Nama Asli vs Nama Samaran
- December 25th, 2009 | 631 views
- Posted in Coretan
- Write comment
Semalam aku mbantal 11 jam 20 menit.
Siapa sih yang gak pernah pakai nama samaran, atau alias, atau username di dunia maya? Mulai dari username dan nickname yang sederhana, contohnya: JosephCool, TaliaStar … hingga yang cukup kompleks seperti neverending_tomorrow_39172, atau bahkan j4g04n_K3R3N_2917.
Berasal dari situ, kemudian trend untuk menciptakan sebuah nama online pun mulai keluar. Kalau dijepang, seorang pengarang komik pasti mempunyai sebuah Pen Name — istilahnya nama samaran yang digunakan mereka dibalik pena. Mungkin penulis novel juga demikian ulahnya. Banyak alasan mengapa mereka melakukan hal ini, mulai dari menjaga privacy mereka, sekedar iseng, ikut-ikutan trend, ataupun karena alasan pribadi atas pengaguman sebuah nama baru yang diciptakan oleh inspirasi mereka sendiri.
Sama hal nya dengan aku yang terbacut dengan nama Stovila semenjak tahun 2001. Dan juga nama usang yang dulu sempat kupakai selama bertahun tahun, sebagai Aley dimana sampai saat ini masih cukup banyak teman teman lama yang memanggilku demikian. Awalnya sih hanya iseng, tapi akhirnya itu menjadi bagian dari hidup kita.
Gak jarang lho aku ketemu teman yang, misalnya, selalu aku panggil Monyong; sampai suatu hari aku benar benar tidak ingat nama aslinya dia siapa. Jangankan nama lengkapnya, nama depan nya saja tidak ingat. Itu baru Monyong, belum lagi kalau ketemu Gondrong, Gundik, Jontor, Meong, Kancil, Pacil, dan lain lain.
Beralih dari mIRC yang sekarang ke Facebook. Facebook yang kaya dengan feature, dan privacy yang cukup menjanjikan, bertujuan untuk menjadi pusat dimana kita bisa menemukan teman-teman lama kita. Tapi sepertinya banyak sekali orang-orang (termasuk aku), yang masang namanya di Facebook dengan nama ciptaan mereka sendiri
walaupun di kolom pengisian nama di Facebook jelas jelas ditulis MUST BE YOUR REAL NAME.
Yaa, ngga bisa disalahin, wong ini Internet. Suka suka aku mau pake nama apa, iya gak? Di Facebook, berikut nama nama yang dulu aku pakai:
Alexander Stovila, Aley Stovila, Lex Phantomhive, Stovila vi Brittania , Lex Vamprose,.. sampe stress sendiri. Alasan nya? Iseng dan aku kurang nyaman buat memasang nama asli di Internet, karena privacy lah, identity theft lah, dll.
Gak jarang aku dengar teman2 dan para relatif bilang: “Nama kok aneh aneh… bikin bingung.” atau “Kamu nama asli bagus bagus kok malah gak dipake sih?”
Memang bener juga, ada cukup banyak orang yang bilang kalau namaku itu Unik dan Keren hahaha. Dan juga disebuah drama Jepang yang akhir-akhir ini ku ikuti, cerita tentang seorang samurai dimana dia menyuluh supaya kita benar benar menjaga dan bangga atas sebuah nama yang diberikan kepada kita oleh orang tua. Karena dibalik sebuah nama pasti ada sebuah arti yang diwariskan kepada kita.
Oh tambahan juga, ini quote dari Twitternya si Thomas Mbek hari ini:
If some people want to build friend connection using Facebook for example, why not using their real name?
Ini bukan masalah benar atau salah sih. Tetap kembali ke selera kita. Tergantung kita mau menjadikan Facebook sebagai sarana apa? Sekedar berulah gila gilaan (Soalnya ada orang yang ancur2 an difacebook dan gak mau diketahui keluarganya dan rekan kerja wakakaka)… atau memang bertujuan untuk menyusun networking dengan teman-teman kita dengan rapi dan jelas?
