Hati-Hati Kalau Ingin Berbasa Basi

Semalam aku mbantal 5 jam 50 menit.

Di tempat kerja, jam istirahat sudah aku pakai untuk melahap sarapan dan kemudian beranjak ke teras untuk merokok. Seperti biasa ada beberapa bapak-bapak yang sudah mengepulkan asap rokok dari mulutnya. Wajah yang itu-itu saja.

Kusulut bara di batang Marlboroku dan kemudian datang seorang Nenek yang sudah cukup berumur (sekitar 70 tahun) untuk bergabung di pesta asap kecil kita.

Aku sudah sering melihat Nenek ini tapi tak pernah berbicara dengan dia, dan jarang juga aku melihat orang lain mengobrol dengannya. Yah, cuaca sedang indah sekali hari ini, jadi kusapa saja dia: “Good morning :) .”"

Dari sinilah sebuah cerita dimulai.

Dia tersenyum balik kepadaku dan berkata (in english):

Yah… cuacanya bagus ya hari ini….
Suamiku hari ini lupa menelpon dokter gigiku untuk bikin appointment.

“Buat apa?” – tanyaku.

Nih… lihat?… Gigiku goyang-goyang… (sambil memamerkan gigi depan yang bagian bawah).
Udah seminggu, waktunya dijabut. Aku gak mau jabut sendiri, takut bahaya.
Sakit sih nggak, cuman mengganggu banget, bikin gak konsentrasi.
Aku memang kalau makan, ngunyah makanan gak pake gigi depan…
Biasanya ku kunyah di bagian kiri…. eh sebentar….

Kemudian dia meraba-raba pipi kiri dan kanannya, matanya melihat ke atap teras sementara mulutnya memperagakan cara mengunyah… berpikir…

Iya…  bener, aku kalau kunyah makanan disebelah kiri. Nggak tau kenapa…

Aku nyengir…. kuhisap lagi rokokku, dan kubuat kepulan asap berbentuk bantal.

Minggu lalu aku sudah ketemu dengan dokternya (dia melanjutkan).
Katanya gigi-gigiku ini perlu dikawat, dan beberapa tempat harus ditambal…
Ada juga yang perlu diganti dengan gigi palsu… contohnya disini, sini dan disini (memamerkan giginya yang mulai menguning dan merenggang termakan usia).

Aku menghisap asap terakhir dari rokokku yang sudah mulai membakar filter. Lalu aku bangkit berdiri, bersiap masuk kembali bekerja.

Tau gak kamu, buat aku, gigi itu penting banget. Ibu ku, almarhum, waktu itu dia minta untuk dikremasikan. Banyak keluargaku yang merasa nggak perlu untuk membetulkan giginya (setelah wafat)… buang duit katanya.

Tidak… aku bilang tidak.  Aku nggak ingin Ibu ku tampak jelek, apalagi saat kami harus bertemu dan melihat dia untuk yang terakhir kalinya. Banyak anggota keluarga yang gak suka dengan keputusanku tetapi aku nggak peduli.

Oh iya, Ibu ku pinter banget bikin masakan Italy lho. PizzaLasagna..
Aku suka sekali Lasagna. Tadi malam aku makan Lasagna.
Suamiku juga suka Lasagna lho… dia belajar bikin sendiri…

Aku nyengir lagi… dan berkata “Aku gak begitu familiar dengan masakan Italy.”

Wah, enak banget lho. Ada restoran Italy di deket (blablablabla ga inget namanya). 1 porsinya harganya cuman $8.90 — terus menu yang ini, harganya sekian, terus yang ini sekian dan sekian.
Itu harga yang paling murah, dan makanannya enak-enak. Dulu dengan suamiku, pernah pergi di kota sebelah, uh, harganya mahal, dan rasanya juga biasa-biasa saja.

Lalu dia mulai mematikan rokok yang semenjak tadi bertengger di antara dua jarinya, dan melemparkannya ke asbak, berdiri dan bersiap masuk seraya berkata…

Ok… jam istirahatku sudah selesai, saatnya kembali bekerja.

Kupersilahkan dia masuk duluan, sementara aku memutuskan tinggal diluar untuk menyalakan sebatang rokok lagi. Tambahan, sambil geleng-geleng kepala.

Ajaib benar dalam waktu 10 menit aku bisa mengetahui: jadwal dia ke dokter gigi, cara mengunyah makanan, suaminya, almarhum Ibunya, proses penguburan Ibunya, makanan favoritnya dan suaminya, harga makanan di restoran ini dan itu, dan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dan tak berniat untuk kuketahui…

Kuhisap rokok-ku,  kemudian aku melihat ke arah bapak-bapak yang semenjak tadi duduk di meja sebelah, dimana seolah-olah peran mereka telah terlupakan; Memandangku geli dan tersenyum lebaaaar…

Kupandang balik mereka dan dengan tertawa sinis, aku berkata…

What?? I was just saying GOOD MORNING.
(Apa salahku?? Aku cuman bilang Selamat Pagi).

