Aku Cinta Kamu Deh… Mati Bareng Yuk?

Semalam aku mbantal 9 jam 30 menit.

Di dalam hidup ini, semua itu harus berjalan seimbang. Begitu ada yang mendominasi, rusak deh aliran harmoni dan keserasian hidup kita. Lagi-lagi ini akan menjadi sebuah postingan yang sok bijak dari Dewa Bantal :)

Ingat dengan filosofi Cina, Yin Yang? Seperti yang ditunjukkan gambar dibawah ini…

Gaul abis ya gambar di atas, gak kayak yang hitam putih jadul itu:lol:

Sebuah filosofi yang menggambarkan bahwa sebuah kehidupan yang sempurna selalu didukung oleh 2 sisi yang berlawanan. Walau kedua sisi tersebut tidak pernah bersentuhan, baik dan buruk, miskin dan kaya, terang dan gelap, kedua faktor yang berlawanan ini adalah sebuah unsur yang mutlak diperlukan untuk merealisasikan sebuah kehidupan di dunia ini.

Yah… namanya juga bukan Surga; Pasti ada kejahatan di balik setiap kebaikan.

Yah… namanya juga Manusia; Pasti ada kebusukan di balik setiap kesolehan.

Manusia itu egois. Kalau aku boleh ngomong secara lugas, semua kegiatan amal, sosial, derma, menolong sesama, bla-bla-bla dan bla… beserta dengan mereka yang ikut bersosial mulai dari rakyat biasa sampai seorang public figure, katakanlah Mother Teresa, adalah seorang yang egois. Kok bisa?

Kenapa manusia berbuat baik? Supaya diberkati (buat diri sendiri), perintah Tuhan dan Agama (supaya diri sendiri gak kena hukuman), karena bahagia kalau melihat orang lain bahagia (kepuasan diri sendiri), bahkan kalau dengan alasan untuk kebahagiaan mereka semua-pun (membuat kita merasa tenang, damai dan baik, karena telah melakukan sesuatu yang baik). Semuanya selalu melibatkan tentang diri kita sendiri.

Setulus apapun kebaikan yang kita tujukan untuk orang lain, pasti demi sebuah timbal balik kepuasan jasmani dan rohani untuk diri kita sendiri. Ada secuil keegoisan disetiap ketulusan yang terjadi di kehidupan ini. Itulah keseimbangan yang membentuk sebuah hidup yang ideal. Aku sangat setuju.

Sifat egois itu memang salah satu bentuk dosa / kejahatan. Tetapi jelas bukan hal yang baik kalau ditiadakan. Justru karena adanya sebuah ego, manusia bisa berjuang dan melangkah maju. Yang menjadi masalah itu adalah kesombongan, berusaha untuk membuang keegoisan dan memandangnya dengan sebelah mata.

Kenapa keegoisan harus dibuang? Ya biar AKU nggak egois…
(yeah, another “Me” again :) )

Masalah berikutnya juga timbul ketika ada satu sisi berusaha mendominasi… “Keterlaluan

Terlalu egois. Minjemin duit $100,- tetapi dengan harapan minta ditraktir makan malam tiap hari selama satu bulan.

Terlalu tulus. Jatuh miskin gara2 ngasih $100,- ke setiap pengemis yang ditemui.

Semua hal yang “terlalu” itu tidak ada yang baik, karena pasti akan ada dampak negatif yang mengikutinya.

Terlalu saleh. Segala hal sampe ngupil sekalipun disangkut pautkan dengan agama. Jadi lupa kalau kita masih hidup di dunia ini, bukan di atas sana.

Terlalu sehat. Jadi nggak punya pengertian sama temen yang gampang sakit. Teman lagi kena demam, diajak berburu nangkep Pinguin.

Terlalu pintar. Jadi gila… ini mah gak perlu dijelasin.

Terlalu baik. Pacar malah jadi minder dan rendah diri akhirnya kabur…

Terlalu cinta. Berapa korban jiwa dari pembunuhan dengan alasan “terlalu mencintaimu” ? (merujuk ke judul postingan kali ini :lol: )

Terutama untuk makanan dan minuman, semua yang sehat sekalipun, ketika dikonsumsi terlalu banyak, akan selalu menjadi sebuah penyakit dan menyebabkan kematian. Air putih contohnya, yang paling sering dianjurkan untuk “minum yang banyak” — tahukah kamu kalau kebanyakan minum air putih, otakmu bisa pecah. Nggak percaya?