Aku akhirnya memutuskan untuk menggunakan nama asli ku di Facebook, berhubung karena kita bertemu orang baru setiap hari, ditempat kerja maupun disociety, yang mereka kenal adalah seorang Octavianus Asoka bukan seorang Stovila. Selain itu, aku juga belajar buat mulai menghargai nama asli-ku ini. Pada awalnya memang iseng, tapi karena terlalu lama menggunakan nama samaran, sedikit banyak muncul kemudian rasa malu untuk menggunakan nama asli ku sendiri, yang pada akhirnya itu menjadi hal yang tidak baik.
Kemudian masalah privacy, kalau memang peduli dengan privacy, ya sudah lah… persetan dengan namanya jumlah friends mu di Facebook. Apalah artinya kamu memiliki 10,000 teman yang tidak kau kenal, dan rawan terhadap stalker stalker gak jelas yang mengintip kehidupan pribadimu.
Jangan enggan buat nge-delete friend request yang kamu tidak benar benar tahu dia itu siapa dan darimana. Dan karena itulah aku memiliki 2 Facebook. Yang satu buat personal use, dan satunya buat main game, yang isinya penuh dengan ribuan orang orang yang tidak dikenal
— namaku disitu Stovila Kun hehehe.
Btw, salam buat sepupuku yang nama-nya menjadi seorang BAYEKS EDUARDO KARTONO — huieauehaehaheah 100% beda dari nama aslinya. Gokil ah….
PS: ABG banget ya gua, punya facebook 2 biji

Iya juga si kalo uda soal nama asli vs nama samaran. Gampang2 susah benernya, dan banyakan dilema mau pake yg mana kalo mo kenalan ma orang gt. Sampe gw sibuk mikir ini orang mo dimasukin network yg mana. *terlalu rapi ngurusin friendship network*
Gw pernah ada cerita gini nih. Jaman gw masi di Singapore dulu, gw punya segeng temen2 game online dimana mereka lebih sering manggil gw Rosen ato Ocen ketimbang nama asli gw. Disaat ada temen mreka mo dikenalin ke gw n gw keceplosan ngenalin diri pk nama asli gw, reaksi mereka:
‘Cen, tumben u pake nama asli u nih.’
‘Ya gapapa dunk, toh nama gw jg hahaha.’
‘Iya si, cuman dengernya ga umum gt, risi2 gimana ya..?’
Untungnya stelah brapa lama gw mulai bisa menemukan kerennya nama asli gw, soalnya dari sekeluarga gw doang yg pake nama barat combine ma nama Jawa, jadi dikit banyak gw bisa berbangga diri dari kk2 gw, sekalipun konon nyokap namain gw itu rada setengah ati alias ga pake mikir soalnya nyomot nama temen dia XD;
Ya sepertinya ini masih termasuk fase pencarian jati diri, suatu proses penerimaan dari yg tadinya kita merasa nama asli kita norak n gak keren kalo dibanding orang Amrik/Jepang/Eropa/manadeh. Kalo gw ngerasa, pada akhirnya kita semua akan kembali ke core kita sendiri, tanpa pake embel2 yg kita pasangin ke diri.
Gitu deh sekedar pendapat dari gw. Bingung jg mo lanjut share apaan.
ahahaha.. sometimes must be like that…
mosok namane bayek kayak gitu?
wkwkwkwkw… moso onok kartono ne?
gpp kok.. haknya orang mau pny FB 2 3 4 5 6 kan gratis ini bikinnya…
btw aku sudah tau klo panggilan realmu OKA… hehe malah binun klo jadi ALLE…
kl mnrt saya, yang penting bukan nama asli atau alias. yang penting kita punya satu nama yg kita pake terus menerus. satu waktu nanti pas nama kita punya citra yg bagus dan dikenal luas, nama kita punya nilai jual yg tinggi dan bisa jadi opinion leader..
