Ketika Bokek Adalah Anugerah

Semalam aku mbantal 14 jam :O – mantab tenan.

Kadang ingin tertawa melihat prilaku sebuah Bank kepada para nasabahnya. Gimana enggak? Pernahkah kamu menerima telepon dari Bank seperti ini:

Halo, hanya ingin memberi tahu kalau saldo anda tinggal Rp. 20,000,-

Ha? Iya… jelas tahu, wong itu duitku sendiri. Apalagi kehidupan keras anak kost atau pegawai yang dihajar kekeringan finansial di tanggal tua. Aku tahu duitku di Bank tinggal sedikit, lha wong setiap kali narik duit dari ATM pasti ngecek sisa saldo.

Haruskah aku menjawab: ”Hmm… terima kasih atas pemberitahuannya :D ” ??

Iya, dan saldo ini terlalu sedikit. Anda tidak bisa hanya memiliki Rp. 20,000,-  di rekening anda!

Ha? Ya mau gimana lagi? Kalau memang lagi bokek ya bokek, kenapa harus marah sama saya? Memangnya saya ini sengaja mem-bokek-kan diri buat ngajak ribut sama situ?…

Bukan bermaksud resek, tapi memang lagi… nggak punya duit, mas.

Tentu saja akhirnya aku kena denda. Ya, Rp. 15,000,- adalah harga yang harus aku bayar karena memiliki uang Rp. 20,000.

Bagaimana dengan uang-negatif atau yang disebut defisit itu? Aku pernah sekali lupa mengisi tabungan, dan ada tagihan kartu-kredit yang langsung nge-charge ke rekeningku. Selain kena denda $25 aku juga melihat angka negatif $150 di surat peringatan.

Negatif… lebih kecil dari NOL. Tau maksudnya? Aku bukan lagi bokek… tapi lebih miskin lagi. Kalau sudah seperti itu, aku berharap kalau aku itu gak punya apa-apa, gak punya duit, bokek…. tetapi yang ada sekarang adalah aku lebih miskin daripada sekedar “gak punya duit.”

Bahkan…. bahkan, kalau ada orang yang menawari “Ini roti, boleh dicoba, GRATIS!” — Aku hanya bisa bilang: “Shit, mana bisa! Itu roti harganya Rp. 0,-  yang jumlahnya lebih banyak daripada saldo ku sekarang!…” karena aku harus mengumpulkan $150,- untuk menjadi orang Bokek!

Inilah perbedaan antara orang kaya dan miskin. Ketika kita kaya, Bank malah membayar kita dan memberi kita uang karena kita punya banyak uang. Jadi kira-kira seperti ini:

Oooh, ini karena begitu banyak uang di rekeningmu, sehingga kami harus memberimu uang juga. Ya! Karena kamu punya banyak uang! Nih, ambil! Milikilah uang yang lebih banyak lagi!

Ambil nih Rp. 15,000,- nya Dewa Bantal, biar mati saja itu anak, mending kamu saja yang bawa duitnya! Lebih masuk akal.

Sesudah itu kalau petugas listrik menelpon:

Halo, saluran listrik ketempat anda terpaksa harus kami putu….

OH SILAHKAN! Putusin saja! Emang gua pikirin?

Lalu bagaimana rencana anda untuk memba….

Gak bakal gua bayar! Situ suruh saya bayar pake apa?…  atau nanti saja setelah aku jual telepon ini, karena aku sekarang juga sepertinya sudah gak butuh telepon lagi….

Sampai suatu titik dimana kita hanya bisa tertawa ketika melihat kemiskinan kita diatas kertas laporan saldo setiap bulannya dan berkata:

Hahaha… bokek gua, lihat nih… Rp. 175,-??  Haha Masya Allah… haha… ha..ha..”

Terinspirasi juga dari kisah nyata si Dewa Bantal — direwrite dari show nya Louis CK :)

  1. asem..pusing banget mikirin g ada duit di sana. enakan di indonesia, makan g makan yang penting kumpul ahhahah

      • Dewa Bantal
      • April 10th, 2010 12:31am

      Makanya, jangan dipikirin. Tertawakan saja :D

    • blue_reinz
    • April 10th, 2010 12:11am

    wakakakakaka…… menyentuh banget gitu lhoooo…..

      • Dewa Bantal
      • April 10th, 2010 12:31am

      Menyentuh sarap tertawamu ya? Huhuhu.

        • blue_reinz
        • April 10th, 2010 12:47am

        wakakakakakakkaa…….. ternyata nda kejadian di indo doank….

  2. ada yang mau menjadi donatur buat Dewa bantal ngak….???? :D

      • Dewa Bantal
      • April 10th, 2010 8:40am

      Ide yang brilian… kenapa tidak dimulai dari anda? :D

  3. ehm..m.m..aaf, apakah saya boleh minta sumbangan :P

      • Dewa Bantal
      • April 11th, 2010 12:35am

      Boleh, nanti aku sumbang sebagian dari sumbangan yang sudah aku terima.