Jadi, sewajarnya saja lah. Nggak perlu terlalu ekstrim dalam segala sesuatu, dan nggak perlu mengharapkan sesuatu yang terlalu berlebihan juga dari sesama kita.

Jadilah orang saleh, baik, tulus, sehat, pintar dan mencintai sesama, tetapi nggak perlu sampai berlebihan. Hidup sederhana itu memang paling sehat :D

Maapkan aku ya Bu Teresa… bukan bermaksud menjelekkan, hanya membenarkan.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to Reddit Post to StumbleUpon

  1. betul itu… harus yang pas-pas saja lah…
    ternyata dewa bantal pinter juga ya… :P (Tetep melet)

      • Dewa Bantal
      • May 18th, 2010 7:52pm

      terserah =p

  2. ya ya ya..
    terlalu memang ngga baik
    dan terlalu ngebantal juga ngga baik loh

    EM

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 7:24am

      Eit… kecuali terlalu mbantal… hahaha. *gakmotau*

  3. Ihh.. masa iya masalah upil aja disangkut pautkan sama agama? Wakakakaka *ngakak* :lol:
    Terlalu berlebihan itu konyol juga :lol:

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 7:24am

      Nggak tau ya… habis semua hal selalu di perdebatkan akhir2 ini hahaha…

  4. Ughh…

    Kok gw jadi terngiang lagu dangdut satu itu ya, “Dia tidak jelek, Mak… Dia tidak cantik, Mak…Yang sedang-sedang saja….,” :lol:

    Eniwei, segala sesuatu kalau berlebihan ujung-ujungnya biasanya memang tidak baik. Dan manusia memang makhluk egois, which is normal actually for me. Bukankah sebelum memikirkan kepentingan orang lain juga harus dipikirkan dulu apakah kita sendiri sudah ada di posisi yg baik? Kalo diri sendiri makan aja susah, jangan buru-buru nyumbang seluruh gaji pertama pada peminta-minta yang pertama lewat. Malah nantinya kita bikin repot orang lain juga tho….

    Well, paling tidak begitulah menurut gw.

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 3:59pm

      :) Jelas, detil dan sejalan ternyata ya kita. Tos dulu mbak!

    • Riri Yamachan
    • May 19th, 2010 12:24am

    Tetap baik dan tetap jelek aja… :D

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 3:59pm

      Hah? Apa maksudnya tuh? :lol:

      • Riri Yamachan
      • May 21st, 2010 12:51am

      Hidup wajar seperti apa yang manusia telah canangkan sebagai standar aja. Gak usah terlalu… egois. Hehehe, contoh-contohnya ‘keterlaluan’ tuh! Terlalu lucu:P

      Yah… Kalo aku bilang “Makanya harus bagus kayak gini, bagus kayak gitu…” malah jadi keegoisan yang lain kan? Manut sama 2 paragraf terakhir aja! :)

        • Dewa Bantal
        • May 21st, 2010 8:51pm

        Iya bu… dan jadi orang juga harus fleksible, jangan terlalu ngotot sama pendirian yang berlebihan :) (yang berlebihan!)

    • hamidah
    • May 19th, 2010 2:26am

    “Kenapa manusia berbuat baik? Supaya diberkati (buat diri sendiri), perintah Tuhan dan Agama (supaya diri sendiri gak kena hukuman), karena bahagia kalau melihat orang lain bahagia (kepuasan diri sendiri), bahkan kalau dengan alasan untuk kebahagiaan mereka semua-pun (membuat kita merasa tenang, damai dan baik, karena telah melakukan sesuatu yang baik). Semuanya selalu melibatkan tentang diri kita sendiri.”

    saya setuju dengan ini, jadi betul2 ikhlas itu sesungguhnya ada tdk ya?…

    Like this!!

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 4:00pm

      Setulus tulusnya manusia, pasti ada sifat egois yang menyertai. Soalnya kan sudah bawaan semenjak lahir :)

    • zee
    • May 19th, 2010 4:50am

    Well,
    Mengharapkan yang extreme sih no problem asal mental cukup kuat utk ngelakoninnya. Artinya klo mo sukses, ya harus usaha. Trs klo ternyata gagal, berarti harus belajar terima kenyataan.

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 4:06pm

      Iya mbak, mau hasil harus usaha :) Jadi inget kisah si Bejo… hahaha.

  5. mati bareng????? OH NO!!!!!!

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 4:07pm

      Oooohhhhh~!!

