Kalau Blogger Disuruh Nulis Skripsi
- April 2nd, 2010 | 1,061 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal 14 jam.
Bangun jam 7 pagi, udara yang begitu segar dan langit bersinar dengan cerahnya; cuaca yang sangat menyenangkan untuk mbanta….. pergi kuliah dan menghadiri salah satu mata pelajaran favoritku, sebut saja English.
Aneh! 100% dari semua teman di kampus yang aku temui, tidak ada satupun diantara mereka yang menyukai tugas essay!
Essay? Bahasa Indonesianya apa ya… Menulis. Menyusun sebuah karangan, sebanyak 3-5 halaman. Karangan bebas.
Bukan hanya tidak suka, tapi ada juga yang membenci mati-matian. Apalagi kalau disuruh bikin Research Paper — yang mungkin kita anggap Karya Tulis atau Skripsi?
Aku? hahaha… I’m loving it!
Aku suka bermain kata-kata lewat tulisan, menyindir sana sini, melontarkan guyonan jayus, dan menumpahkan semua pendapat, keluhan dan pikiran yang entah dimulai sejak kapan.
Apakah ini disebabkan karena aku adalah seorang Blogger? Apakah seorang blogger pasti tidak merasa terbebani dengan adanya tugas Karya Tulis, Skripsi dan Tesis? Tapi kok pada kenyataannya banyak juga blogger yang justru murtad dan murka, kemudian menuliskan artikel tentang tangisan darah mereka menghadapi tugas tersebut?
“SKRIPSI GUA GAK KELAR-KELAR! AH CAPE DEH GW! MENCREEETTT!”
Padahal hakikatnya, seorang blogger adalah juga seorang penulis, iya nggak? Dan seorang penulis, sewajarnya kalau memiliki sudut pandang yang sedikit lebih dalam, untuk melihat dan menuliskan sesuatu. Untuk tulisan ilmiah sekalipun, berikanlah aku topik apa saja, aku yakin pasti bisa memetik sebuah sisi yang menarik dari topik yang kamu berikan. Ambil lah contoh: BANTAL dalam karya tulis ilmiah?
“Pengaruh bentuk bantal terhadap kesehatan encok”
“Pengaruh ketebalan bantal terhadap posisi tidur dan jalur pernafasan.”
“Bantal dan peningkatan gairah seks anda”
*Aaahh, gua memang jago…. jago ngasal.
Mungkin memang nggak semua blogger suka menulis ketika dihadapkan dengan deadline, format dan keharusan untuk mencari saduran-saduran legit dalam menyusun naskahnya. Terlebih lagi para blogger alay yang tujuannya menulis nggak jelas, curhat yang gak perlu, apalagi terlalu sering menulis:
“enaknya nulis apa ya? HE HE HE…” (he-he-he mbahmu-).
Tetapi kalau dipikir secara sederhana, apa bedanya? Ngeblog kan kegiatan menulis? Apapun topiknya pasti bisa diatur supaya kita sebagai penulis dan pembaca bisa menikmati topik tersebut. Ambil sisi yang menarik, diskusikan dengan teman.
Jadi ceritanya tadi di kelas, seharusnya ada tugas untuk menulis sebuah essay yang ketiga kalinya untuk minggu depan. Si Professor kemudian bertanya kepada 17 murid yang ada di dalam ruangan kelas itu.
“Siapa yang setuju tugas essay untuk minggu depan dibatalkan?”
Tentu saja 16 murid serentak mengangkat tangan mereka serta mengiba.
Hanya satu murid yang tidak mengangkat tangan. Siapa lagi? Si Professor pun tertawa dan menunjuk kearahku “Hahaha, just Asoka who wants to do it? He loves writing.”
Spontan 16 pasang mata menatapku tajam. Termasuk 2 cewek bule berambut gelap yang paling seksi di kelasku pun menatap langsung cukup lama kepada dua mataku ini. Pandangan benci atau pandangan kagum? Mungkin mereka berdua tidak tahan untuk segera memeluk dan menciumiku, atau justru menampar dan mencekikku? Entahlah; tidak seorangpun yang tahu.
Aku pun tak peduli dan hanya berkata “I don’t care
” sambil nyengir bantal.

