Aku Cinta Kamu Deh… Mati Bareng Yuk?
- May 18th, 2010 | 845 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal 9 jam 30 menit.
Di dalam hidup ini, semua itu harus berjalan seimbang. Begitu ada yang mendominasi, rusak deh aliran harmoni dan keserasian hidup kita. Lagi-lagi ini akan menjadi sebuah postingan yang sok bijak dari Dewa Bantal
Ingat dengan filosofi Cina, Yin Yang? Seperti yang ditunjukkan gambar dibawah ini…

Gaul abis ya gambar di atas, gak kayak yang hitam putih jadul itu…
Sebuah filosofi yang menggambarkan bahwa sebuah kehidupan yang sempurna selalu didukung oleh 2 sisi yang berlawanan. Walau kedua sisi tersebut tidak pernah bersentuhan, baik dan buruk, miskin dan kaya, terang dan gelap, kedua faktor yang berlawanan ini adalah sebuah unsur yang mutlak diperlukan untuk merealisasikan sebuah kehidupan di dunia ini.
Yah… namanya juga bukan Surga; Pasti ada kejahatan di balik setiap kebaikan.
Yah… namanya juga Manusia; Pasti ada kebusukan di balik setiap kesolehan.
Manusia itu egois. Kalau aku boleh ngomong secara lugas, semua kegiatan amal, sosial, derma, menolong sesama, bla-bla-bla dan bla… beserta dengan mereka yang ikut bersosial mulai dari rakyat biasa sampai seorang public figure, katakanlah Mother Teresa, adalah seorang yang egois. Kok bisa?
Kenapa manusia berbuat baik? Supaya diberkati (buat diri sendiri), perintah Tuhan dan Agama (supaya diri sendiri gak kena hukuman), karena bahagia kalau melihat orang lain bahagia (kepuasan diri sendiri), bahkan kalau dengan alasan untuk kebahagiaan mereka semua-pun (membuat kita merasa tenang, damai dan baik, karena telah melakukan sesuatu yang baik). Semuanya selalu melibatkan tentang diri kita sendiri.
Setulus apapun kebaikan yang kita tujukan untuk orang lain, pasti demi sebuah timbal balik kepuasan jasmani dan rohani untuk diri kita sendiri. Ada secuil keegoisan disetiap ketulusan yang terjadi di kehidupan ini. Itulah keseimbangan yang membentuk sebuah hidup yang ideal. Aku sangat setuju.
Sifat egois itu memang salah satu bentuk dosa / kejahatan. Tetapi jelas bukan hal yang baik kalau ditiadakan. Justru karena adanya sebuah ego, manusia bisa berjuang dan melangkah maju. Yang menjadi masalah itu adalah kesombongan, berusaha untuk membuang keegoisan dan memandangnya dengan sebelah mata.
Kenapa keegoisan harus dibuang? Ya biar AKU nggak egois…
(yeah, another “Me” again)
Masalah berikutnya juga timbul ketika ada satu sisi berusaha mendominasi… “Keterlaluan”
Terlalu egois. Minjemin duit $100,- tetapi dengan harapan minta ditraktir makan malam tiap hari selama satu bulan.
Terlalu tulus. Jatuh miskin gara2 ngasih $100,- ke setiap pengemis yang ditemui.
Semua hal yang “terlalu” itu tidak ada yang baik, karena pasti akan ada dampak negatif yang mengikutinya.
Terlalu saleh. Segala hal sampe ngupil sekalipun disangkut pautkan dengan agama. Jadi lupa kalau kita masih hidup di dunia ini, bukan di atas sana.
Terlalu sehat. Jadi nggak punya pengertian sama temen yang gampang sakit. Teman lagi kena demam, diajak berburu nangkep Pinguin.
Terlalu pintar. Jadi gila… ini mah gak perlu dijelasin.
Terlalu baik. Pacar malah jadi minder dan rendah diri akhirnya kabur…
Terlalu cinta. Berapa korban jiwa dari pembunuhan dengan alasan “terlalu mencintaimu” ? (merujuk ke judul postingan kali ini
)
Terutama untuk makanan dan minuman, semua yang sehat sekalipun, ketika dikonsumsi terlalu banyak, akan selalu menjadi sebuah penyakit dan menyebabkan kematian. Air putih contohnya, yang paling sering dianjurkan untuk “minum yang banyak” — tahukah kamu kalau kebanyakan minum air putih, otakmu bisa pecah. Nggak percaya?
Jadi, sewajarnya saja lah. Nggak perlu terlalu ekstrim dalam segala sesuatu, dan nggak perlu mengharapkan sesuatu yang terlalu berlebihan juga dari sesama kita.
Jadilah orang saleh, baik, tulus, sehat, pintar dan mencintai sesama, tetapi nggak perlu sampai berlebihan. Hidup sederhana itu memang paling sehat
Maapkan aku ya Bu Teresa… bukan bermaksud menjelekkan, hanya membenarkan.