  6. Kalo terlalu cinta sama tulisan-tulisanmu, gimana? #anjinggombal

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 4:08pm

      Aduh mbak, jadi malu ah :lol: *tersipu sipu* — ya kalau terlalu cinta sama tulisanku… gak baek juga, soalnya nanti blog-blog lain kalo cemburu gimana? *ciehhh… #kudagombal

  7. jadi peenasaran
    menulis ini
    sambil tidur mimpi mesti yaw
    hahahha
    :D

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 4:08pm

      Nggak kok… sadar diri seutuhnya, dan sepenuhnya terjaga :D

    • DV
    • May 19th, 2010 7:20am

    Setuju ama Imel, kamu TERLALU lama mbantal.. moso sembilan jam..
    Eniwei, aku nggak terlalu suka dengan isi tulisan ini karena menurutku kebaikan adalah yang kita kejar sehingga kalau sampe taraf “TERLALU BAIK” itu justru bagus :)

    Tapi judul title ini, aku suka!

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 4:11pm

      Yah Don, berbeda pendapat deh ;) — hehe. Aku tetap percaya yang namanya Terlalu itu ngga ada yang baik. Ketika orang terlalu baik, pasti ada sebuah pengorbanan yang berlebihan yang berdampak nggak baik. Terlalu baik kepada teman, kebaikan untuk keluarga berkurang. Terlalu baik kepada semua orang, kebaikan untuk diri sendiri (jaga hati) juga berkurang.

      Apalagi kalau terlalu baik kepada seseorang, sampai rela ngebantu dia mengedarkan narkoba, berhubung kepepet butuh duit 1 milliar buat biaya operasi Ibu nya… hitung2 amal katanya :) Nah kan.

  8. Terlaaaaluuu…
    kok aq jadi ingat roma irama ya :D

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 4:13pm

      Wah, aku nggak penggemar Dangdut nih… haha. Delia ternyata suka goyang dangdut ye? Jangan-jangan sambil megal-megol waktu baca tulisan ini :lol:

    • wakakakakakaka…
      kok tau sih aq suka dangdut…:D
      dangdut is the music of my country sobat…
      jangan lupakan itu… :D

      gak menggol2 cuma geleng2 kepala aja dengerin Eminem..
      halahhhhhhhhhhhhhhhhh :lol:

        • Dewa Bantal
        • May 21st, 2010 8:52pm

        Hasah, malah penggemar Rap juga toh? Hebat, aku aja nggak bisa ngikutin musik Rap hehehe.

  9. tak sempurna pun tak apa, sedang-sedang saja lebih baik. karena kebanyakan ter- juga gak bagus buat kesehatan mental dan jasmani

      • Dewa Bantal
      • May 19th, 2010 4:14pm

      Iya Mah… yang penting punya pendirian :)

  10. Ibu Teresa:

    Wahai kau, Dewa Bantal! Setidaknya perbuatan baikku betul-betul telah meringankan penderitaan banyak orang. Biar Tuhan yang menentukan, apakah itu untuk kepuasanku ato kebahagiaan mereka.

    Aku egois katamu? Sungguh akan kuambil bantalmu!!! Triinngg….. (bantal ilang seketika)

    (*kabuuuurrr*)

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 4:30am

      HAHAHA iki opo toh yo?? Ibu Teresa jadi fairy ya? Bawa drumstick yang berkilauan bintang… Memang Ibu Teresa telah mengubah dunia kok, dan menginspirasikan banyak orang ;) — aku juga salut.

  11. kok ga nyambung sama judul tulisannya se Mas? kirain mau curhat tentang pasangan sesama jenisnya itu. hoho

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 4:30am

      Yee… gawat juga bayanganmu. Nyambung ah… dipaksa disambung sambungin :D

  12. bernafas pun ndak usah terlalu banyak kan..? (ntar teman yang lain ndak kebagian O2, hahaha)

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 4:32am

      Bener sekali… bernafas jangan rebutan. Kalau perlu buat mereka yang mampu, beli saja tabung O2, jadi yang gratisan ini bisa buat mereka yang kurang mampu :lol:

  13. judul yg horor :D

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 4:32am

      horor adalah keindahan kok ^_^

  14. Sederhana berawal dari hal-hal kecil, sehingga tumbuh rasa yang nyaman dan mudah untuk dilakukan.
    Cintai hidup sederhana sejak dari dulu ;)