Sekarang aku tahu kenapa jarang ada orang yang mau menyapanya :)

    • DV
    • April 7th, 2010 10:17pm

    Hahahaha,
    kisah yang menarik!

    Ada banyak orang yang seperti itu, barangkali pernah merasa dikucilkan masa mudanya sehingga ingin bercerita tentang apapun ke siapapun juga.

    Kasian sekaligus menggemaskan…

      • Dewa Bantal
      • April 8th, 2010 4:37am

      Aku juga berpikir begitu. Apa mungkin di rumah juga tidak banyak berbicara, sehingga pelampiasan di tempat kerja? Atau memang suka bicara disini dan disana?

  1. hahaha. namanya basa basi itu, sering ngaco. dan kadang bikin terkejut sampe kejang kejang!! :D

      • Dewa Bantal
      • April 8th, 2010 4:43am

      beuh jangan sampe kejang lah, gila… “Dewa Bantal dikenakan sanksi penjara 5 tahun, atas tuduhan membunuh Zulhaq dengan basa basi.” wew.

    • indri
    • April 7th, 2010 11:14pm

    hahaha…
    apik ka

      • Dewa Bantal
      • April 8th, 2010 4:43am

      Wehh si Indrooooo :D

  2. gak di sana gak di sini, namanya orang tua selalu pengennya ngobrol, butuh perhatian lebih. ndak papa mas, nyenengin orang itu berpahala tho :lol:

      • Dewa Bantal
      • April 8th, 2010 4:46am

      Nyenengin orang vs ngurusin orang itu hal yang sangat berbeda >.< — huhuhu. Contoh salah satu pahala yang kalau bisa ngga perlu kuambil dehhh, rela gua.. relaaa..

    • Ray
    • April 8th, 2010 1:42am

    bukankah asik dapat teman ngobrol? mengetahui hal hal kecil yang kadang kita anggap sepele meski hal itu penting bagi orang lain.

    dan yg pastinya mungkin hal itu bisa meringankan beban orang lain dengan bercerita kepada seseorang, yaitu kita, meski kita hanya diam ;)

      • Dewa Bantal
      • April 8th, 2010 4:48am

      Weh mas Ray. Kunjungan perdana? ato yang kedua ya… tumben :D

      Ya aku pendengar yang baik memang, sampe inget semua pembicaraannya huhuhu @_@; — tapi kadang meratap juga, nasib jadi gentong.

    • Riri Yamachan
    • April 8th, 2010 2:21am

    Hohoho…. gak usah nyesel, mas bantal. Walau kadang bakal ngebosenin banget sampe mau lompat dari beranda itu, gak selamanya kita bisa dengerin omongannya. Ikutin aja. Lagian sapa tau omongannya itu ada gunanya (pasti ada, aku yakin)

      • Dewa Bantal
      • April 8th, 2010 4:50am

      Hmm… aku berpikir keras untuk menemukan cara menggunakan informasi yang sudah kudapat ini… Percaya deh. Masih bingung, iya. ^^;

  3. ha…ha…ha…. ada juga orang disono yang bertipikal begitu. Disini ada juga temanku yang sak akrab sok gaul, umurnya juga sudah menjelang pensiun. Tapi kalau sudah diajak ngobrol kaya’ peluru yang dimuntahkan dari magazin. zing…zing….zing :arrow: :arrow: sampe maunya tutup telinga :lol: .
    Oh ya ada titipan award disini, diambil ya :?

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:41pm

      Haha buset machine gun… Gimana tuh, tidak berhenti dengan suara keras yang memekakan telinga?

  4. wekekeke… persis sekali dengan apa yang saya alami dulu.. sekali sapa langsung curhat kemana-mana.. haha..
    sesekali jadi pendengar yang baik kan ndak apa-apa to mas?

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:41pm

      Iya, pendengar yang baik pun terkadang punya keluhan-keluhan yang susah dikeluarkan, berhubung bukan pembicara yang baik xD … paling mentok juga curhat ke blog :O kayak sekarang.

  5. huahahahahaha!!
    kalau kamu menyapa dengan menggunakan kalimat yg lebih panjang lagi, dia bakal ngomong sampai besok pagi kali… :) )

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:43pm

      Misalnya gimana? “Selamat pagi… cuaca yang baik sekali? Gimana kabarmu hari ini terutama rencana menghabiskan akhir pekan? :D

      Seminggu baru habis deh mendengar obrolannya? :)

    • jaya
    • April 8th, 2010 10:44am

    pasti nenek itu bersyukur sekali ketemu seseorang yang mau mendengar curhatnya, hahaha…

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:43pm

      Sepertinya begitu ya? ^^;

  6. jangan lupa besok kalo ketemu lagi nyapanya agak panjang dikit, pasti ceritanya lebih menarik lagi :P *kabur sebelum dilempar bantal*

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:44pm

      *tembak bazoka berpeluru bantal* .. ga sempet kabur lu.

  7. jadi ceritanya berawal dari Good Morning??

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:44pm

      Sepertinya demikian :D

  8. hah??nenek2 70tahun ngrokok??
    keren betul…
    ck..ck..