betul itu… harus yang pas-pas saja lah…
(Tetep melet)
ternyata dewa bantal pinter juga ya…
terserah =p
ya ya ya..
terlalu memang ngga baik
dan terlalu ngebantal juga ngga baik loh
EM
Eit… kecuali terlalu mbantal… hahaha. *gakmotau*
Ihh.. masa iya masalah upil aja disangkut pautkan sama agama? Wakakakaka *ngakak*
Terlalu berlebihan itu konyol juga
Nggak tau ya… habis semua hal selalu di perdebatkan akhir2 ini hahaha…
Ughh…
Kok gw jadi terngiang lagu dangdut satu itu ya, “Dia tidak jelek, Mak… Dia tidak cantik, Mak…Yang sedang-sedang saja….,”
Eniwei, segala sesuatu kalau berlebihan ujung-ujungnya biasanya memang tidak baik. Dan manusia memang makhluk egois, which is normal actually for me. Bukankah sebelum memikirkan kepentingan orang lain juga harus dipikirkan dulu apakah kita sendiri sudah ada di posisi yg baik? Kalo diri sendiri makan aja susah, jangan buru-buru nyumbang seluruh gaji pertama pada peminta-minta yang pertama lewat. Malah nantinya kita bikin repot orang lain juga tho….
Well, paling tidak begitulah menurut gw.
Tetap baik dan tetap jelek aja…
Hah? Apa maksudnya tuh?
Hidup wajar seperti apa yang manusia telah canangkan sebagai standar aja. Gak usah terlalu… egois. Hehehe, contoh-contohnya ‘keterlaluan’ tuh! Terlalu lucu:P
Yah… Kalo aku bilang “Makanya harus bagus kayak gini, bagus kayak gitu…” malah jadi keegoisan yang lain kan? Manut sama 2 paragraf terakhir aja!
Iya bu… dan jadi orang juga harus fleksible, jangan terlalu ngotot sama pendirian yang berlebihan
(yang berlebihan!)
“Kenapa manusia berbuat baik? Supaya diberkati (buat diri sendiri), perintah Tuhan dan Agama (supaya diri sendiri gak kena hukuman), karena bahagia kalau melihat orang lain bahagia (kepuasan diri sendiri), bahkan kalau dengan alasan untuk kebahagiaan mereka semua-pun (membuat kita merasa tenang, damai dan baik, karena telah melakukan sesuatu yang baik). Semuanya selalu melibatkan tentang diri kita sendiri.”
saya setuju dengan ini, jadi betul2 ikhlas itu sesungguhnya ada tdk ya?…
Like this!!
Setulus tulusnya manusia, pasti ada sifat egois yang menyertai. Soalnya kan sudah bawaan semenjak lahir
Well,
Mengharapkan yang extreme sih no problem asal mental cukup kuat utk ngelakoninnya. Artinya klo mo sukses, ya harus usaha. Trs klo ternyata gagal, berarti harus belajar terima kenyataan.
Iya mbak, mau hasil harus usaha
Jadi inget kisah si Bejo… hahaha.
mati bareng????? OH NO!!!!!!
Oooohhhhh~!!
Kalo terlalu cinta sama tulisan-tulisanmu, gimana? #anjinggombal
Aduh mbak, jadi malu ah
*tersipu sipu* — ya kalau terlalu cinta sama tulisanku… gak baek juga, soalnya nanti blog-blog lain kalo cemburu gimana? *ciehhh… #kudagombal
jadi peenasaran
menulis ini
sambil tidur mimpi mesti yaw
hahahha
Nggak kok… sadar diri seutuhnya, dan sepenuhnya terjaga
Setuju ama Imel, kamu TERLALU lama mbantal.. moso sembilan jam..
Eniwei, aku nggak terlalu suka dengan isi tulisan ini karena menurutku kebaikan adalah yang kita kejar sehingga kalau sampe taraf “TERLALU BAIK” itu justru bagus
Tapi judul title ini, aku suka!
Yah Don, berbeda pendapat deh
— hehe. Aku tetap percaya yang namanya Terlalu itu ngga ada yang baik. Ketika orang terlalu baik, pasti ada sebuah pengorbanan yang berlebihan yang berdampak nggak baik. Terlalu baik kepada teman, kebaikan untuk keluarga berkurang. Terlalu baik kepada semua orang, kebaikan untuk diri sendiri (jaga hati) juga berkurang.
Apalagi kalau terlalu baik kepada seseorang, sampai rela ngebantu dia mengedarkan narkoba, berhubung kepepet butuh duit 1 milliar buat biaya operasi Ibu nya… hitung2 amal katanya
Nah kan.
Terlaaaaluuu…
kok aq jadi ingat roma irama ya
Wah, aku nggak penggemar Dangdut nih… haha. Delia ternyata suka goyang dangdut ye? Jangan-jangan sambil megal-megol waktu baca tulisan ini
wakakakakakaka…
kok tau sih aq suka dangdut…:D
dangdut is the music of my country sobat…
jangan lupakan itu…
gak menggol2 cuma geleng2 kepala aja dengerin Eminem..
halahhhhhhhhhhhhhhhhh
Hasah, malah penggemar Rap juga toh? Hebat, aku aja nggak bisa ngikutin musik Rap hehehe.
tak sempurna pun tak apa, sedang-sedang saja lebih baik. karena kebanyakan ter- juga gak bagus buat kesehatan mental dan jasmani
Iya Mah… yang penting punya pendirian
Ibu Teresa:
Wahai kau, Dewa Bantal! Setidaknya perbuatan baikku betul-betul telah meringankan penderitaan banyak orang. Biar Tuhan yang menentukan, apakah itu untuk kepuasanku ato kebahagiaan mereka.
