Aku barusan sedang berjalan-jalan ke blog orang-orang tak dikenal, dan membaca post dari photolog nya Winarto, yang membahas tentang Kerokan.
Kerokan: kata kerja: proses pengerusakan permukaan kulit dengan minyak urut + uang logam, di-ikuti dengan pemecahan serat serat darah merah, menimbulkan efek samping perih perih dan semriwing, yang konon, katanya bisa menarik angin yang mendekam didalam tubuh kita dan meningkatkan kesehatan (Stovila Dictionary).
Ya, aku bukan penggemar kerokan bukan karena takut perihnya, tapi karena aku selalu tertawa terbahak bahak kalau sedang dikerok, sampe keluar air mata disertai mules. Maklum, punggung isinya tulang semua, hahaha.
Jadi ingat, dulu di United States ada kasus seorang Ibu Indonesia yang habis ngerok-in anak-nya yang masih SD, cewek, dan akhirnya dilaporin sama guru-nya ke Polisi dengan tuduhan Child Abuse. Sempat ditahan, sampai akhirnya utusan dari Dubes Indonesia dikirim untuk menjelaskan kalau itu salah satu cara pengobatan tradisional di negara kita.
Ah, budaya yang menyenangkan