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:44pm

      Haha… nenek2 70 taon bertato dileher, gimana? Ada lho.

  9. hahahhaaha……
    kasihan…. :D
    just kidding…..artiya dilarang merokok….
    heheehehe :D

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:45pm

      Iya, mungkin itu salah satu pertanda, sudahilah merokok :D

  10. om….
    pa kabar???
    lama tak jumfa…..
    :D

    makanya lain kali liat2 dulu orangnya….
    doyang ngobrol gag…. gt

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:45pm

      Bukannya kita bisa mengerti seseorang itu ketika kita mulai berbicara dengan mereka? hehehe.. kalo nggak, namanya itu gosip.

  11. Mungkin pas kamu nyapa, yang lain sudah berpikir, “Ok, here we are, just another victim”. Hahaha… Gpp Ka, kamu sudah “berjasa” dengerin nenek2 itu curhat ;)

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:46pm

      LOL, sial… seperti mengintai tikus menginjak perangkapnya ya?

  12. trus, apakah kamu menyesal telah menyapa nenek itu???tapi keliatannya ia suka ngobrol tuh sampai panjang lebar sampe yang ngak penting :)

      • Dewa Bantal
      • April 9th, 2010 4:46pm

      yaa… mungkin sedikit menyesal tapi nggak sampe menggerutu deh. Mungkin aku yang perlu berlatih untuk berani memotong pembicaraan orang untuk pergi. Aku yang terlalu sungkan mungkin.

  13. wah disini juga banyak bule tua yang kayak gitu…ada yang dokter lagi..dan dia gak bisa di interupt pula..

    • vigrie
    • April 10th, 2010 12:00am

    emang ta, orang bule tuh kebanyakan gitu, cuma nanya A dijawabnya ABCD ampe Z… mereka tuh demen bgt yah ngobrol yg gak penting untuk kita tau (apalagi dlm kondisi lo gak kenal sama mereka). mending yg curhat hot chick, lah ini? nenek2x hahahaha.. =P

  14. sekali kali kan gak papa untuk jadi seorang pendengar yang baik.mungkin emang budaya amerika yang bertolak belakang dengan endonesa,sehingga orang yang mencoba untuk berbuat baik pun akan ditertawakan

      • Dewa Bantal
      • April 11th, 2010 11:15am

      Ngga sih, disini juga gak separah itu untuk menertawakan mereka yang beritikad baik haha. Cuman memang lucu aja, karena nenek ini sudah terkenal sekali ngomong pasti kemana mana dan gak bisa berhenti sebelum rokoknya habis :)

  15. wah, di tempat bekerja saya, saya pernah menemukan ada yang seperti ini, bahkan lebih parah karena obrolannya terasa begitu sombong dan meninggikan diri, dia juga tidak perduli apakah kita mengerti atau tidak dengan apa yang dia bicarakan, pokoknya mirip televisi deh, hehe

    saya pernah kena sekali, dan rasanya susah sekali untuk beranjak sebelum dia yang selesai cerita.

    uniknya, beberapa teman justru sering memanfaatkan dia untuk teman ngobrol di kantin ketika tidak ada teman makan siang (jika makan siang terlambat, jadi kantin sepi), hehehe

      • Dewa Bantal
      • April 12th, 2010 9:22pm

      Aku malah gak suka kalo berisik. Kalo istirahat makan siang, aku biasanya malah menyendiri dengan laptop ku haha. Soalnya waktu kerja sudah terlalu banyak bicara :D

  16. lain kali pasti nenek itu yang akan “menginterogasi” kamu dengan tanya jadwal kamu ngebantak, mencuci bantal dan menjemurnya :P

    EM

      • Dewa Bantal
      • April 17th, 2010 10:14am

      Kuragukan… dia mah lebih suka menceritakan tentang dirinya daripada bertanya tentang orang lain hehahaha.

  17. asik lho sebenarnya bisa latihan bahasa inggris :P

    Saya juga suka begitu kalau ketemu klien homecare yang tukang ngobrol (tapi saya bukan pekerja caregiver lho, dan tentu saja saya bukan pasien hahaha :P )

      • Dewa Bantal
      • April 18th, 2010 10:58am

      Latihan itu kan harusnya percakapan 2 arah… sama si emak ini mah, aku cuman bisa dengerin dia hahaha @_@

  18. Menarik banget…. dari satu kalimat kecil berujung ke kisah hidup ybs…. Saya sering banget mengalami kejadian kayak begini… biasanya sih kalo ketemu orang tua yang pengen banget cerita2x tapi keluarganya terlalu sibuk kali buat mendengarkan…

    Dari orang2x tua saya banyak mendengar kisah waktu jaman perang, sejarah kota, orang2x terkenal di masa lampau, film dan kebiasaan anak muda jadul…. jadi tahu banyak info deh :D .

      • Dewa Bantal
      • April 27th, 2010 4:37pm

      Dan waktu kamu jadi seorang nenek, kamu bercerita ke cucu-mu kalau kamu dulu sering diceritain oleh nenekmu. Haha, siklus kehidupan.

  1. No trackbacks yet.