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 4:33am

      Terimakasih atas kebijakannya mas :D

  15. wah saya juka judulnya bang…

    isinya juga ngena bnget

    udah nonton three idiot blom bang..pilem india

    disitu ada suato quota :

    kamu akan sedih melihat temanmu tidak lulus
    tapi kamu akan lbih sedih lagi kalo melihat temanmu lulus dan nilainya palng tinggi..dan kamu berda jauh dibawahnya

    dan inilah bentuk keegoisan manusai juga :D

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 4:34am

      Eh iya, aku udah liat film itu. Bagus banget :) — dikasih tau temen di Indo katanya lumayan populer di sana. Aku juga inget adegan itu, dengan quote yang kamu tulis di atas :D

  16. Judulnya sungguh terlalu kata bang haji roma :D kalau terlalu ngeblog jadinya apa ya? :D

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 4:35am

      Jadinya…. PR nggak keurus, kerjaan terlantar dan lupa cara berbicara dengan mulut. Bisanya nulis doang :lol:

    • Taz
    • May 20th, 2010 4:12am

    “mati bareng? hayuk bangett…! tapi kamyu duluan ya say ? *wink!* ”
    hahaha…

    tapi “keterlaluan” itu kadang membuat hidup menjadi lebih hidup.. :P

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 4:35am

      Ah ogah ah, kamu duluwan say… kan ledis pirst… :lol:

  17. maka dari itu posting blog juga jangan terlalu sering :P *mendapat alasan kenapa males posting*

      • Dewa Bantal
      • May 20th, 2010 7:21am

      Ah ngeles aja…. yang namanya terlalu sering posting itu kalau sampe 3x sehari.

  18. Manusia diciptakan kompilt dengan aksesoris keegoisannya masing2(relatif)

      • Dewa Bantal
      • May 21st, 2010 8:49pm

      Setuju :)

  19. terlalu mencintai bantal :mrgreen:

      • Dewa Bantal
      • May 21st, 2010 8:49pm

      Eh, kecuali itu…. terbukti aman :)

  20. hehe,,,,
    ngeri akh….
    klo ngomongin mati bareng ntar dulu dech…
    masih pengen ngblog….

      • Dewa Bantal
      • May 21st, 2010 8:51pm

      Iya, ngeblog sampe mati lebih nikmat yah? :lol:

  21. kata bang rhoma, TERLALUUUU!!!
    Oalah, kirain ada adegan romoe n juliet yang pengen mati bareng wakakakak

      • Dewa Bantal
      • May 21st, 2010 8:52pm

      Yeh, maap lah mengecewakan :lol:

  22. yuph, segalanya harus seimbang

      • Dewa Bantal
      • May 21st, 2010 8:53pm

      Hu uh…

  23. syukurlah di ujung tulisan kau bilang minta maaf sama mother theresa, sungguh keterlaluan ya dirimu.

    oya….terlalu banyak tidur juga nggk baik loh, kasian bantalnya.:D

      • Dewa Bantal
      • May 21st, 2010 8:54pm

      Kasian bantalnya?… yang keterlaluan itu dirimu… hiks.

  24. Hm… memang bener, segala sesuatu yang serba berlebihan itu gak baik. Harusnya ada ditengah-tengah, gak terlalu banyak dan gak terlalus sedikit. :)

      • Dewa Bantal
      • May 23rd, 2010 12:46pm

      *High fives*

  25. kalo kata orang jawa ngono yo ngono nanging ojo ngono. opo-opo ojo kebacut :D

      • Dewa Bantal
      • May 24th, 2010 9:34pm

      Iyo… atau “Kepincut” hihihi. Hidup jowo!

  26. Yupz setuju…gak perlu terlalu ekstrem..
    Yang sedang-sedang aja :)

      • Dewa Bantal
      • June 1st, 2010 5:47pm

      sedang-sedang yang penting punya pendirian. Nggak plin plan :D

  27. hmmm…aku jg ga terlalu setuju ma postingan kali ini, menurutku berlebihan dalam sesuatu yang baik tetap saja baik, tidak bisa dikatakan bersifat negatif. Misalnya banyak bersedekah, membantu orang lain karena itu akan benar-benar membantu mereka. Ketulusan yang murni juga masih ada kok, ga semata mengharap imbalan balik atau pahala dari Tuhan..
    (sok alim banget ya dirikuw..wekekekk) btw pusing nih nulis komen, tulisanne cilik2 buangggettt))

      • Dewa Bantal
      • June 1st, 2010 5:45pm

      “Terlalu” banyak bersedekah, “terlalu” sering membantu orang lain… sudah agak gak enak didengarnya kan? ^^;

      Nanti tak besarke wes tulisan di komen. Default dari sono nya, yang design template itu ratu semut kayaknya.

  1. No trackbacks yet.