungkan, bilang aja ya. Aku pasti bantu.“
Sebuah tawaran yang berperan sebagai pengganti uang (mungkin orangnya pelit) atau perwujudan rasa prihatin dan berkabung.
Aku kemudian berpikir lagi, ada nggak ya salah seorang dari pihak almarhum yang kemudian menjawab:
“Oh, iya… Kalau bisa nanti hari Minggu datang yah. Atap dapur bocor, kipas angin di kamar Joni rusak, tembok di garasi perlu di cat, dan jamban di kamar mandi atas mampet… jadi tai nya kececeran…
Tolong dibersihin sekalian yah
”
Sebuah bentuk ketulusan yang palsu? Atau yang minta tolong yang gak tau malu? ^^;
Jadi kepikiran lagi, adakah sebuah kasus yang sampai dibawa ke pengadilan berkenaan dengan hal ini?
“Katanya mau membantu aku apa saja, tapi kemarin menolak ketika kusuruh mbakar kucing tetangga, Pak Hakim!” — karena secara hukum, perjanjian lisan itu sama legalnya kan dengan tertulis selama dua pihak masih mengakuinya (bener gak sih?)
Gak perlu nunggu ditawarinpun kadang orang gak sungkan-sungkan kalau minta tolong. Contohnya ketika ada teman yang pergi ke luar negeri, waktu pulang pasti titipan dari satu kecamatan berdatangan hahaha.
Siang tadi, temanku di Jepang bilang kalau bulan depan dia kembali ke USA.
“Bisa titip sesuatu nggak buat aku?” aku bertanya…
“Boleh, kalo aku nggak terlalu sibuk yah, mo titip apa?” balasnya.
Dengan (pura-pura) lugu aku berkata:
“Iya, tolong bawain satu set King-size bed edisi Doraemon lengkap sama bantal gulingnya.”
“Uh, maksudmu sprei nya?…”
“Nggak… ranjang, seutuhnya
”

urhhhh ngerepotinnn!! wkwkwkwk
Haha iya, harusnya tawarannya “Kalau ada yang mau ngerepotin, repotin aja, jangan tanggung tanggung, aku pasti bantu.”
mayak!
yo ben!
ngajak perang nek iki
Hiahahaha kandani kok… tapi bener to? Aku hanya mempergunakan hak yang telah diberikan kepadaku dengan sebaik baiknya
Hahahahaaa….
Bener itu, kadang ketulusan itu sekedar basa-basi saja, walaupun sebenarnya ya harus dilihat dong konteksnya ketika seseorang menawarkan bantuan.
Misalnya kalau ada yang berduka lalu kita bilang, kalau ada yang perlu dibantu kasih tahu saja ya. Nah tentu saja urusan bersihkan wc atau potong rumput gak ada korelasinya hahahahaa…. Tapi kalau misalnya minta bantuan mengembalikan keranda atau minta tolong jemputkan saudara di bandara yang mau melayat, itu baru benar.
Nah ini… baru masuk akal. Korelasi… hahaha, bener. Atau disuruh beliin tiket ke Disneyland California sebagai penghibur lara hati anggota keluarga yang ditinggal
— Berhubungan kan? Hahaha.
setuju dengan mbak Zee, jangan sampai diluar konetks, kalopun masih ada korelasinya ya jangan kebablasan juga minta tolongnya.
mau dikirimin apa dr sidoarjo?…*jangan minta kerupuk udang se-truk ya…* heheheheeh
Haha Sidoarjo ya? Sip deh. Nggak, nggak perlu 1 truk kok. Kirim aja 1 bungkus ga papa ^_^ — tapi setiap hari yah?
Btw kamu nggak ada blog ya? Mampir kesini darimana nih?
haahahahahha sama aja bablas juga namanya kalo setiap hari…hmm mungkin harus dibahas juga nigh sampe batas mana suatu permintaan disebut kebablasan.
blog ga punya, senengnya saya baca blog orang lain. Mampir ke sini setelah baca blog2 yang lain terus ada komentar kamu di blog tsb, terus saya coba main ternyata seru juga, jadi rajin baca degh.
blog yang pertama kali saya baca ya blognya ibu imelda coutrier *beliau ada di bawah nigh*. Setelah itu baru baca blog temen2nya beliau.
Oooh,
— seorang pembaca sejati ya. Terima kasih banyak ya, menambah semangat untuk menulis. Iya si Imelda, makasih juga sudah mampir dan memampirkan orang hahaha.
dan orang Jepang paling suka basa-basi
tapi paling mengerti untuk tidak menyusahkan orang hihihi
kalau aku? Biasanya tidak akan mulai mengatakan, “Kalau ada yang aku bisa bantu……” kecuali aku benar-benar mau menolong dia. Dulu mungkin ya, tapi sekarang sudah menyadari bahwa aku yang sekarang, bukan milik aku saja , sehingga tidak bisa “menawarkan” bantuan pada orang lain.
Apalagi kalau kamu bilang, “Bisa titip?”
Aku akan berkata, “TERGANTUNG apa dulu, kalau uang boleh, tapi barang? no way, barangku sendiri udah banyak” hahahaha
Pelit ya
EM
Iya, jadi inget dulu waktu sepupuku disini mau pulang ke Indo, sepupu-sepupuku yang lain pada titip macem-macem. Sarung tangan baseball, bola baseball, jaket ski, buku-buku gak jelas, ada yang minta dikirimin gocart segala @_@;
gendheng
*merasa dipuji*
hahahaha… kasian tuh orang disuruh bawa ranjang
Tentu saja tidak serius hahaha…
eh kau kapan pulang ke indo?
aku juga mau titip nih.
titip mobil yang dulu pernah kita diskusikan itu loh…
hehehee…
Iya, Tamiya kan?
kalau aku sih, utk ngomong spt itu hanya ke orang2 tertentu. pilih2 lah. kalau aku nggak sangat dekat dg orang itu, aku nggak akan ngomong spt itu lah. kalau deket banget, nah aku baru berani bilang kaya gitu
Walau deket banget sekalipun… apa ya iya kamu mau bantu yang aneh dan gak masuk akal setiap hari hiehehe. Tanpa komplain xD
percakapan yang menarik dan lugu
jadi terharu hahaha
Terharu… ? o_O
Sama halnya kalau kita bilang “Kami mempersilakan Pak ketua menyampaikan SEPATAH DUA PATAH KATA”
Gombal, kalau memang demikian.. ia maksimal hanya akan mengijinkan Ketua mengucapkan dua patah kata..
BENER! RT! +100!
Huahahahahaha! Ngakak saya baca ini…


Saya jadi tersadar.. karena selama ini saya belum tersadarkan….
Harus hati2 kalo menawarkan bantuan..
Iya, soalnya berapa sering kita menyesal sesuatu yang sudah kita ucapkan, dan “harusnya gw ga usah nawarin bantuan, dem…“
Kasus 1: Oleh karena itu, kalo saya jadi dia, saya akan mengatakan begini: “kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk meminta kepada saya. Saya akan bantu semampu saya”
Dan satu lagi, kalau anda cermati kalimat beliau, dia bilang “pasti bantu”. Bantu ≠ Melakukan semua yang diminta 100%. Apabila permintaannya berat, memberi 1% nya saja tetap dihitung membantu kan?
Pemahaman yang perlu dipahami untuk menjadi bekal ketika harus maju ke pengadilan xD