  4. Ribet amat sih bilang negatif ka. Ngutang itu, ngutang :D Pengalaman beneran nih? Kapan?

      • Dewa Bantal
      • April 11th, 2010 12:36am

      Beda, kalo ngutang itu ngutang karena kamu memang sengaja berhutang, kayak kartu kredit ato minjem duit :) — negatif itu bener2 kosong tabunganmu, dan negatif soalnya bank nombokin dengan terpaksa hahaha… no money at all, dibawah bokek >.<

      Iya beneran :D — kecuali yang penagih listrik dst itu hanya sekedar bumbu saja hahaha…

  5. wah kl begini ceritanya, bokek memang anugerah.. kl di sini, kyknya ga bisa sampe minus gitu yah. soalnya kadang2 rekening saya juga 0 :lol:

      • Dewa Bantal
      • April 11th, 2010 11:15am

      Nol bersih? Hihihi, ternyata perjuangan finansial seorang musisi juga nggak kalah kerasnya.

  6. wawkakwka
    apapaun itu klo bokek pastilah aku sedih hehehe
    :D

      • Dewa Bantal
      • April 11th, 2010 11:16am

      Hehe, tertawakan saja kesedihanmu/

  7. bokek ya anugerah kalau di syukuri hahah
    tapi mana ada oang yang mau bokek meski begitu
    pasti mauna kaya raya :D

      • Dewa Bantal
      • April 11th, 2010 11:19am

      Bergelimpangan harta dan kekayaan pasti lah puas. Siapa sih yang bisa menolak dikasih duit selangit? xD

    • jaya
    • April 11th, 2010 8:49am

    haha… menyedihkan (eh, malah ketawa)

      • Dewa Bantal
      • April 11th, 2010 11:20am

      Kumaafkan dirimu.

    • DV
    • April 11th, 2010 8:57pm

    Just another tulisan wong ra waras hahahah!

      • Dewa Bantal
      • April 11th, 2010 10:18pm

      Kegilaan adalah kebanggaanku. Cuih.

  8. ngakak prihatin mas, agak-agak satir tulisannya, mantab! saya baru kepikiran ternyata ada yang lebih memprihatinkan daripada sekedar bokek :mrgreen:

      • Dewa Bantal
      • April 15th, 2010 4:21am

      *geleng2 kepala*

  9. btw kalo ndak salah di sini juga ada pinalti kalo rekening di bawah nilai tertentu, lupa di bank mana pernah mbaca aturannya

  10. u know ada satu lagi yang lebih aneh di Jepang.
    wong kita mau ambil uang kita sendiri yang ada di rekening (jika ambil di atm di luar jam kerja, selain atm bank)
    tapi untuk mengambilnya seberapapun itu, kita dikenai “charge” 105 yen
    dan jika jumlahnya lebih dari 30.000 yen, kita harus membayar 210 yen.
    UANG KITA sendiri loh!

    Untung sekarang sudah banyak bank yang membebaskan pembayaran itu jika mengambil di luar atm bank itu pada jangka waktu tertentu. Dulu, semua ada chargenya. Karena itu meskipun cuma perlu 2000 yen, aku tetap mengambil 29.999 yen HAHAHAHA

      • Dewa Bantal
      • April 17th, 2010 10:13am

      LOL gak rela banget ya ruginya?? XD — Bener bener mindset seorang ibu rumah tangga yang kuat!

  11. aneh juga kok bank mengurangi uang kita :lol: .Padahal bank harusnya menjadi tempat kepercayaan untuk menyimpan uang kita.

    Tapi yang lebih aneh, bisa negatif. Mestinya bank punya mekanisme untuk memblok transaksi yang membuat saldo menjadi negatif.

    Dan satu lagi, apakah gratis itu beda atau sama dengan Rp. 0? :P

    Gratis berarti kita tidak perlu membayar apapun untuk mendapatkan sesuatu. Alias, dikasih sebagai “hadiah”

    Kalau Rp 0???

    Haha pusing ah :P

      • Dewa Bantal
      • April 18th, 2010 10:59am

      Sama Rp.0,- disini cuman dijadikan penekanan saat gratis diberi sebuah nilai. Hehe

    • jalak
    • April 18th, 2010 2:36pm

    kan ada term , kalo ga ada yang bisa dituntut , btw situ kan pake kartu kredit , bukan tabungan biasa kaya tapelpram atau tabanas

    seharusnya hal demikian sudah dipertimbangkan sebelumnya , bank ga mau tau kalo nasabahnya itu pelupa kan ?

      • Dewa Bantal
      • April 18th, 2010 8:14pm

      Lho memang itu salah ku kok, dan aku gak nyalahin bank kalo deposito ku sampe negatif haha… Hanya menertawakan diri sendiri saja. Dan menertawakan bank yang gak mau tahu mengenai nasibku :)

  1. No trackbacks yet.