wakakkaka… emg blogger sepertinya cepat atau lambat (tapi pasti) akan menyukai menulis.. wkwkwkwk…
Edan belum ada 30 detik dipublish tau2 sudah nongol disini kamu? Ckckck…. Songoku kalah cepet.
saya mungkin salah satu dari sedikit orang yang suka pelajaran menulis, hehe…
daripada suruh ngitung, howeeekkk
SAMAAA AKU BENCI MATEMATIKA!
Nah kalo yang ini asli setuju banged…
mending suruh bikin 3 karaya ilmiah dah daripada ngitung selembar qkqkkqkqkq
HIDUP!!! ^_^
HIDUP!!
Bener nih, saya ngakak abis saat baca posting ini. Bahasanya segar, apa adanya dan berani keluar dari pakem umum.
Haha, tertawa itu sehat. Btw, pakem umum itu gimana ya? o_O;
hahahahaaa…realy I love writing brotha..but kalo kaya ente 1:16 gw milih sama untuk diam dan so cool hahahaha…
salam hangat
Salam hangat juga,
Mr. Cool
kalo kebiasaan nulis alay, begitu dapet tugas nulis ilmiah, kadang bisa nge-blank juga
Makanya jangan dibiasakan. Ngga baik buat diri sendiri dan pembaca
Bener Ka, kadang blogger bisa melihat sebuah topik dari sudut pandang yang lain. Seperti tentang bantal yang kamu bilang itu. Hehe… Di sini juga gitu, “Ah… kamu sih uda biasa nulis…”
Hmm… padahal mood nulisku juga belum stabil2 amat…
Wah, kalau sudah menyangkut masalah mood, susah deh ngurusin yang satu itu. Gak cuman blogger, presiden pun bisa terserang bad mood hehehe.
kalau saya jadi si profesor pasti bilang gini :
“ok, kalian yang 16 orang silahkan tidak mengerjakan tugas, biar si muka bantal ini yang mengerjakan tugas essay..”
hahahaha…. kidding
Akhirnya dibikin sistem Extra Kredit – Ngerjain dapet bonus score, gak juga gak papa
5 point.
saya benci menulis, apalagi yang formal gitu, huh paling males. Tapi saya cinta ngeblog
Kamu sih species unik
Perlu dilindungi.
hahaha,,, emank sich nulis karya ilmiah lebih susah daripada nulis yang ngasal..
coba dipikir sedikit lebih dalam… pasti bisa koq kalo mank terbiasa nulis
tapi ya seperti “si bantal” bilang
Tapi biarpun gitu tetep ae kalo QK ya lebih seneng di suruh nulis yang fiksi daripada non fiksi kekekkeke
HIDUP!!! ^_^
Hoo, aku paling gak bisa nulis fiksi malah. Mungkin lebih tepatnya belom pernah nyoba… soalnya nggak tertarik mencoba? xD
HIDUP!!! ^o^
haha, makin kreatip nih si bantal..
Uhuhu, suwun
dari dulu ga sembuh2 d….
Hala yo ben to…. Otak ku itu berupa warna, bukan angka.
mangstaabbbsss…dilirik cewek yak…
lanjutttt…
Nabrakkkkk :O
Kunjungan perdana kawan…
nggak koment dulu…
Jadi Ngantuk stelah liat bantal…
Silahkan… bebas…
bingung mau comment
bingung mau bales….
HAHAHAHAHA buset. gue udah lama banget ga ke sini. iyalah klo gue sekelas ma lo, pasti langsung dijitak. udah bagus papernya di tunda. ckck. klas apa sih?
INT101 — hehehe. Bukan ditunda lage, dibatalin! Ditiadakan! :O
mungkin 2 cewek bule itu mau mencium dl tp habis itu mencekik sampe terbunuh hahaha..
just kidd broo
Mati secara indah… boleh dicoba lol.
waaaaaa…. aku juga paling suka kalau suruh nulis esai, karena jenis tulisan itu paling gampang menurutku. nggak ada aturan yg baku. hehehe
Dan bebas berkreasi. Apalagi kalau dosen nya terkesan… puas rasanya
bagi diri saia pun, menulis bukan lagi hobi…
tapi menulis telah menjadi bagian dari hidup saia
salam kenal bang Bantal
yang pasti aku menyesal tidak mulai ngeblog dari dulu-dulu sebelum menulis skripsi dan thesis!