Namaku cuma satu, Donny Verdian.. paling nyeleneh juga cuma DV atau DV77
Iya, kamu memang membingungkan.. sampe sekarang aku bingung mau manggil apa.. “asu” aja, mau?
apalah arti sebuah nama.,hehe
kalo pengen gak diketahui keluarga pakek aja filter
gue udah punya berapa nama samaran yaa?
9 kalo gak salah..
@Alvita ato Ocen ato Rosen ato sapalagi deh
OCEN-SAMA whieahiehia <3. Begitulah kehidupan komunitas dunia maya ketika harus berkumpul didunia nyata.
@Kimiglet
Iyo itu bayek ono kartono ne. Bocah edan, katane meh bikin nama ndeso yang keren dan kampungan huehehe.
Iyo namaku Ale waktu jaman IRC. Tapi namaku kok selalu ketambahan extra “L” yo. STOVILLA kek ALLE kek… pfff…
@elia|bintang
Betul. Misal menggunakan nickname sekalipun, at least harus permanen. Ya tujuannya memang beda sih tapi.. antara untuk bisnis dan personal. Apalagi di Facebook. Teman masa kecil kita pasti hanya ingat nama asli kita
Kecuali menggunakan facebook sebagai fasilitas berpromosi
Thanks sudah mampir elia.
@DV
Wahaha asu. Ah pembohong kamu, terus DONNY GUDEG itu namanya siapa coba? Termasuk Donny mesum, donny narsis, donny jaim dan donny urak’an? wkwkwkwk.
@kyra.curapix
Adalah segalanya.
@bocipalz
Iya sampe saya juga tidak mengenal anda. Salam kenal hehe, terima kasih sudah mampir.
Ngga cuma facebook, koment di blog mustinya juga pake real name atau nickname. Bukan memajang nama “Promosi Website Gratis” di bagian nama. Mana abis tu nulis “Salam kenal” pula di akhir kalimat. Hu hu hu…
Haha, kalau masalah orang lain sih aku gak gitu peduli mereka pake nama samaran atau nggak.
Tapi kalo dilihat dari kasus mu sih, itu lebih condong ke kekesalan karena mereka cuman nge-spam untuk linkback, rather than the matter of using their real name / nickname hahaha.
dan kadang nama alias ini membuat kita susah menemukan teman lama di Facebook..
Ya begitu deh, seperti sahabatku waktu aku masih SD kelas 1-3. Aku kenal orang ini, tapi panggilan-nya “Kemput” — dan never once in my life, I ever asked his real name ^^;
Wah aku telat baca postinganmu yg ini. Baru tahu kalau nama aslimu Octavianus Asoka. Bagus gitu lo namamu… Hehehe.
Aku sendiri kayaknya belum pernah menggunakan nama samaran. Soalnya suka lupa sih. Mending pakai nama asli yang memang itu2 saja. Kalaupun mau pakai yg nama agak beda, aku mendingan memotong dari nama panjangku. Tapi ya tetep saja, kadang aku lupa karena nggak biasa dg nama panggilan yg lain.
Hehehe, makasih Kris. Menggunakan nama asli memang butuh keberanian hehe. Meski untuk bermain game sekalipun?
Saya biasanya menggunakan nama2 yang berbau jepang… karena saya memang suka banget tu yang namanya anime2 jepang.
jadi yang tahu nama asli saya cuma keluarga, teman dekat atau sahabat blogger yg pernah mampir ke halaman about blog saya…
Tentang nama di Fb, saat ini saya menggunakan nama asli hanya dari nama belakang saya, sisanya ditambahin biar kayak nama jepang…
wuih..
gua malah punya 3 account facebook, salah satunya menggunakan nama asli.
masing2 buat tujuan yang berbeda. hahaha.. :p
dulunya sih lebih nyaman pake nickname klo di internet. tapi sekarang mulai rada menyesal, karena kebanyakan orang kenal dengan identitas semu ku tanpa tahu nama asliku. sehingga didunia nyata pun tetep manggil nickname.
selain itu, sejak kerja dan bertemu banyak kolega, jadi rada ga enak juga kalo ngasih alamat email yang “susah di eja”.