Rumput Tetangga Pasti Lebih Hijau
- December 2nd, 2009 | 486 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal 6 jam 45 menit.
Iri hati, cemburu, dengki, sirik, adalah penyakit semua orang. Orang yang paling suci didunia pun pasti pernah terbesit dihatinya “Wah, kok mobilnya dia lebih keren dari saya punya?” — atau at least “wah, ayam goreng dia kok lebih gede dari saya punya?”
Hehe, rumput tetangga selalu lebih hijau dari punya kita sendiri. Dari ungkapan tersebut, sebetulnya penjelasan logisnya juga masuk akal kenapa mereka selalu tampak lebih hijau. Soalnya kita hanya bisa melihat rumput tetangga dari samping, yang sudut kemiringannya dibawah 45 derajat, sehingga mata kita ngga bisa melihat cokelat nya tanah dibalik rerumputan tersebut — alhasil, hijau semuanya
Masuk akal kan? Sedangkan kita melihat rumput kita sendiri langsung dari atas, yang kotornya tanah jadi kelihatan semua.
Memang susah jadi manusia, susah sekali membuat diri merasa puas dengan apa yang sudah kita miliki. Ya contohnya aku lah, setelah berhari hari memutuskan untuk membeli sesuatu, begitu barangnya ada ditangan, pasti masih survey-survey lagi “kayaknya ada yang lebih bagus deh, dan harganya lebih terjangkau” — atau “Kayaknya gua salah beli deh…”
Aku masih ingat jelas Papah-ku pernah ngasih tau gimana kalau kita ngga bisa menyayangi barang yang sudah kita beli atau miliki, maka barang tersebut bakal lebih cepat sekali rusak, atau hilang. Masuk akal kan? Walaupun barang tersebut gak pernah kupakai sekalipun, kayaknya gak bakal awet deh, walau aku tau itu cuman sugesti hehe.
Intinya, jangan suka sirik. Tapi memang susah melihat batasan kapan kita dianggap iri hati, atau kapat kita dianggap kepengen, menghargai atau cemburu.
Kan kadang kita juga melontarkan pujian “Wah topi mu bagus yah…” — itu menghargai…
ditambah “Lebih bagus dari punya gw…” — itu cemburu…
ditambah “Belinya dimana?” — itu kepengen…
ditambah “bah mahal kali… dasar orang kaya” — itu sirik…
ditambah “sialan…” — nah itu dengki…
Tetapi kalau kita merasa rumput kita selalu lebih hijau dari tetangga, kita dibilang sombong. Kalau kita tidak peduli dengan rerumputan, kita dibilang ignorant; dan kalau kita beli sekalian rumah dan kebun tetangga, kita dibilang serakah.
Begitulah, hanya kita yang tahu isi hati kita. Memang susah jadi manusia.

Supaya rumput kita lebih ijoooo dari pada punya tetangga, mesti ndlosor kalo liat, supaya derajatnya pas & the grass will look greener! Means? Learn to bow our ego down :p CIEEEHHHHHHHHH~~
@Chrisje
Pendapat yang sangat bagus sekali, gak pernah kepikiran hahaha.
Aku si kapan hari mikir ini, kesimpulan ku, di cet ijo aja biar tambah ijo, means? Be simple, gak usah terlalu resek hahaha.
Emang CIEHHHH kamu.
hahahahaa… mantap le…
hehe, bener jg pendapatmu. tp btw ini kira2 nyambung nggak ya dg peribahasa orang jawa: nek adoh mambu wangi, nek cedak mambu (sorry) tai. mungkin kita melihat rumput tetangga lebih hijau karena–spt yg kamu bilang–kita tidak bener2 dari dekat. padahal mungkin kalau dilihat dari dekat, sama saja kualitasnya…
rumput tetangga lebih hijau karena mereka malas motongnya sih
wedeeeeeeeewww, ini baru mantap gan
Saat ini dirumahku gak ada rumput …
jadi gak merasakan kata2 diatas.. wekekkeke
Makasih sobat…
aq belaja dr artikel ini.. kadang jadi serba salah ya
Maklum, namanya juga manusia