BUT, kalo mikir untuk nulis disertasi? Hmmmm mabok dulu ahhhh
EM
Disertasi apaan ya? Dan bukannya kamu sudah ngeblog dari dulu banget? Masih kurang Duluuuu lagi ya? xD
Memang betul bahwa nge-blog dan menulis (dalam hal ini: karya tulis ilimiah, skripsi, dll) memiliki hakikat yang sama.
Perbedaannya ada pada batasan formal nya.
Kalau blog, hanya dibatasi oleh Term-Of-Services. Artinya, yang bisa ditulis bebas-sebebas-bebasnya selama tidak melanggar TOS (memangnya TOS itu gampang ya? ketahuan nih saya jarang baca TOS
).
Ada beberapa blog yang saya lihat yang isinya hanya meng-copy-paste berita-berita lain. Tetapi mereka tidak melanggar TOS karena mencantumkan link aslinya. Alhasil, blog mereka jalan terus, tidak perna di-suspend. (Namun, tentu blog saya bukan termasuk yang tipe begini ya!)
Hal ini membuat nge-blog relatif lebih fleksibel.
Kapanpun dan di manapun ngeblog, apapun topiknya, berapapun frekuensi nya, bagaimanapun gaya bahasa nya, selama tidak melanggar TOS, tidak masalah.
======================================================
Dan untuk konteks karya tulis ilimiah, skripsi, dll; banyak peraturan ketat yang membuat kefleksibelan menjadi terkotak-kotak dan membutuhkan pikiran serta tenaga untuk mengerjakannya:
- Harus seorisinal mungkin
- Tata bahasa harus tepat (ada banyak standard nya. Penulisan paragraf, penulisan huruf besar kecil, penulisan huruf tebal atau miring, penulisan kutipan yang benar, jarak yang tepat, jenis font yang standard, besar font yang standard, dan banyak lagi ‘tetek-bengek’ lainnya).
- Harus ada metoda ilimiahnya
- Ada deadline tertentu.
Dan yang paling penting adalah, kalau sampai gagal……resiko nya sangat besar.
==============================================================
Mungkin itu sebagian alasan kenapa banyak orang (dan sebenarnya saya juga) kurang menyukai kegiatan tulis menulis formal.
Memang sih kalau menulis ilmiah / skripsi lebih ada batasan dalam cara penataannya. Cuman faktor yang paling penting itu adalah sebuah ide dan pembawaannya menjadi sebuah tulisan. Kalau sekedar masalah teknis, bisa dibetulkan, dan mungkin dikerjakan sama yang professional deh (gak melanggar hukum kan, minta di proof reading orang lain?) ^^
ah elo emang jago le , gw juga ga bisa bgt kalo menulis , padahal isi otak gw bisa dijadiin buku , salah satunya teori kebenaran yang gw pernah omongin ke doneeh , dari 2006 teori itu gw kembangin sampe sekarang , tapi gw ga tau harus nulis apa
lo harus bantu gw le
waduh, dan ngajari orang itu adalah satu hal yang aku paling gak bisa o_O;
Waaah bantal bisa bikin tesis
Iya dong, bantal
gantengajaib.Hmmm…mungkin tergantung motivasi masing2x blogger saat bikin blog
Ada blogger yang memang suka menulis, ada blogger yang ngeblog karena alasan mencari uang lewat blog dll…
Sejak SD saya paling suka saat disuruh mengarang di kelas Bahasa Indonesia dan menyelesaikan tugas membuat cerita hanya dalam beberapa menit. Setelah tugas selesai biasanya saya terbengong2x karena sisa waktu yang masih banyak dari guru. Kalo sudah begini biasanya temen2x lain yang memberdayakan saya agar membantu mereka… I luv writing…
BTW, dua cewek bule itu pasti takjub deh…. kok masih ada mahluk langka kayak begini hehe
Wah kamu juga makhluk langka berati *salaman
Dasar, muka bantal!