Antara Bajakan dan Original

Semalam aku mbantal 5 jam 15 menit. Main CS.

Sebagai manusia yang tumbuh dikalangan anak kost, melestarikan budaya program program dan mp3 bajakan adalah suatu hal yang bisa dibilang mandatori — demi kelangsungan hidup kami, yaitu menghemat uang makan bulanan, rokok dan bahan bakar motor.

Ketika aku masih SMA, orang gila sekalipun mana ada yang mau mengeluarkan Rp. 500,000 buat Adobe product, apalagi nyaris Rp. 1 juta buat Microsoft Windows 98 / XP? Budaya merental dan meminjam barang rentalan adalah hal yang agung dan mulia, berpedoman pancasila dan saling bahu membahu memajukan pendidikan masyarakat kita bersangkutan dengan Komputer (Buwahahaha…).

Kalo gak ada bajakan, kayaknya gak mungkin deh di SMP SMA ku ada pelajaran komputer, dan saat ini mungkin aku masih mengetik dengan ‘sebelas’ jari.

Perdebatan tentang hal ini memang sudah berlangsung lama sekali, layaknya perdebatan sengit antara pemuja PC versus para fans Mac (dor!). Banyak sekali artikel-artikel yang mengulas dan mencari loop hole untuk mengesahkan pemakaian barang bajakan sementara dipihak satunya, mati matian untuk menjebloskan mereka kedalam penjara.

Berita terakhir yang kita terima juga mengenai tutup nya Mininova.org, dimana ini merupakan situs yang paling saya sering kunjungi buat download film2 bioskop di DVDRip format, dan software macam macam.

Sedih, tapi mau bagaimana lagi. Entah kenapa Mininova tidak bisa memenangkan trial nya seperti PirateBay. Yah, nasi sudah menjadi tai bubur.

So, berhubung belakangan ini teman-teman angkatanku banyak yang sudah sukses, punya usaha sendiri, berkarir ria dan berumah tangga, otomatis penghasilan mereka juga sudah menjadi sangat layak; Dan sepertinya mereka juga sudah mulai meraih gengsi untuk memiliki program program secara legal, dan membeli DVD original dengan kemasan-nya yang lux, mulus dan berkilauan.

Yaaa, selain itu, dengan begitu maraknya razia para Polisi bersenjata USB Flash Disk beberapa tahun belakangan ini juga membuat rakyat Indo, terutama yang buka usaha, mau gak mau harus me-genuine kan Windows dan Softwares mereka kalau ngga mau menyumbangkan komputernya ke aparat setempat. Ada juga yang pinter untuk memakai Linux sebagai kedok nya, contohnya si ayam dari Bandung, hehehe.

Aku gak bermaksud menyalahkan kok, mampu beli ya monggo, bagus lah sudah menyuport dan menghormati hak cipta dari developers tersebut. Tapi aku pribadi tetap kukuh pendirianku untuk memakai program bajakan, hahaha — kalau ada yang gratisan didepan mata, kenapa harus mbayar.

Banyak lah yang menyindir aku, udah di US kok tetep pake bajakan. Aku bisa aja bilang begini:

Aku pake program bajakan soalnya aku peduli dengan lingkungan. Global warming, gak usah beli DVD nya, plastik dan kemasan itu bikin sampah bertambah banyak tau…” (YA ELAH SOK NYA)

Lalu orang orang pandai yang berceletuk:

Ah alasan,  beli key license doang kan bisa, download, gak perlu pake DVD nya.

Lantas aku berkata lagi: “Ogah, mahal… :D ” — nah, kelihatan, iya aku emang pelit :P — tapi memang, bagiku untuk bisa membeli Adobe, MS Office, dan sofware lainya secara legal itu masih diluar jangkauan ku. Papahku di Indonesia sendiri sudah kena grebek 2x, CPU nya diboyong sama Polisi, dan minta jaminan yang tingginya sekitar 3x dari harga komputernya itu -_-; resek bener.

Aku menulis topik ini soalnya terinspirasi dari kejadian seseorang yang kukenal di Surabaya, dimana suatu hari ada razia para polisi ber USB datang ketempatnya. Kebetulan yang dicek adalah komputer yang menjadi server di network-nya, dan berbasis LINUX.

Polisi tersebut masuk ke ruang server, dan menyalakan monitornya…
*ngeliat layar monitor dengan seksama….*
*mengamati….. berpikir…..*
Sesaat kemudian dia menceletuk:

“Ini… tolong diNORMAL kan…”

Aduh Bapak!!, memangnya cuman Windows OS doang yang ada dimuka bumi ini? Hieahiehaiheiaea.

Sekian.

Add a Facebook Comment

    • DV
    • December 7th, 2009 6:41pm

    Hahahahahhaha…. aku suka quote terakhir di tulisan ini.
    Pulisi gokil (goblok sekilo) :)

    • mooiblauw
    • December 7th, 2009 8:51pm

    idem with DV… jiahaahahaha..

  1. bajakan aja deeeeh wkwkwk

    • Stovila
    • December 8th, 2009 3:29pm

    Begitulah, aku waktu quote itu nongol di Yahoo Messenger ku dari temenku ini, aku ketawa gak berenti sekitar 5 menit sampe sakit perut.

    Dengan polos dan lugunya begitu polisinya, hahaha.

    “Ini ya sudah normal, Pak…”

    • Sagita
    • December 8th, 2009 4:03pm

    Hahaha, yang terakhir itu… parah..
    BTW, papamu kok bisa kena juga ?
    CPU yang disita itu di kantor kan ?

  2. siap pak, sudah normal….

    • Kimiglet
    • December 9th, 2009 3:16am

    wkwkwkwk…
    mgkn bapak polisinya yang perlu dinormalkan…

    @my office: bertumpuk2 CD asli… +_+ sampe sumpek…
    dan ternyata lisensi untuk bahasa pemrograman mahal jg ya +_+ 5jeti plus plus perkomputer…

    @Bajakan Vs Asli: mgkn kedepan klo gajiku sudah berlebih sampe bisa beli 1 CD asli perbulannya baru aku pake yg software yg asli.. skr sih availablenya masih bajakan :D

  3. hidup pembajak,,hahahahahah

    • Stovila
    • December 9th, 2009 4:58pm

    @Sagita
    Ya biasa lah, kena grebek, komputernya kan dipake di toko, studio foto, buat ngeprint foto :D – toko sendiri, jadinya ya ditanggung sendiri x_X;

    @komuter
    “Wah belum normal ini, kok razia-komputer-bajakan.EXE nya masih blom bisa jalan?” :D — salam kenal.

    @Kimiglet
    Memang mahal gila. Windows XP aja Rp. 800 Rb paling murah ya sekitar tahun lalu? Belum kalo service yang harus bayar tahunan. Apalagi nanti kalo upgrade version harus beli lagi, kayak Adobe CS 1, 2, 3 dan 4. Duit mlulu…

    @kyra.curapix
    HELL YEA!

    • yanchesz
    • December 19th, 2009 1:23am

    HIDUP BAJAKAN!!!!!!!!!!!!!!!!! \m/

      • Dewa Bantal
      • March 22nd, 2010 4:05pm

      Hidoeepp! :D

  4. hahahhaha si polisi musti banyak belajar tuh. kalo ol jgn cuma nonton film (yang bajakan lagi hihihi)

    EM

      • Dewa Bantal
      • March 22nd, 2010 4:05pm

      Hehe bener, masa jeruk minum jeruk? Pembajak ngrazia pembajak?

  1. No trackbacks yet.