Archive for ‘ February, 2010

Perkenalkanlah Temanmu Itu

Halo kaum bloggeriawan dan bloggeriawati….

Berhubung aku pintar, baik hati, suka menulis dan membaca, maka aku perlu sedikit bantuan dari kalian yang sempat mampir di postinganku kali ini.

Saat ini total ada 46 blogs yang aku ikuti lewat Google Reader. Tetapi sepertinya hanya 20% dari mereka yang benar benar aktif :) — dan rata rata hanya sekitar 5-10 postingan baru per harinya.

Mungkin untuk beberapa dari kalian menganggap kalau itu sudah terlalu banyak? Tetapi tidak buatku. 10 postingan mah langsung habis dibaca dalam 1 jam.

Nah, demi mencari sumber bacaan yang baru, kali ini tolong perkenalkanlah aku kepada temanmu itu lewat komentar kalian yah:

  1. Coba rekomendasikan kepadaku 3 blog seseorang yang kamu paling suka :) — Lebih juga nggak papa, tapi tolong benar benar dipilih ya, jangan sekedar ngejunk.
  2. Topiknya bebas dan lepas kecuali: Puisi, politik, gosip artis, marketing, jualan, programming, gadget, curhat yang gak jelas arahnya, dan alay.
  3. Si pemilik blognya adalah cewek super imut orang yang baik hati dan tidak bau.

Bagi yang penasaran blog siapa saja sih yang kuikuti? Silahkan klik disini untuk melihat listnya, siapa tahu ada yang cukup cermat mengamati blog keren apa saja yang selama ini terlewatkan olehku.

Jadi, saling berbagi link yuk? Biar bertambah ganteng dan cantik gitu lhoooo… :D

NB: Komen kalian mungkin akan masuk ke filter SPAM nya akimset, soalnya meninggalkan banyak URL. Jadi gak usah bingung ya kalau komentarnya gak langsung nongol :)

“Pasang Dan Lupakanlah”

Semalam aku mbantal dan menggigil 5 jam 15 menit.

Judul di atas itu, aku lupa tepatnya bagaimana sebuah slogan iklan lampu di Indonesia yang dulu pernah kutonton hanya beberapa kali saja.

Ceritanya itu si lampu kecewa, sedih dan kesepian karena dia begitu awetnya dan terus berpijar, sehingga sang pemilik sudah tidak ingat lagi semenjak memasangnya di atap rumah. Sepertinya sih iklan lampu Philips ya? Entahlah, aku bertanya ke beberapa temanku di MSN, Yahoo dan FB, nggak ada satupun yang ingat kalau iklan ini pernah ada. Aku yang terlalu tua atau teman-temanku tidak pernah menonton TV ya?

Read more

Garis Pembatas Yang Mulai Melengkung

Peraturan itu dibuat untuk ditaati, dan bukan untuk dilanggar seperti kata kebanyakan anak-anak muda yang bawel :)

Berusaha untuk membenarkan idealisme mereka untuk selalu melanggar peraturan, kata mereka: “kalau semua ngikutin peraturan, buat apa ada polisi?” — Ya aku bilang, ada polisi soalnya ada orang orang semacam kamu itu yang nggak bisa diatur hahaha. Kemudian muncul alasan yang menghambat kreatifitas lah, kebebasan lah, pandangan global lah, ini itu. Namanya juga manusia.

Read more

Di Balik Sisa-Sisa Makanan

Semalam aku mbantal 8 jam 30 menit.

Kalau nasinya nggak dihabisin nanti jerawatan lho…

Kalau gak dimakan, nasinya nangis lho…”

“Kalau gak dihabisin nanti ada capung gede, kamu dimakan lho…”

Itulah mitos-mitos yang kadang kita dengar sewaktu kecil ketika kita nggak mau ngabisin makanan dipiring sampai bersih.

Ya, sebuah mitos. Jadi kalau diharafiahkan, misal kamu disuguhi makanan yang kamu gak suka, terus kamu tolak, harafiahnya di rumah bakal ribut dengan tangisan sang-nasi, mukamu langsung seluruhnya ketutupan jerawat dan kemudian jadi santapan Capung raksasa dong? buset!…

Read more

Namaku Di Telinga Dan Lidah Bule

Sibuk nonton Heroes Season 4, akhirnya selesai juga finale semalam. Mbantal 5 jam 40 menit.

Menulis sedikit ah tentang bagaimana kebanyakan bule-bule mendengar dan mencerna nama Octavianus Asoka dengan saraf kebarat-baratan mereka.

Maklum namanya juga pendatang; Acapkali ketika aku berkunjung ke kantor-kantor (dokter, pos, tempat kerja, jasa, dll) yang seringkali menanyakan namaku ini, pasti akan muncul kalimat tersebut:

Can you spell it for me?”

Read more