Aku egois katamu? Sungguh akan kuambil bantalmu!!! Triinngg….. (bantal ilang seketika)
(*kabuuuurrr*)
HAHAHA iki opo toh yo?? Ibu Teresa jadi fairy ya? Bawa drumstick yang berkilauan bintang… Memang Ibu Teresa telah mengubah dunia kok, dan menginspirasikan banyak orang
— aku juga salut.
kok ga nyambung sama judul tulisannya se Mas? kirain mau curhat tentang pasangan sesama jenisnya itu. hoho
Yee… gawat juga bayanganmu. Nyambung ah… dipaksa disambung sambungin
bernafas pun ndak usah terlalu banyak kan..? (ntar teman yang lain ndak kebagian O2, hahaha)
Bener sekali… bernafas jangan rebutan. Kalau perlu buat mereka yang mampu, beli saja tabung O2, jadi yang gratisan ini bisa buat mereka yang kurang mampu
judul yg horor
horor adalah keindahan kok ^_^
Sederhana berawal dari hal-hal kecil, sehingga tumbuh rasa yang nyaman dan mudah untuk dilakukan.
Cintai hidup sederhana sejak dari dulu
Terimakasih atas kebijakannya mas
wah saya juka judulnya bang…
isinya juga ngena bnget
udah nonton three idiot blom bang..pilem india
disitu ada suato quota :
kamu akan sedih melihat temanmu tidak lulus
tapi kamu akan lbih sedih lagi kalo melihat temanmu lulus dan nilainya palng tinggi..dan kamu berda jauh dibawahnya
dan inilah bentuk keegoisan manusai juga
Eh iya, aku udah liat film itu. Bagus banget
— dikasih tau temen di Indo katanya lumayan populer di sana. Aku juga inget adegan itu, dengan quote yang kamu tulis di atas
Judulnya sungguh terlalu kata bang haji roma
kalau terlalu ngeblog jadinya apa ya?
Jadinya…. PR nggak keurus, kerjaan terlantar dan lupa cara berbicara dengan mulut. Bisanya nulis doang
“mati bareng? hayuk bangett…! tapi kamyu duluan ya say ? *wink!* ”
hahaha…
tapi “keterlaluan” itu kadang membuat hidup menjadi lebih hidup..
Ah ogah ah, kamu duluwan say… kan ledis pirst…
maka dari itu posting blog juga jangan terlalu sering
*mendapat alasan kenapa males posting*
Ah ngeles aja…. yang namanya terlalu sering posting itu kalau sampe 3x sehari.
Manusia diciptakan kompilt dengan aksesoris keegoisannya masing2(relatif)
Setuju
terlalu mencintai bantal
Eh, kecuali itu…. terbukti aman
hehe,,,,
ngeri akh….
klo ngomongin mati bareng ntar dulu dech…
masih pengen ngblog….
Iya, ngeblog sampe mati lebih nikmat yah?
kata bang rhoma, TERLALUUUU!!!
Oalah, kirain ada adegan romoe n juliet yang pengen mati bareng wakakakak
Yeh, maap lah mengecewakan
yuph, segalanya harus seimbang
Hu uh…
syukurlah di ujung tulisan kau bilang minta maaf sama mother theresa, sungguh keterlaluan ya dirimu.
oya….terlalu banyak tidur juga nggk baik loh, kasian bantalnya.:D
Kasian bantalnya?… yang keterlaluan itu dirimu… hiks.
Hm… memang bener, segala sesuatu yang serba berlebihan itu gak baik. Harusnya ada ditengah-tengah, gak terlalu banyak dan gak terlalus sedikit.
*High fives*
kalo kata orang jawa ngono yo ngono nanging ojo ngono. opo-opo ojo kebacut
Iyo… atau “Kepincut” hihihi. Hidup jowo!
Yupz setuju…gak perlu terlalu ekstrem..
Yang sedang-sedang aja
sedang-sedang yang penting punya pendirian. Nggak plin plan
hmmm…aku jg ga terlalu setuju ma postingan kali ini, menurutku berlebihan dalam sesuatu yang baik tetap saja baik, tidak bisa dikatakan bersifat negatif. Misalnya banyak bersedekah, membantu orang lain karena itu akan benar-benar membantu mereka. Ketulusan yang murni juga masih ada kok, ga semata mengharap imbalan balik atau pahala dari Tuhan..
(sok alim banget ya dirikuw..wekekekk) btw pusing nih nulis komen, tulisanne cilik2 buangggettt))
“Terlalu” banyak bersedekah, “terlalu” sering membantu orang lain… sudah agak gak enak didengarnya kan? ^^;
Nanti tak besarke wes tulisan di komen. Default dari sono nya, yang design template itu ratu semut kayaknya.